Bagaimana Menghadirkan Latar Dalam Flash Fiction 100 Kata ?

contoh figur writepreneur Indonesia

Anda yakin, adegan diatas terjadi di pantai?

Kehadiran unsur latar merupakan salah satu syarat cerita fiksi.

Syarat ini berlaku untuk semua jenis karya fiksi, baik fiksi panjang maupun fiksi pendek.

Tapi bagaimana jika Anda harus menghadirkan unsur latar dalam 100 kata ?

Anda mungkin memaknai latar (setting) sebagai deskripsi tempat atau waktu, seperti yang lazim ditemui pada novel atau cerpen.

Namun saat membaca flash fiction yang isinya melulu dialog, tanpa deskripsi tempat, boleh jadi Anda meragukan hadirnya unsur latar didalamnya.

Pemaknaan inilah yang dapat menyesatkan Anda saat menulis flash fiction.

Padahal tidak seperti itu…

Contoh flash fiction 100 kata yang berhasil menghadirkan latar didalamnya…

Saya akan mengambil contoh flash fiction Mabuk yang pernah saya publikasikan di blog antojournal.com.

(Update : Blog antojournal.com telah non aktif sejak 5 Februari 2013.  Seluruh flash fiction yang pernah diterbitkan disana, akan diikutsertakan dalam buku ‘ Panduan Lengkap Menulis Fiksi Mini 100 Kata ‘. Saya akan mengumumkan peluncuran buku ini via email kepada Anda yang sudah terdaftar sebagai pelanggan Indonovel)

Mabuk

“ Lagi ! “

Waitress melangkah gontai kearahnya. “ Anda sudah mabuk berat, tuan “

“ Aku tidak mabuk, bodoh ! “ katanya. Ia menuang bir kedalam gelasnya, warnanya kuning dan berbusa. “ Ini air kencing yah ? Hehehe…“

Waitress menghela nafas. “ Baiklah. Jika nanti tuan ingin ketoilet, panggil aku “

Ia meminum habis bir-nya, kemudian berdiri sempoyongan. Mulutnya mencibir kepunggung waitress. Dari selangkangannya mengucur air berwarna kuning dan berbusa.

Ia duduk kembali. Minum, lalu kencing lagi. Terus-menerus minum dari, sekaligus kencing pada gelas yang sama.

Senyumnya mengembang,“ ini baru bir ajaib, dari tadi tidak habis-habis !? “

Apakah saya mengungkapkan latar cerita pada flash fiction diatas ?

Tidak.

Sekarang coba tebak, dimana peristiwa diatas terjadi ?

Anda benar…… cerita diatas terjadi disebuah Bar.

Padahal saya tidak mencantumkan satupun kata Bar, atau deskripsi mengenai Bar seperti meja, kursi, bartender, lemari minuman, dsb,

…Itulah seni menulis fiksi dalam 100 kata.

Anda hanya perlu meminjam kepala pembaca untuk mengimajinasikan sendiri latar cerita…. Alih-alih menuliskannya.

Bagaimana cara melakukannya ?

4 Cara menghadirkan unsur latar kedalam cerita 100 Kata

Saya menemukan dan telah menggunakan efektifitas ke-4 cara ini kedalam puluhan flash fiction.

1. Teknik Okulasi

Mencangkokkan latar pada profesi salah satu –atau lebih– karakter dalam cerita. Teknik ini efektif jika dalam cerita tersebut anda menyebutkan nama profesinya. Bukan nama karakternya.

Saya menggunakan teknik ini antara lain pada falsh fiction berjudul Bayar Dobel.

Dalam cerita tersebut, salah satu karakter figurannya adalah seorang Room boy.

Cerita ini tidak menyebutkan satupun kata hotel atau penginapan atau wisma.  Tetapi hotel sebagai latar tempat dapat pembaca rasakan kehadirannya melalui  kehadiran room boy yang sedang bekerja.

Contoh teknik okulasi lain yang bisa Anda pergunakan yaitu….. Koki (Dapur restoran)….  Guru (ruang kelas)….  Imam/jamaah (Mesjid)…..  penata rambut (salon).

2. Melalui Tindakan Karakter

Anda bisa menghadirkan latar melalui tindakan yang dilakukan oleh karakter-karakter di dalam cerita.

Saya menggunakan teknik ini dalam flash fiction berjudul No Smoking.

Cerita ini menampilkan adegan dimana salah satu karakternya  sedang menyekop pasir keatas truk, sementara karakter lainnya sedang duduk mengaso karena kelelahan.

Adegan tersebut menunjukkan latar cerita yang bertempat di sebuah tambang golongan C (penggalian pasir).

3. Kehadiran Alat Peraga

Anda tidak harus menggambarkan tempat kejadian dengan jelas, atau dalam skala besar.

Anda bisa memanfaatkan alat peraga, atau bagian-bagian kecil (khusus) dari tempat tersebut, untuk mewakili benda secara keseluruhan.

Saya mengadaptasi teknik ini salah satunya pada flash fiction berjudul Malam Pertama.

Pada cerita tersebut saya tidak menyebutkan tentang kamar atau rumah sebagai tempat berlansungnya cerita.

Saya hanya menampilkan adegan dimana karakternya sedang …mengetuk pintu; .. melompati jendela.

Tapi………pintu dan jendela adalah bagian kecil yang mewakili keberadaan kamar, atau rumah secara keseluruhan.

4. Mengalir bersama plot

Saya memakai teknik ini pada flash fiction berjudul  Asumsi.

Plot-nya menceritakan seorang wartawan yang meliput peristiwa tabrak lari…berusaha menembus kerumunan massa…. kemudian melihat korban dari dekat.

Plot ini telah membawa pembaca seolah sedang berada di jalan raya tanpa perlu saya menyebutkannya.

Selanjutnya…

Saya ingin mendengar tanggapan Anda mengenai topik ini pada kolom komentar dibawah.

…dan jika Anda merasa ini bermanfaat, pastikan Anda meneruskannya kepada teman Anda via faceboook & twitter…

Langganan Indonovel (Gratis)

Pastikan Anda membaca setiap posting Indonovel berikutnya. Segera berlangganan (gratis) via email sekarang :

.
About Daeng Anto

Founder indonovel.com™. Penggemar Sting, Levi's, nonton tinju, molen bandung, warna abu-abu & angka 7. Kini dia betah bermukim di Makassar...oleh sebab -katanya- sunset di Makassar juara satu sedunia