Cara Maggie Menyampaikan Moral Cerita Tanpa Memberitahu Pembaca (Resensi Novel Winter Dreams)

 

Resensi novel winter dreams Maggie Tiojakin & Cara membuat novel

Show, Don’t Tell | Maggie Tiojakin

Bagaimana jika saya katakan ada sebuah novel yang bisa mengajari anda teknik menulis show, don’t tell.

Dan novel itu adalah Winter Dreams (Gramedia Pustaka Utama, 2010), karya Maggie Tiojakin.

Benar.

Winter Dreams – diluar isinya – menunjukkan kepada anda cara menggunakan teknik menulis ‘tampilkan, jangan katakan’ yang sebenarnya.

Mari kita lihat.

Sekilas Tentang Show, Don’t Tell

Tampilkan, jangan katakan

Hampir semua penulis fiksi mengetahui prinisp ini. Tapi menerapkannya itu soal berbeda.

Termasuk jika memahami penggunaannya secara parsial. Misalnya terbatas pada visualisasi karakter.

Contohnya seperti ini :

Versi mengatakan :

Ia tampak seperti putri kerajaan Eropa.

Versi menampilkan :

Perempuan berambut pirang dan bermata kehijauan…… Tubuhnya kurus dan dilapisi jas overcoat yang terbuat dari kulit dengan kerah tebal berbulu. Ia juga mengenakan sepasang sarung tangan dan sepatu boot.

(Walau untuk kasus ini, Maggie juga menggunakannya dengan baik – seperti contoh diatas).

Tapi anda mesti ingat…

Penerapan Teknik Show, Don’t Tell Dimaksudkan Untuk Keseluruhan Cerita

Khususnya dalam usaha menyampaikan moral cerita kepada pembaca.

Penulis dituntut menampilkan moral cerita ketimbang mengatakannya lansung.

..Dan salah satu caranya yaitu dengan memakai Teori Gunung Es Ernest Hemingway.

1/8 fakta-fakta keras melayang di atas air. Sementara 7/8 bagian cerita berupa struktur pendukung, lengkap dengan simbolisme, berada jauh di kedalaman.

Sebagai perbandingan…

Anda bisa melihat contoh buruk penyampaian moral cerita pada jenis sinetron religi di  televisi.

Lazimnya sinetron religi berupaya menyampaikan moral cerita dimana kebajikan pasti menang melawan kejahatan.

Biasanya anda akan menemukan penulis skenarionya -melalui mulut karakter- memberikan petuah kebenaran di sekujur tayangan.

Dan diakhir cerita..

Sosok karakter berjubah dan bersorban dan berjenggot kerap muncul, memberi nasehat tentang kebenaran kepada penjahat – yang akhirnya bertobat setelah mendengar petuah tersebut.

Begitu gamblang pembaca menyaksikan moral cerita mengambang diatas permukaan.

Sekarang…

Mari kita lihat versi menampilkan, seperti…

Cara Maggie Melakukannya Dalam Winter Dreams

Melalui tokoh Aku (Nicky), Maggie ingin menyampaikan kepada pembaca mengenai makna cinta sejati -perjalanan Nicky selama semusin di Boston, USA, hanya kemasan.

Tapi Maggie tidak pernah mengatakan kepada pembaca mengenai arti cinta sejati baik melalui narasi, dialog atau pikiran karakternya.

Maggie memilih menyembunyikan moral dibalik cerita.

Untuk memahami makna cinta sejati, Maggie justru mengajak pembaca membandingkannya dengan yang bukan cinta sejati.

Jadi alih-alih bercerita tentang hubungan Nicky dengan Natalie, Maggie lebih banyak menyoroti jalinan asmara Nicky dengan Polina, kemudian dengan Esme.

Disisi lain..

Nicky digambarkan tidak menyadari kalau sebenarnya dia mencintai Natalie..sahabatnya sekaligus istri dari sahabatnya, Dev.

Namun dengan membandingkan kisah ‘’cinta semu’ Nicky dengan Polina & Esme, pembaca jadi mudah memahami makna cinta sejati Nicky kepada Natalie.

Baik, Anda Mungkin Bertanya

Bagaimana pembaca bisa tahu kalau itu cinta sejati ?

Apalagi Maggie sendiri menunjukkan karakter Nicky tidak menyadari dirinya mencintai Natalie ?

Disinilah teknik show don’t tell bermain.

Menampilkan Lewat Adegan

Tidak sekalipun Maggie mengatakan, baik melalui ucapan atau pikiran Nicky, tentang perasaannya terhadap Natalie.

Maggie memakai adegan demi adegan untuk menampilkan gambaran cinta sejati yang dirasakan Nicky terhadap Natalie.

Berikut antara lain penggalan adegannya :

Nicky bersama Artin, mentor menulisnya – Hal. 234

“ Oh, aku turut menyesal.”

“Kenapa?”

“Kukira..”

“Kami hanya teman.”

Artin mulai mengunyah, mulutnya penuh“Right.”

Nicky bersama Reno, sahabatnya – Hal. 267

“Sudah berapa lama kau menaruh hati pada istri sahabatmu ?’

“Apa?”

“Ayo jujur.”

“Kau tahu aku tinggal bersama esme,”kataku.

Nicky bersama Esme, pacar keduanya – Hal. 270

“Kau mempermalukan aku dihadapan teman-temanmu,” katanya tegas. “ dan lebih parah lagi kau melakukannya hanya untuk—“

…………..

“Hanya untuk menarik perhatian dia..”

Nicky bersama Natalie di pertemuan terakhir mereka – Hal. 285

Natalie menggengam tanganku terlalu erat. “Come inside. We’ll celebrate. I’m freezing.”

“ I should get going.”

“Nicky…”

Lihat.

Tidak ada pemberitahuan tentang makna cinta sejati.

Yang ada hanya adegan demi adegan antara Nicky dengan seluruh karakter dalam cerita..

Sementara makna cinta sejati -moral cerita- dengan segala simbolnya mengendap jauh dikedalaman.

Tapi pembaca dengan mudah menelusuri jejak demi jejak dari setiap adegan kemudian merangkumnya sendiri.

Benar..

Pembaca bisa menangkap bagaimana Nicky akhirnya menemukan makna cinta sejati pada sosok Natalie, hanya melalui adegan-adegan yang ditampilkan Maggie.

..Dan bukan karena Maggie mengatakannya lansung kepada pembaca.

Mengembalikan Kedaulatan Pembaca

Sekarang ini kebanyakan karya fiksi menggurui pembaca.

Pembaca tidak lagi menemukan kemewahan menginterpretasi cerita karena intervensi penulis  –> Click to Tweet

Padahal, menangkap moral cerita mestilah hak pembaca.

Tapi Winter Dreams adalah pengecualian.

Novel ini berbeda karena kemampuan Maggie Tiojakin menggunakan teknik show don’t tell.

Anda juga bisa mencobanya saat membuat novel atau cerpen anda sendiri.

Catatan : Saya memakai teknik ini saat menulis cerpen Aliena.

Sekarang, bagaimana menurut anda ?

Apakah anda punya penilaian yang sama atau berbeda atas novel ini ? Saya ingin mendengarnya pada kolom komentar.

PS

Tertarik mengetahui lebih jauh cara menulis novel ? Anda bisa bertanya lansung pada Maggie Tiojakin via twitter @MaggieTiojakin.

Langganan Indonovel (Gratis)

Pastikan Anda membaca setiap posting Indonovel berikutnya. Segera berlangganan (gratis) via email sekarang :

.
About Anto Dachlan

Founder indonovel.com™. Penggemar Sting, Levi's, nonton tinju, molen bandung & angka 7. Kini dia betah bermukim di Makassar...oleh sebab -katanya- sunset di Makassar juara satu sedunia

Comments

  1. dhico velian says:

    Terima kasih untuk teknik menulisnya, Mas!
    Butuh banyak contoh dan latihan utk dpt menguasai teknik ini…

  2. Saya rasa akan banyak penulis2 amatir seperti saya yang gelisah sekaligus excited setelah membaca penjelasan ini. :P Karena saya pun juga melalui fase “menggurui” melalui cerita fiksi yang saya coba buat. Bahkan saya pernah tetep bikin juga walau udah mulai ngerti tentang show don’t tell, karena masih bingung gimana sebenernya “sikap” penulis fiksi yang baik, supaya nggak terlalu kaku dan perfeksionis tapi juga nggak asal-asalan. Terimakasih mas situsnya sangat mencerahkan nih. :)

  3. rasheed shaz says:

    bagus sekali pak web nya btw doakan ya novel aq jadi amiin :-)

    • Rusdianto says:

      Terima kasih, Mas Rasheed.

      Tentu. Jadi semangat selalu dan jangan berhenti sampai novelnya terbit. Amin.

Speak Your Mind

*