
Ringkas, gegas, tuntas.
Istilah fiksi mini 100 kata (flash fiction) merupakan kategori fiksi yang tergolong ‘baru’ di tanah air.
Meski tidak benar-benar baru ditemukan.
Internetlah yang berjasa menampakkannya ke permukaan. Media online yang kemudian memberikannya tempat.
Kita tahu, media cetak sejenis koran dan majalah cenderung ‘diskriminatif’ terhadap kategori fiksi dibawah 100 kata.
Sekarang ini flash fiction tengah mencuri perhatian netizen. Baik pembaca maupun penulis fiksi.
Tingginya minat pembaca juga dapat dilihat oleh semakin banyaknya lomba menulis flash fiction bersponsor (silahkan anda googling frase ‘lomba flash fiction’).
Pihak sponsor tentu melihat tingginya prospek jumlah pembaca flash fiction.
Dari segi isi, fiksi ini tak ada bedanya dengan fiksi pendek atau panjang pada umumnya. Kecuali ukurannya yang telah diminiaturisasi.
Ibarat pohon yang dibonsai, flash fiction tetap memiliki akar, batang, dahan dan daun.
Flash fiction berciri gegas, ringkas namun tetap tuntas sebagai sebuah cerita.
Karakteristik tulisan yang dianggap cocok bagi tipikal pembaca media online yang ingin serba cepat-instan.
Blog ini sudah menerbitkan belasan artikel mengenai flash fiction. Namun tak ada salahnya jika saya -sekali lagi- menyajikan intisarinya dalam satu artikel rangkuman.
Saya akan membawa anda kembali menemukenali flash fiction secara sistematis, ringkas, namun tuntas dalam satu pembahasan. Ibarat kata, dari A sampai Z (harfiah, tentu saja).
Nah, mari kita mulai.
A
asal muasal flash fiction dapat ditemui akarnya pada fabel-fabel Aesop.
Sejarah sesudahnya juga merekam penulis dunia seperti Anton Chekov dan Ernest Hemingway pernah menulis fiksi mini.
Anda tentu ingat dengan fiksi 6 kata Hemingaway; For Sale; Babys shoes, Never worn.
Kini tradisi fiksi mini telah berkembang ke seluruh dunia, meski istilahnya beragam, seperti; sudden fiction, microfiction, micro-story, postcard fiction, dan short short story.
B
babak. dalam flash fiction sama saja dengan cerita pada kategori fiksi panjang. Flash fiction wajib terdiri dari babak awal, tengah dan akhir.
Flash fiction bukan potongan cerita atau kepingan adegan dari sebuah cerita besar.
C
Cerita utuh. Flash fiction bukan puisi, potongan prosa atau ringkasan ide. Selain lengkap dalam pembabakan cerita, flash fiction juga wajib menghadirkan 4 unsur pembangun fiksi, yaitu; Karakter, setting, konflik dan resolusi.
Semua unsur wajib hadir dan tuntas dalam 100 kata. Cerita tidak diperkenankan mengambang/bersambung.
D
Deskripsi sedapat mungkin dihindari saat menulis flash fiction.
Deskripsi yang umum dalam fiksi panjang seperti karakter atau latar (waktu dan tempat), tidak punya ruang dalam cerita 100 kata.
Pengalaman saya menunjukkan bahwa adegan/aksi dan dialog menjadi pilihan terbaik untuk menuntaskan cerita dalam 100 kata.
E
Ending yang mengejutkan masih menjadi trend flash fiction saat ini. Meski tidak wajib seperti itu.
Paling tidak ending memiliki fungsi ‘pengingat’ yang akan membekas dalam benak pembaca.
Fungsi utama ending adalah menuntaskan cerita. Kadang berupa moral cerita, kesimpulan, atau resolusi atas tema konflik.
F
Flash fiction adalah fiksi mini 100 kata. Substansi dari kategori ini sebenarnya lebih kepada tantangan menulis cerita utuh dengan jumlah kata terbatas.
Semakin sedikit jumlah kata, semakin mengasah kemampuan kita untuk menulis kalimat-kalimat efektif.
G
Garis besar cerita dalam flash fiction terdiri dari 3 babak. Awal-tengah-akhir.
Buatlah pembukaan yang lansung menukik pada krisis/puncak aksi/konflik. Isi pertengahan dengan adegan dan dialog, lalu akhiri dengan twist ending.
H
Hikmah yang ditarik dari cerita menjadi salah satu bukti kalau flash fiction merupakan cerita yang utuh.
Sebuah potongan cerita tentu tidak menghasilkan hikmah.
Sekarang ini banyak flash fiction yang kadang menyaru cerita humor seperti yang lazim ditemui pada koran atau majalah.
Flash fiction boleh bertema humor, namun tidak boleh kehilangan cita rasanya sebagai seni bahasa. Ramu tema humor itu hingga pembaca, tanpa sadar mendapat ‘moral’ ‘pencerahan’ setelah dia puas tertawa.
I
Ide flash fiction bisa datang dari mana saja.
Ide terbaik menurut pengalaman saya, umumnya diawali dari keinginan untuk menyampaikan pesan, moral cerita kepada pembaca. Keiniginan itu dipicu setelah menyaksikan fenomena keseharian, termasuk memirsa berita-berita media massa.
Bila ide ceritanya sarat pesan, maka kemungkinan ide itu layak untuk dikembangkan menjadi cerita.
J
Judul termasuk bagian penting dalam flash fiction. Karena keterbatasan kata, maka penulis bisa memanfaatkan judul untuk memberi ‘clue’ kepada pembaca.
Judul tidak sekedar menarik pembaca. Dengan judul kita bisa menghindari narasi pembukaan. Pembaca memperoleh ‘clue’ mengenai latar belakang cerita melalu judul, tentang apa dan bagaimana isi cerita.
K
Karakter mutlak hadir dalam flash fiction. Tentu saja, mustahil mendeskripsikan fisik dan psikis karakter dalam 100 kata.
Demi mensiasatinya, kita bisa menumpangkan karakterisasi tokoh kedalam dialog, adegan, nama profesi, atau setting.
Sila baca artikel 4 Tips menampilkan Karakter dalam Flash fiction
L
Latihan menulis flash fiction bisa dimulai dengan mengadaptasi cerpen 1.000 kata kedalam 100 kata saja.
Menulis flash fiction memang susah bagi yang terbiasa menulis panjang.
Berlatihlah membuang semua kata-kata yang tidak perlu.
M
Maksimalisasi fungsi kata untuk menyiasati keterbatasan kata.
Utamakan diksi yang bermakna ganda dan konotatif (punya tekanan emosional tertentu).
N
Narasi dalam flash fiction diperlakukan layaknya wesel ditangan anak kost,
Pemakaian narasi yang terbaik –menurut pengalaman saya- sebatas transisi antar adegan (satu kalimat kurang lebih 10 kata, baik sebelum atau sesudahnya).
O
Opening kunci utama flash fiction. Tidak ada pembukaan yang bertele-tele, atau datar.
Pembukaan lansung dimulai oleh krisis (puncak aksi/konflik). Hindari godaan menulis latar belakang cerita.
P
Plot mengalir lancar, sederhana, dan mustahil sekompleks novel.
Flash fiction hanya berkisah tentang satu tema, tempat dalam satu waktu (menit, jam, hari).
Q
Quality flash fiction ada pada ide/gagasan cerita yang orisinil, baru dan sarat pesan/moral cerita.
Flash ficton yang hanya membuat pembacanya tertawa (humor), tanpa menarik hikmah dari cerita, sama sekali bukan tujuan kita.
R
Resolusi. Sebagai cerita, flash fiction harus memberikan resolusi cerita yang jelas.
Cerita jangan berakhir mengambang.
Resolusi berarti karakter dalam cerita mendapat ‘perubahan’ setelah mengalami konflik.
S
Setting wajib hadir dalam flash fiction. Namun tidak mungkin mendeskripsikan detil-detil latar (tempat, waktu atau sosial) dalam 100 kata.
Triknya yaitu menumpangkannya pada karakter.
Contohnya, bila kita menamai karakternya dengan ‘si koki’ atau ‘pak guru’, dalam adegan sedang bekerja, maka tidak perlu lagi menjelaskan latar ‘dapur’ atau ‘ruang kelas’.
Pembahasan lengkapnya ada pada artikel Setting Dalam Flash Fiction
T
Tempo cepat dianjurkan dalam menulis flash fiction. Tempo sedang, apalagi lambat sulit diterapkan sebab boros kata-kata.
Tempo cepat memudahkan kita memangkas kalimat-kalimat yang tidak penting.
U
Unsur-unsur yang wajib hadir dalam fiksi mini 100 kata ada 4, yaitu; karakter, konflik, setting dan resolusi.
V
Visualisasikan cerita memakai teknik show don’t tell.
Cara termudah menerapkan teknik ini dengan meniadakan deskripsi. Biasakan memakai kalimat aktif berpola S-P-O (kata kerja aktif ditandai oleh awalan me).
Buatlah cerita yang padat adegan dan dialog.
W
Wiracerita sepanjang Lord Of The Ring karya Tolkien memiliki elemen pembangun yang sama dengan flash fiction, bahkan dengan tweetfiction (fiksi mini 140 karakter).
Elemen dimaksud adalah pembabakan; awal-tengah-akhir, serta hadirnya unsur; karakter, konflik, setting dan resolusi dalam cerita.
Itulah substansi cerita fiksi, baik kategori fiksi panjang maupun pendek.
X
X adalah huruf yang menggambarkan struktur alur cerita flash fiction.
Padanan lain bentuk ini adalah jam pasir. A
Awal cerita berupa krisis merupakan hal terpenting, sama pentingnya dengan ending yang memuat resolusi serta menuntaskan cerita. Sedangkan bagian tengah dibuat seramping mungkin, hanya berisi adegan dan dialog.
Kikis habis lemak berbentuk deskripsi dan narasi pada bagian tengah.
Y
Yakin pada torehan kalimat pertama anda. Jangan mengedit saat menulis draft pertama.
Torehan pertama adalah suara alami anda. Pada saat mengedit, anda bisa menghilangkan sebagian atau seluruh kata dalam kalimat-kalimat tertentu. Atau anda mungkin merubah susunan kata atau pola kalimat. Namun ruh cerita tetap hadir disana, yang berasal dari torehan pertama anda.
Jadi yakinlah pada kata-kata pertama anda sendiri.
Z
Zenit, kulminasi, titik puncak aksi flash fiction sebaiknya ditempatkan pada bagian pembukaan. Mengenai ini, ada sebanyak 40 contoh flash fiction bisa anda baca di blog flash fiction saya. Silahkan.
Apa anda punya tanggapan atas artikel ini ? Saya berharap tidak sepanjang A – Z
Apapun itu, dengan senang hati saya akan mendiskusikannnya bersama anda pada kolom komentar dibawah ini.
photo credits : creative commons by Traum Teufel 666

Jujur baru dua kali baca flash fiction, milik teman saya & mas Anto. Tapi saya masih belum mengerti dengan proses menulisnya, mungkin karena selama ini saya selalu menulis cerita yg terlalu rumit dan bertele-tele. Terima kasih untuk artikelnya, Mas.
sila membaca kumpulan tips menulis flash fiction. tips2 itu hasil pengalaman saya pribadi menulis flash fiction untuk antojournal.com.
tips2 itu cukup efektif bekerja bagi saya. saya harap juga bisa bekerja bagi anda.
salam, terima kasih sudah mampir.
Terima kasih untuk Kitab Suci tentang Flash Fiction-nya, Mas Rusdianto
.
Pedoman2nya bermanfaat untuk pemula seperti saya.
ini belum ‘kitab suci’, mas Green. risalah kecil aja.
pemula yah ? hmm.. definisi pemula bersifat karet. kita semua bisa masuk didalamnya..
FF lagi, Mas Rus
bagus nih, semacam kamus singkat FF.
thanks.
iya nih, mbak GiGi. FF lagi.
betul mbak, semacam rangkuman all in One FF