Prolog – Kegelapan yang mengintai di sekolah, kasus siswa yang hilang!

Prolog – Kegelapan yang mengintai di sekolah, kasus siswa yang hilang!

Bagian 1

“Akhirnya selesai juga….”

Aku berjalan keluar dari auditorium Akademi Midgar dan menghela napas, napas putihku kemudian menghilang ke langit pagi.

Aku baru saja akan menyelesaikan upacara pembukaan semester ketiga.

“Kawan, ke mana saja kamu pergi selama liburan musim dingin?”

“Aku juga penasaran, bukankah kau setuju untuk mengajak kencan para wanita yang bekerja di Mitsubishi?”

Sudah lama sejak aku melihat wajah para mob ini, Hyoro dan Jaga. Betapa nostalgianya.

“Aku sudah bilang aku minta maaf. Serius, aku ada keperluan mendadak yang penting.”

Liburan musim dinginku dipenuhi dengan peristiwa yang menyenangkan, seperti pertempuran untuk suksesi di kerajaan Oriana dan kembalinya aku yang tak terduga ke Jepang.

“Kami benar-benar melalui banyak masalah saat kau pergi…”

“Tepat sekali. Kakakmu hampir mencekik kita…”

Hyoro dan Jaga mengeluh.

“Claire nee-san? Dan mengapa?”

“Yah, karena dia sedang mencarimu. Aku bilang kepadanya aku tidak tahu kemana kau pergi. Tapi dia terus mencekik leherku dan menghunuskan pedang ke arahku.”

“Meskipun dia sangat cantik, saat aku bilang padanya aku bisa menemaninya mencarimu jika dia mau, dia malah nyaris menusukan pedangnya ke pantatku.”

“Aah, aku paham. Maaf tentang itu.”

Sebaiknya aku menjauh dari kakak perempuanku untuk sementara ini.

“Dan omong-omong soal kasus besar, apa kau tahu bahwa setelah dia menghilang, mantan ketua osis Rose tiba-tiba menjadi ratu Oriana? Seluruh negeri membicarakannya.”

“Ah ya, aku dengar itu.”

Hehehe, kau pasti tidak menyangka akulah yang menjadikannya ratu.

Di balik penguasa baru yang tiba-tiba, tersembunyi sosok bayangan yang menarik benang sejarah.. dan tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa sosok itu adalah seorang siswa yang sederhana dan biasa-biasa saja.

Ini adalah apa yang disebut Eminence in Shadow secara harfiah.

“Tetapi bukan itu saja. Ada juga kabar bahwa sekelompok monster muncul di kerajaan Oriana atau bahwa kerjaan itu dikudeta atau semacamnya.”

Tentu saja, aku juga tahu itu.

Bagaimanapun juga, orang yang merencanakan mengeksekusi semua itu tidak lain adalah sosok Eminence in Shadow. Orang-orang ini pasti tidak akan menyangka bahwa orang yang bertanggung jawab atas itu semua tepat di depan mereka.

“Meskipun tampaknya karena itu, aliansi kita dengan kerajaan Oriana akan segera hilang.”

Hmm? Aliansi apa yang akan menghilang?

“Memang benar~ Siapa yang menyangka bahwa mantan ketua osis Rose akan berakhir dengan berjalan di jalan kejahatan. Memang seharusnya kau tidak menilai seseorang dari penampilan luarnya.”

“Jalan kejahatan? Hah? Apa yang kau bicarakan?”

“Apa maksudmu, apa? Tidakkah kau tahu? Katanya mantan ketua osis Rose yang memanggil semua binatang iblis itu supaya dia bisa mengambil alih kerajaan Oriana. Saat ini citranya sedang hancur, dan dia akan tercatat sebagai wanita terburuk yang pernah ada.”

“Dan walau ia sangat baik kepada semua orang di sekolah, aku tidak pernah mengira ia akan menjadi orang seperti itu. Meskipun, mengingat dia membunuh ayahnya sendiri di festival Bushin, memang benar kau seharusnya tidak boleh menilai buku dari sampulnya. Meskipun, di sini, di antara kita bertiga, jika dia memintaku untuk menikahinya, aku masih mau sih.”

“A-Ah ya, setelah kau bilang begitu aku pikir dia memang wanita yang jahat ”

Aku tidak pernah membayangkan bahwa kisah ratu baru akan menempuh jalan kegelapan.

Tetapi sekali lagi, setelah dipikir-pikir, hal ini juga berlaku untuk ku.

Ratu jahat yang mengancam dunia, dan tokoh dalam bayang-bayang yang mengendalikannya dari kegelapan… Ya, setiap hari aku semakin kagum dengan kemampuan aktingku.

Sungguh luar biasa.

“Selain itu, ada juga rumor lain yang beredar.”

“Ah, ya. Aku juga tahu yang itu. Katanya dia ada kaitannya dengan kelompok yang disebut Shadow Garden.”

“Tunggu Jaga, tidak bagus terus membahas hal itu.

Hyoro tiba-tiba menghentikan Jaga.

“Ah, benar juga. Katanya orang yang membicarakannya, akan menghilang.”

“Hah? Apa maksudmu?”

“Katanya, empat siswa menghilang selama liburan musim dingin. Rumornya itu kemungkinan ulah kelompok yang menyerang sekolah sebelumnya.”

Hyoro mengatakan itu dengan wajah serius, sementara Jaga mendekat dan dengan suara ketakutan, menambahkan.

“Mungkin kelompok itu membuat para siswa menghilang karena mereka berusaha menyelidiki mereka.”

“Hmmm, aku tidak berpikir mereka akan melakukan itu.”

“Yah, aku juga tidak.”

Jaga menambahkan, mengubah wajahnya menjadi salah satu kepercayaan diri dan keberanian yang besar.

“Penghilangan itu begitu tiba-tiba sehingga semua orang menyalahkan organisasi rahasia itu. Tetapi kenyataannya adalah bahwa para ksatria sedang menyelidiki dan tidak menemukan jejak apapun di daerah itu.”

“Mungkin sebenarnya mereka cuma bolos karena tidak mendapatkan poin dalam mata pelajaran. Mereka tidak menghilang, tapi kabur.”

“Bagaimana dengan nilaimu, Jaga?”

“Uhh, kecil. Bagaimana denganmu, Hyoro-kun?”

“A-Aku lumayan. Bagaimana denganmu, Cid-kun?”

“Yah, aku pikir nilaiku juga lumayan.”

“Aku-aku mengerti. Yah, aku senang kita bertiga bisa lolos.”

“Y-ya, benar. Hahaa”

“Ngomong-ngomong, kemana kita akan pergi sekarang?”

“Yah, hari ini hanya ada upacara kelulusan jadi tidak ada kelas. Bagaimana kalau kita bermain kartu di belakang gedung sekolah?”

“Hah? Kartu?”

“Ya kawan, ini! Ini adalah produk baru Mitsugoshi!”

Hyoro memasang ekspresi seorang pemenang saat ia mengeluarkan beberapa kartu dari sakunya. Kartu-kartu itu seperti kartu-kartu yang ada di duniaku sebelumnya. Aku tidak mengira mereka akan meniru ini juga.

“Nina-senpai memberikannya padaku. Mari kita bermain poker!”

“Ini pertama kalinya kau bermain kartu, kan Cid-kun? Kalau begitu, inilah saatnya untuk mangajarimu betapa sulitnya permainan poker itu.”

“Fuufu… Aku mengerti, kalau begitu kita akan bermain poker. Baiklah, ayo kita ambil semua uang yang dia miliki!” jadi poker.

Yang pasti ini adalah versi texas hold’em, dengan aturan yang sama yang aku ajarkan kepada Seven Shadowa ketika mereka masih kecil.

Kenangan yang begitu indah. Aku masih ingat bagaimana mereka semua menangis ketika aku mengalahkan mereka dan mengambil uang mereka.

Tapi hey, tidak ada salahnya bersikap keras sesekali untuk menyadarkan mereka berapa sulitnya kehidupan… Dan hasilnya kehidupan mereka menjadi jauh lebih baik dari yang aku bayangkan, jadi aku tidak pernah bermain dengan mereka lagi.

Dan sekarang aku akan mengambil kesempatan ini untuk mengajari Hyoro dan Jaga juga dan morotin mereka.

Aku menjentikkan jari.

“Aku menerima tantangan itu. Aku tidak sabar untuk diajari betapa kerasnya dunia poker itu.”

“Aku akan memasukkan taruhan 10 kali lipat di awal. Ini akan memberiku banyak uang tambahan.”

“Kau tahu pribahasa apa yang cocok, ini seperti melempar batu ke atap rumah sendiri.”

“Hah…?”

Ups, aku nyaris keceplosan dan langsung menutup mulut untuk menyembunyikan senyum.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chapter List