5 Cara Menulis Paragraf Pertama Seperti Cerpenis Kelas Dunia

kumpulan cerpen klasik dunia fiksi lotus

Bagaimana cara cerpenis kelas dunia menulis paragraf pertama ?

Tugas paragraf pertama sebuah cerpen adalah menarik orang agar membaca paragraf berikutnya.

Baik, Anda paham.

Pertanyaannya, bagaimana cara membuat paragraf pertama yang menarik ?

Menulis paragraf pertama pada draft awal mungkin bukan perkara sulit. Anda hanya perlu menulis tanpa mengedit, seperti nasihat Guy de Maupassant:

Untuk memulai menulis cerita, Anda cukup menggoreskan hitam diatas putih –> Click to tweet

Namun saat merevisi draft awal, Anda wajib mencemaskan paragraf pertama. Jika paragraf pertama Anda gagal menunaikan tugasnya, alamat sia-sialah seluruh kerja keras Anda.

Anda tidak mau itu terjadi, bukan ? Jadi pada posting ini kita akan belajar menulis paragraf pertama……dan kita akan mempelajarinya dari cerpen-cerpen klasik dunia.

Tapi mengapa dari cerpen-cerpen klasik dunia?

Karena cerpen-cerpen klasik terbukti bertahan melewati waktu, antara lain karena daya tarik paragraf pertamanya…..Selain soal selera. Juga.

5 Cara Menulis Paragraf Pertama Sebuah Cerpen

Sedikitnya ada 5 cara menulis paragraf pertama yang bisa ditiru dari cerpen-cerpen klasik.

Catatan : Anda bisa membaca utuh contoh cerpen-cerpen dibawah pada Fiksi Lotus (Maggie Tiojakin)… 2 diantaranya  termasuk dalam buku Kumpulan Cerpen Klasik Dunia Fiksi Lotus vol.1 (Gramedia Pustaka Utama, 2012).  Volume 2-nya akan terbit awal tahun 2013.

Berikut kelima cara tersebut :

1. Memunculkan Masalah Yang Harus Diselesaikan Oleh Karakter

Pembukaan ini favorit para penulis. Pembaca (dan manusia umumnya) tertarik pada masalah – khususnya yang terjadi pada orang lain.

Mari kita lihat contohnya pada cerpen The Gift Of The Magi (1906) karya O. Henry.

Satu dolar dan delapan puluh tujuh sen. Cuma itu. Bahkan, enam puluh sen dari jumlah itu terdiri dari uang receh bernilai satu sen-an, hasil simpanannya selama ini—yang didapatnya dengan cara mendesak tukang sayur, tukang daging dan penjaga toko kelontong agar sudi menjual dagangan mereka kepadanya dengan harga termurah. Proses tawar-menawar itu tidak jarang membuatnya malu, hingga pipinya memerah, sebagaimana semua orang pasti merasakan hal yang sama jika mereka ada di posisinya. Tiga kali sudah Della mempermalukan diri. Satu dolar dan delapan puluh tujuh sen. Lebih sial lagi, besok adalah Hari Natal.

Contoh pembukaan diatas lansung mengetengahkan pokok persoalan yang harus diselesaikan oleh karakter (Della) :

Satu dolar dan delapan puluh tujuh sen. Cuma itu…

…… besok adalah Hari Natal.

Emosi pembaca terhubung dengan cerita karena mengangkat masalah yang familar. Di Indonesia, sebagian besar kita mengalaminya –minimal- sekali setahun (cukup mengganti Natal dengan Lebaran).

Untuk menonjolkan masalah, O. Henry mendramatisir latar belakang karakter yang hidup pas-pas-an.

Lewat detail; Uang receh. Mendesak pedagang untuk memberikan harga termurah. …membuatnya  malu hingga pipinya merah…. O. Henry menunjukkan beban hidup keseharian karakternya. Informasi ini dengan sendirinya meningkatkan intensitas masalah.

2. Memulai Dengan Aksi

Jenis pembukaan ini lansung melompat ke tengah cerita. Tanpa latar belakang.

Sebuah insiden memotong semua latar belakang yang bertele-tele (biasanya hadir dalam draft awal)…tepat saat aksi karakter mengambil alih cerita.

Contohnya cerpen The Man Who Shouted Teresa karya penulis Italia, Italo Calvino.

Aku menjauh dari trotoar, berjalan mundur beberapa langkah dengan wajah tengadah, lalu dari tengah jalan, seraya mengatupkan kedua tangan agar membentuk corong di sekitar mulut, aku berteriak sekeras-kerasnya: “Teresa!”

Teknik membuka cerpen dengan aksi mengacu ketat pada prinsip show don’t tell (tunjukkan, jangan katakan).

Lihat bagaimana Italo Calvino menunjukkan aksi tokoh ‘Aku’ lewat rincian; Menjauh, berjalan mundur, wajah tengadah, mengatupkan tangan

Menunjukkan membuat adegan lebih hidup. ketimbang hanya mengatakanaku berdiri di trotoar dan berteriak memanggil Teresa’.

3. Memberikan Garis Besar Cerita

Pembaca bisa mengidentifikasi garis besar cerita hanya dengan membaca paragraf pertama.

Namun hati-hati menggunakan jenis pembukaaan ini. Menampilkan seluruh garis besar cerita sama saja menyuruh pembaca Anda pergi. Karena itu, jenis pembukaan ini sengaja menahan informasi penting mengenai motif karakter (alasan mengapa kisah terjadi).

Contohnya cerpen Pesta Makan Malam (1973) karya Roald Dahl, seorang penulis dan penyair asal Inggris.

Begitu George Cleaver resmi menjadi seorang jutawan, dia dan istrinya, Mrs. Cleaver, pindah dari rumah kecil mereka di pinggiran kota ke sebuah rumah mewah di tengah kota London. Pasangan itu kemudian menyewa jasa seorang koki asal Prancis, Monsieur Estragon, dan seorang pelayan berkebangsaan Inggris, Tibbs—dengan tuntutan gaji yang sangat besar. Dibantu oleh kedua orang tersebut, pasangan Mr. dan Mrs. Cleaver pun berniat menaikkan status sosial mereka dan mulai mengadakan pesta makan malam yang luar biasa mewah sebanyak beberapa kali seminggu.

Pembaca bisa mengetahui, kalau cerpen ini berkisah tentang rencana pasangan Cleaver untuk meningkatkan status sosial mereka.

Dikatakan garis besar, juga, karena telah memperkenalkan karakter, yang terdiri dari Mr & Mrs. Cleaver, koki Estragon, dan pelayan Tibbs. Mengandung benih konflik antara pasangan Cleaver Vs. Koki & pelayan yang menuntut gaji besar…serta latar di rumah mewah kediaman pasangan Cleaver.

Yang tersisa hanya alasan; kenapa ?

Kenapa untuk meningkatkan status sosial, pasangan Cleaver mesti menggelar pesta-pesta makan malam yang mewah …sampai rela menggaji mahal seorang koki asal Perancis ?

Roald Dahl  sengaja menahan informasi tersebut sebagai trik menarik orang membaca.

4. Mengisyaratkan Bahaya (Ketegangan)

Pembukaan ini memberi pertanda kepada pembaca tentang bahaya yang menghampiri karakter – Manusia menyukai ketegangan, sebenarnya.

Contohnya bisa dilihat pada cerpen The Interlopers (1919) karya Saki (nama pena dari Hector Hugh Munro), seorang penulis asal Inggris

Di tengah rimbunnya pepohonan dalam sebuah hutan lebat di belah timur tebing Pegunungan Carpathian, seorang pria berdiri tegap mengawasi sekelilingnya. Saat itu musim dingin, dan ia tampak seolah sedang menunggu monster hutan datang menghampirinya, dalam jangkauan pandangannya, agar kemudian dapat ia bidik dengan senapan berburunya.

Saki mengirim pertanda bahaya melalui :

Karakterisasi ; ….berdiri tegap mengawasi sekelilingnya…dan ..tampak seolah menunggu monster hutan.

Latar ; …Pegunungan, tebing, hutan lebat, musim dingin, dan…

Peralatan untuk membunuh berupa…. senapan berburu.

5. Menampilkan Lokasi Cerita

Membuka dengan tempat kejadian hanya jika tempat tersebut berperan besar dalam cerita.

Contohnya seperti cerpen A Clean, Well-Lighted Place (1926) karya karya Ernest Hemingway.

Saat itu larut malam dan semua orang beranjak meninggalkan café tersebut kecuali seorang pria tua yang duduk dalam bayang-bayang dedaunan pohon yang berdiri kokoh di samping sebuah lampu listrik. Di siang hari, jalanan di depan café sarat akan debu kotor, namun di malam hari embun yang terbentuk di udara serta-merta menyingkirkan serpihan debu dari permukaan jalan. Itulah sebabnya si pria tua senang duduk di café saat semua orang justru ingin pulang ke rumah, karena ia tuli dan di malam hari suasana di jalan tersebut berubah sunyi, seolah membawanya ke alam lain.

Pembukaan ini memberi petunjuk kepada pembaca adanya hubungan spesial antara lokasi kejadian dengan karakter ….dan tema cerita secara keseluruhan – Hemingway sudah mengisyaratkan itu melalui judul. Juga.

Dengan kata lain, sebuah lokasi sekaligus merepresentasikan karakter & tema itu sendiri.

Lihat contoh diatas. Hemingway meminjam tempat sebagai media karakterisasi… Visualisasi lokasi cerita mewakili sifat penyendiri karakter si pria tua. Itulah tipe pria-pria berjiwa rentan, kesepian, dan biasanya mengidap insomnia – itu sebabnya memilih kafe (yang bercahaya terang). Bukan bar.

Catatan : tidak ada alasan pribadi kenapa saya memilih cerpen ini sebagai contoh :)

Paragraf Pertama Memancing Pertanyaan Pembaca

Paragraf pertama sebuah cerpen menarik karena memicu rasa ingin tahu pembaca.

Pertanyaan menyuap orang agar meneruskan bacaan.

Meski kelima paragraf pertama cerpen diatas berbeda, namun semuanya memancing pertanyaan dibenak pembaca :

- Membuka dengan masalah yang harus diselesaikan oleh karakter

Pembaca ingin tahu bagaimana karakter menyelesaikan masalah ? Perubahan apa yang terjadi pada diri karakter setelah melewati masalah ? (resolusi).

- Membuka dengan aksi (insiden)

Apa maksud karakter melakukan aksi (insiden) ?

- Membuka dengan garis besar cerita… TAPI menahan informasi penting mengenai motif; kenapa karakter melakukan sesuatu?

- Membuka dengan pertanda bahaya (ketegangan)

Apakah karakter berhasil melewati bahaya ? Apa  yang akan terjadi dengannya ?

- Membuka dengan menampilkan lokasi cerita

Mengapa tempat tersebut istimewa ? Apa hubungan lokasi cerita dengan karakter…dan tema cerita secara keseluruhan?

…Satu hal lagi. Selalu menampilkan karakter dalam paragraf pertama.

Ada alasan mengapa kelima pembukaan cerpen diatas lansung memperkenalkan karakternya. Penulisnya tahu sifat dasar manusia. Setelah semua, manusia paling tertarik dengan sesamanya. Itu sebabnya kehadiran karakter, atau nama orang, lansung menarik perhatian pembaca.

Sangkalan : Belum ada teknik menulis yang berlaku efektif bagi semua penulis… Teknik menulis yang sama tidak menjamin hasil yang sama ditangan dua penulis berbeda.

Bagaimana Dengan Anda ?

Apakah Anda punya pembukaan cerpen favorit ? Saya ingin Anda menulis kutipannya pada kolom komentar dibawah – dengan senang hati, mari kita mendiskusikannya.

…dan terima kasih. Saya sangat menghargai Anda, karena mau berbagi posting bermanfaat ini kepada teman Anda via facebook & twitter.

Langganan Indonovel (Gratis)

Pastikan Anda membaca setiap posting Indonovel berikutnya. Segera berlangganan (gratis) via email sekarang :

.
About Anto Dachlan

Founder indonovel.com™. Penggemar Sting, Levi's, nonton tinju, molen bandung, warna abu-abu & angka 7. Kini dia betah bermukim di Makassar...oleh sebab -katanya- sunset di Makassar juara satu sedunia

Comments

  1. Cindy Julianty says:

    Ah, saya mau minta saran. Ini pembukaan FF saya.
    “Hujan yang deras tertumpahkan di tengah hiruk-pikuk kota Tokyo dan Seoul secara bersamaan. Ada yang senang di sana. Tapi ada juga yang sedih disana. Yang senang? Orang yang ada di Tokyo.”

    Selanjutnya, saya langsung membuat karakter utama (yang merupakan karakter misteri dalam FF saya) berbicara.

    Mohon pendapatnya.

    • Anto Dachlan says:

      Bagus. Saya suka dengan kalimat terakhirnya.

      ” Yang senang ? orang yang ada di Tokyo’

      Saya sangat penasaran, mengapa orang di Tokyo senang ? apa yang akan terjadi ?

      kamu cerdas, Cindy.

      Beritahu saya kalau sudah kelar.

  2. Eko Rizal says:

    Mau nanya? Kalo mau buat judul dari cerpen itu baiknya gimana ya?

    • Anto Dachlan says:

      Coba cara termudah : Pakai nama karakter utama.

      Sebaiknya gunakan kata benda : nama karakter atau nama tempat yang menjadi latar cerita.

      Saya perhatikan cerpen-cerpen karya penulis dunia cenderung menghindari penggunaan kata sifat dalam judul.

  3. Ithuk Arthayani says:

    awalan langsung dialog gimana mas..
    terimakasih

  4. aslamiyah says:

    kak mau tanya nihh,,, gmna klo paragraf nya seperti ini sudah menarik blm?

    Seratus, dua ratus, tiga ratus,,, Rahma mulai menghitung satu demi satu uang yang ada digenggamannya, dengan wajah yang menunjukkan kegelisahan dia tak bisa menahan air matanya. Entah apa yang harus dilakukannya dengan uang yang hanya segitu. Padahal ia sudah tiga kali ditagih oleh pihak kampus untuk membayar SPP. Dan besok adalah hari terakhir Rahma untuk melunasi SPP tersebut. Jika tidak, ia akan di drop out.

    • Anto Dachlan says:

      Coba fokus pada adegan, show don’t tell.

      Seratus, dua ratus, tiga ratus,,, Rahma mulai menghitung satu demi satu uang yang ada digenggamannya,
      Besok adalah batas akhir dia harus melunasi SPP, atau drop out.

      • aslamiyah says:

        terimaksh kak sarannya,,,, kak mau tanya lgii,, knapa ya saya mash bingung klo mau buat lanjutan ceritanya,,,kira” yang menarik itu seperti apa ya kak

        • Anto Dachlan says:

          gimana gak bingung, Bagaimana cara kamu (atau pembaca) bsia menilai itu menarik atau tidak jika ceritanya saja belum kelar.

          Tulis draft pertama sampai selesai. Disini kamu fokus pada menyelesaikan cerita.

          Jangan berhenti untuk menilai atau megedi kalimat, paragraf atau kealahan ketik.

          Balap. Tuliskan semua apa yang ada dikepalamu saat itu.

          Speedwriting. Lupakan dulu soal menarik atau tidak.

          Setelah ada draft, kamu akan lebih mudah menilai bagian mana yang menarik dan yang kurang menarik. Saatnya merevisi.

          Ulangi sampai 5 – 7 kali revisi.

  5. halo, kak :) kenalin aku Widia. aku baru belajar buat nulis cerpen2 nih, kak. fanfiction sih lebih tepatnya hehehe. aku bercita-cita jadi novelis, kak. tapi sampe sekarang belum bisa bikin alur cerita yang mengalir pelan2, pasti selalu terlalu to the point kalau menurutku. kalau kakak berkenan, coba baca beberapa tulisan aku di blog ya, kak.. dan aku minta komentarnya juga hehe. makasih :)

    • Anto Dachlan says:

      Coba perbanyak adegan, imbuhkan deskripsi mengenai latar tempat terjadinya adegan dalam cerita. perbanyak detil-detil. Itu bisa memperlambat jalannya cerita.

  6. kok post aku di komen sebelumnya di hapus ya? :(

    • Anto Dachlan says:

      Coba cermati sekali lagi paragraf terakhir dalam posting ini. komentator2 sebelumnya salah kira (atau sengaja), sehingga mereka beramai-ramai posting contoh paragraf awal cerpen mereka sendiri. Akibatnya saya kewalahan mesti merespon semuanya :)

  7. Halo Kak, aku Gifta. Umurku 9 tahun sekarang. Aku mulai menulis sejak masih kecil. Terima kasih atas tipsnya, sangat membantu. Aku boleh minta saran cerita? di web-ku ada beberapa widget di sebelah kanan sidebar. widget terakhir adalah link ceritaku. terima kasih

    • Anto Dachlan says:

      Sejak masih kecil ? emang sekarang udah gede ? :)

      beneran kamu masih berumur 9 tahun ? koq di web & akun Google+ kamu gak ada foto profil-nya ?

  8. Kak. Aku mau nanya nih, aku kan kerja paruh waktu nulis artikel inggris dan review gitu. Nah untuk artikel katanya sih lumayan udah bagus, lalu saya juga mulai menulis cerpen ini sekarang.
    Nah cerpen saya itu dapet komentar yang lumayan bagus dan memicu keingintahuan katanya, sayang nggak ada satupun yang suka endingnya..
    Di kerangka nya saya bikin sih happy ending, cowok jadian lah sama ceweknya.
    Tapi pas udah nulis kok nggak bisa nulis ending yang romantis ya.. Dan saya bikin endingnya si cowok itu Gay.
    Lalu itu cerpen saya rubah endingnya. Nah komentar mereka lagi, endinya seperti novel kak Shanty Agatha.
    Duh, gimana dong kak untuk nyari kata-kata romantis penutup cerita tapi nggak bersumber dari novel orang lain? Makasih.???? maaf jadi curhat.. He he
    Makasih juga tips untuk menulis dari sudut pandang orang ketiga. Selama ini selalu dari sudut pandang orang pertama.
    Dan juga mau nanya, gimana kalo masalah gaya bahasa? Saya lebih suka pake gaya bahasa anak muda (yang udah gue impi-impiin dari jaman kapan tau.), bukan bahasa baku (yang sudah saya impikan dari dulu) misalnya gitu. Nah itu dia juga dapet beberapa komentar. Katanya mending bahasa baku aja. Nah menurut kakak gimana?????

    • Anto Dachlan says:

      Soal ending. Twist ending memang bagus. Pembaca suka kejutan. Tapi jangan dipaksakan.

      Romantisme gak mesti di akhir kan ? sebaiknya jejak-jejak romantisme sudah dirasakan pengunjung dari pembukaan.

      Gak melulu lewat kata-kata puitis. Cerpen gak memungkinkan penulis royal dalam berkata-kata.

      Tipsnya, tunjukkan romantisme lewat adegan. Gerakan dan gestur tiap karakter.

      Dan yang sering dilupakan banyak penulis, romantisme bisa dihadirkan lewat latar. bunyi musik, angin, udara dingin, pelangi, hujan, kafe, pasir.

      Gunakan semua indera (penciuman, penglihatan, pendengaran, sentuhan dan pengecap).

      Untuk gaya bahasa, penggunaan bahasa baku WAJIB hukumnya. Setidaknya bagi saya.

      Tau nggak, bahasa slang dan nge-gahul gitu cuman enak didengar namun membosankan dibaca.

  9. pak saya mau tanya, kalau cerpen yang temanya manusia dan tumbuhan itu bagusnya bagaimana ya?

  10. Devi nur says:

    Terimakasih Kak, atas tips2nya. bermanfaat. Kak, mau tanya nih, saya masih belajar nulis cerpen, apakah segala yg ada di cerpen harus jelas total? Sementara saya, kata teman, dalam penceritaan masih ngambang semua. padahal saya mengungkpkn scr lisan, “iniloh maksud saya!”, eh kenyataanya malah amburadul? bener ga’ kalau semua tulisan harus diredemsi?…. Atas jawabnnya saya ucapakn terimakasih! :-D hehehe, sekalian curhat (maaf ya Kak!)

    • Anto Dachlan says:

      Iya, harus jelas. Jika pembaca mengatakan cerita kamu ngambang, maka cerita kamu benar ngambang, Devi. Pembacalah juri sebenarnya, bukan penulis.

      Jangan berasumsi, tanyakan pada teman kamu, bagian mana dari cerita kamu yang menurut mereka tidak jelas. Lalu perbaiki bagian tersebut.

      Oh yah, apa yang kamu maksud dengan redemsi ? Boleh tunjukkan contohnya ?

  11. masagussss says:

    Wah. Makasih, kak. Ini membantu. Maaf, mau tanya, kak, untuk mencari ide menulis itu gimana, ya, kak?
    Mampir juga kak, ke blog saya, mohon masukan atas cerpen-cerpen saya. Mkasih, kak. :)

    • Anto Dachlan says:

      Baca tulisan orang lain. blogwalking, lalu lihat komentar pembacanya. Jika ada pertanyaan dari pembaca, itu adalah ide tulisan. Buatlah tulisan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

      dan untuk cerpen, pikirkan satu karakter, beri nama, usia, kebiasaan, tempat sekolah, profesi, dan sebagainya.

      Setelah itu beri dia masalah, mungkin dia kehabisan duit, sementara besok adalah hari Sabtu dan malamnya dia telah berjanji mengajak pacarnya pergi nonton.

      Bagaimana cara karakter mendapat uang ? bagaimana jika orang tuanya menolak memberikan. Semua temannya menolak meminjamkan dengan alasan bokek.

      Apakah dia harus terang kepada pacarnya ?

      Atau bagaimana jika tiba-tiba dia menemukan dompet dijalan penuh uang. Apakah dia memilih mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya, atau dia gunakan untuk mentraktir pacarnya ? Dan setelah nonton, si pacar mengatakan bahwa siang tadi pamannya baru saja kehilangan dompet.

      Ide tulisan tidak terbatas. Agus. kadang penulis sendiri yang membatasi pikirannya.

      • makasih kak atas sarannya dan ilmunya, semakin bertambah ilmu saya :)
        cuma masih sedikit bingung untuk memulai menulis tentang suatu hal yang belum tau apa yang akan saya ceritakan karena kebetulan saya baru mau belajar kak dalam dunia tulis menulis jadi masih bingung cerita seperti apa yang saya suka -_-“

  12. nur hafizah aisyah says:

    kak, baru ni di dunia menulis. makasih sebelumnya dengan tips tips buat cerpen. mau nanya bisa buat kata jad kalimat indah tuh gimana yah kak..?

    • Anto Dachlan says:

      kamu tidak perlu kalimat indah, Nur.

      Seorang penulis hanya perlu kalimat yang tepat dalam ceritanya.

      Baca karya Hemingway, Chekov, tak satupun kalimat indah didalamnya.

      Menyambung cerita dari awal sampai akhir…..Itulah tugas kalimat.

  13. Kak, boleh minta saran kakak tentang potongan cerpen ini gak?

    Malam itu ketika semua yang bernyawa telah tidur, lelaki yang bernama Cha Sunwoo sedang mengendap-ngendap di antara rerumputan dan pepohonan. Meski wajahnya tertutup oleh suramnya malam, namun masih terlihat kesenangan disana. Senyumannya sesekali tak dapat ditahannya. Tidak, ia tidak gila. Ia hanya senang karena malam ini ia bisa kabur menemui wanita tercintanya.

    Terima kasih sebelumnya :D

    • Anto Dachlan says:

      Han, coba ganti kalimat “Meski wajahnya tertutup oleh suramnya malam” menjadi “wajahnya tertutup suramnya malam“.

      kalimat pertama ‘Mengatakan‘, kalimat kedua ‘menunjukkan‘.

      Jangan mengatakan apa yg terjadi. Sebagai penulis, kamu hanya perlu menunjukkan apa yg terjadi. Show don’t tell.

      Coba edit dan terapkan teknik ini pada cerpen kamu.

  14. Surya Waskitowati says:

    Kakk, coba lihat cerpenku diblog. menurut kak2 gimana… aku emang suka nulis kak,, dan cerpenku juga ditampilkan dimading sekolah… dan syukurnya banyak yg menanggapi positif. makasih…..

    • Anto Dachlan says:

      Surya, blog Kamu bagus. Bukan hanya cerpen, tapi juga artikel non fiksi kamu ditulis dengan baik.

      Ah…seandainya semua anak Indonesia seperti kamu :)

      oh yah, sebaiknya kamu bergabung dengan komunitas penulis. Dengan begitu wawasan kamu bisa lebih kaya. Mulailah dengan bergabung di kompasiana.com.

      Btw, saya tunggu 22 Mei Part II, yah.

      Just do it, You can do it if you try (saya mengutip ini dari seseorang) :)

      • Surya Waskitowati says:

        Iya kak…. makasih ya kak. kak… bagaimana kita dapat menjadi penulis yang produktif dan bagaimana caranya kita mencari inspirasi dalam menulis?

        • Anto Dachlan says:

          produktif : Tetapkan 60 menit dalam satu hari kehidupanmu untuk menulis, Misalnya pukul 05.00 – 06.00 atau 21.00 – 22.00. Matikan HP, televisi, radio & koneksi internet saat memasuki waktu tersebut.

          Tapi seperti pembaca lain yg menanyakan hal sama, kamu bukan tidak produktif. kamu hanya malas. Sinetron dan notifikasi FB & twitter lebih menarik perhatian kamu :)

          Inspirasi : Jangan tunggu inspirasi datang. Lansung menulis saja, tentang apa saja, jika telah memasuki waktu menulis kamu. Saat menulis, inspirasi yg akan datang menghampirimu.

          • Surya Waskitowati says:

            Iya kak, itu memang kisah nyata 22 mei. memangnya kenapa kak? . kak aku mau tanya apakah menulis cerpen ada batasan usia untuk menulis ceritanya. Jikalau umur saya 15 tahun ingin membuat cerpen tentang cinta yang terinspirasi dari curhatan seorang temanku , apakah boleh kak?…. :) terimakasih

            • Surya Waskitowati says:

              Oiya kak, lihat cerpenku yang Ajari Aku berbeda…. :) kalu bisa koment ya

              • Surya Waskitowati says:

                sekarang sudah bisa komentar diblog aku . kak kalau bisa ajak orang2 kunjugi blog aku ya kak, aku juga butuh saran orang lain

                • Anto Dachlan says:

                  Buat semua pembaca Indonovel…..

                  Siapapun yang suka membaca cerpen dan artikel dalam gaya khas anak remaja, segera kunjungi blog Surya sekarang DISINi & DISINI.

                  PS : Gadis manis ini ramah dan baik hati :)

              • Anto Dachlan says:

                kiment…eh maksud saya koment-nya udah masuk :)

                Oh yah Surya, gunakan font (huruf) yang konsisten di blog kamu. Jangan suka berubah-ubah antara satu artikel dengan artikel lain.

                Untuk media online, pilih huruf Sans Serif seperti ARIAl atau VERDANA. itu lebih mudah dibaca pada layar daripada font type handwriting. dan pastikan ukurannya diatas 13 px. Standar umum 14Px

                Selain itu hindari blok kalimat dengan latarbelakang berwarna. Itu menyulitkan pembaca.

            • Anto Dachlan says:

              Hanya ingin tahu siapa gadis yang kehilangan ibu itu.

              Tidak ada. Hanya saja pastikan kamu tahu tentang apa yang kamu tulis.

              Hindari menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal (Aku). Sulit memasuki pikiran karakter yang umurnya belum kamu lewati. Untuk berpikir seperti orang berusia 30-an, kamu harus mengalaminya sendiri :)

              Jika usia karakter lebih tua dari umur penulis, sebaiknya gunakan sudut pandang orang ketiga (Dia). Walaupun tidak ada larangan. Sama halnya jika penulis perempuan menulis menggunakan sudut padang ‘Aku’ dalam karakter lelaki. Rasanya selalu ada yang kurang, baik dalam dialog maupun tindakan.

  15. anisa wage says:

    malem
    trimakasih tipsnya kak, saya pernah buat cerita, di awal dan di pertengahannya sih okeoke ajah, tapi pas mau buat ending jadi acak-acak dan akhirnya sampe sekarang udah gak buat cerita lagi. yang saya mau tanyain gimana caranya buat ending yang menarik??

    • Anto Dachlan says:

      Sebelum menulis, buat outline : AwalTengahAkhir.

      Jangan pernah menulis cerpen sebelum kamu tahu ending ceritamu. akibatnya… yah, seperti situasi kamu ini.

      Cobalah mulai dengan ending-ending klise a la FTV. Misalnya, karakter A mendekati si B, akhirnya malah jadian sama si C kakak si B.

      atau…. si A tidak pernah mengunkapkan perasaannnya pada si B, ternyata setelah 5 tahun ketemu, si B yang masih lajang mengatakan bahwa dia juga mencintai si A. Sayang si A sudah menikah duluan.

      Mulailah dari ending yang sederhana dulu.

      itu pekerjaan rumah kamu sekarang.

      • Surya Waskitowati says:

        iyaa, btw kak, 22 mei part 2 nya udah jadi…. jangan lupa koment ya kak… saran dan kritik juga … mkasih

        • Anto Dachlan says:

          Senang sekali melihat tulisan-tulisan Surya di kompasiana.com.

          Coba add a friend penulis di kanal Fiksi sebanyak-banyaknya. Beri komentar di tulisan orang lain, hingga mereka juga tertarik membaca tulisan-tulisan kamu. Dan jangan lupa, pasang foto termanis kamu :)

          Saya gak bisa komentar di blog Surya, sebab harus log in terlebih dahulu. Saran saya, setting ulang fitur komentarnya.

          Btw, 22 Mei itu kisah nyata ?

  16. Achmad Rifqi says:

    kak mau nanya nih, kalau mau buat cerpen misteri itu lebih menarik pake poin yang ke berapa?
    1. Memunculkan Masalah Yang Harus Diselesaikan Oleh Karakter
    2. Memulai Dengan Aksi
    3. Memberikan Garis Besar Cerita
    4. Mengisyaratkan Bahaya (Ketegangan)
    5. Menampilkan Lokasi Cerita

    • Anto Dachlan says:

      Semuanya bisa Rifqi.

      Misalnya :

      1. Mulai dengan benih misteri yang menantang karakter untuk memecahkannya.
      2. Sebuah aksi kriminal yang belakangan memunculkan misteri
      dst….

  17. Hai kak, saya mau tanya nih. Menurut kakak, kalau di sebuah cerpen banyak bahasa asing kesannya gimana ya kak? kurang lebih mirip harry potter begitulah kak, ada sisipan mantra sihir dalam bahasa asing, dan beberapa slang bahasa inggris serapan. terimakasih atas sarannya ya kak

    • Anto Dachlan says:

      tetapkan dulu untuk siapa cerpen kamu itu. Siapa target pembacamu ?

      Jika target pembacamu terbiasa dengan bahasa asing (serapan atau slang), silahkan.

  18. Makasiih infonya kak.. bermanfaat sekaliii..
    saya jadi makin pengen nulis, tapi kenapa ya kak setiap saya nulis suka jadi males kalo mau ke endingnya,bahkan dulu cerpen yg saya ingin buat sudah terfikir isi dan ending nya tapi awal nya suka susah, atas artikelnya kakak saya jadi tidak susah lagi untuk memulai membuat cerpen hhee. Makasiih banyak ya kak :)

  19. Ferdi Angga says:

    Kak, kasih tipsnya donk.. Gimana supaya tulisan kita yg kita krim ke redaksi itu di lirik n gak lngsung di lewati bgtu sja? mengenai harus ada surat pengantar itu gmna sih kak sbenernya?? Format surat pengantar yg baik kyak apa…. makasih kak… :)

    • Anto Dachlan says:

      Via email. Subjek email : Naskah Cerpen. isinya pendek saja – 5 -7 kalimat. Naskah cerpen terlampir…. Dan kirim email pada pukul 06.00 WIB.

  20. Aina Faradisha says:

    Hai kak,, aku suka banget nulis tpi cuma sebatas konsumsi pribadi dan gak pernah PD di suruh ikut lomba2 atau ngirim tulisan ke redaksi. Gmna ya cranya utk numbuhin confident self? dan juga aku gak begitu paham aturan EYD krena dri dlu emang gak suka plajaran bhasa Indonesia tpi seneng bnget nulis :D
    mhon bimbingannya kak,..

    • Anto Dachlan says:

      Adik Aina Faradisha, cara menumbuhkan kepercayaan diri adalah dengan melakukannya.

      Apa ada cara lain ? Tidak ada. Hanya itu satu-satunya cara.

      Jika ingin percaya diri tampil di depan publik, kamu harus tampil didepan publk.

      kirim saja naskahmu itu ke panitia lomba atau redaksi media.

      Apa akibat terburuk dari mengirim naskah ?

      kamu tidak menang lomba atau redaksi menolak naskahmu. Hanya itu!

      Panitia dan redaksi tidak akan menertawakanmu, menyuruhmu push-up 100 X atau melaporkanmu ke polisi karena kamu telah berbuat ‘Jahat’ menulis naskah yang buruk :)

      Lalu apa yang kamu takutkan adik Aina Faradisha ?

      Oh yah, jika kamu suka menulis dan ingin menulis naskah yang bagus, kamu WAJIB mempelajari EYD. Suka tidak suka.

  21. kk aku suka membuat sesuatu cerita atau cerpen cuma aku selalu gagal pas buat awalan cerita, aku hanya bisa buat pertengahannya aja…. tolong sarannya

  22. Harlita says:

    Hai kak! kalau paragraf pertamanya seperti ini, sudah menarik belum?

    Aku memang bukan tipe remaja yang realistis. Benar kata Tulus, penyanyi pendatang baru yang menelurkan single Tuan Nona Kesepian. Yang menceritakan dimana si Nona selalu berkhayal dan menganggap mimpi adalah dunianya. Begitu pula dengan aku yang selalu bermimpi untuk ini untuk itu, dan yang lain-lain. Entah apa yang terjadi dengan diriku, mungkin ini adalah suatu akibat ke stress an ku. Aku menganggap mimpi adalah hal terindah dan terbahagia dari semua hal dalam hidupku. Aku selalu bermimpi untuk memiliki Afgan, menjadikannya suamiku, dan mengatakan itu semua kepada ibu, teman-teman, hingga guruku. Mungkin mereka akan mengaggapku gila, karena aku selalu berkhayal tentang Afgan. Yahh, terserahlah apa kata mereka. Aku memilih untuk membahagiakan diriku dengan cara berkhayal, karena hanya itu yang sekarang aku temukan. Toh itu hanyalah caraku untuk bersenang-senang.

  23. ..hy kak ,qw ksulitan nie kak qw d suruh buat paragraf cinta lingkungan hidup 12-15 paragraf ,tlong buatin donk kak….

  24. Bagaimana jika paragraf awal seperti ini Pak? menarik atau tidak?

    Gadis itu tertunduk takut dengan pria berperawakan jangkung nan tegap yang sedang berdiri dan menatap tajam ke arahnya. Ia tau pria ini sedang marah. Ia mengaku salah, makanya ia hanya duduk tertunduk di atas tepi tempat tidur sambil memainkan ujung roknya . Bahkan gadis itu tidak berani untuk menanyakan kenapa pria yang notabene adalah sang kekasih bisa berada di kamar asrama putri yang sama sekali tidak boleh dimasuki oleh pria. Lancang memang, pria ini terlalu lancang untuk bisa berada di asrama putri yang tentunya dijaga ketat oleh Ibu asrama. Tapi pria ini, ia nekat untuk bisa berada di tempat yang sangat dilarang keras untuk ia masuki. Alasannya, Ia tidak peduli jika ia tertangkap ataupun dihukum sekalipun karena kelancangannya, asalkan ia bisa memastikan bahwa setidaknya keadaan gadisnya itu baik baik saja, namun perasaan khawatir yang sejak empat hari yang lalu pria itu rasakan karena gadisnya tidak masuk sekolah tiba tiba menghilang seperti buih. Bukan karena gadisnya sekarang baik baik saja, tapi karena gadisnya memang sejak empat hari yang lalu sudah baik baik saja. Gadisnya itu sama sekali tidak sakit. Gadis itu mengurung diri dan tidak mau membagi masalahnya dengan kekasihnya sendiri

    • Anto Dachlan says:

      Coba buat versi lain dalam bentuk dialog. Lalu minta pendapat temanmu, mana yang lebih baik.

  25. aceng says:

    terima kasih bro. sangat bermanfaat ilmunya. apalagi buat saya yang pengen belajar menulis fiksi. :D syukron sekali lagi.

  26. Gusti Gina says:

    Thank u bgt lho. Berkat baca ini dlu, aku lngsung nulis cerpen ga nyampe stgh jam, lalu aku ikutin lomba, cerpen politik gitu. trnyata juara 1, aku pke tips no 1 mas. thank u bgt yah . hehe

  27. Halo Ka, saya mau tanya kalo cerpen yang bertema masalah sexualititas misalnya cinta sesama gender apa boleh dikirim ke majalah ??? terimakasih :)

  28. Salma Al says:

    Wahh makasih infonya bener bener ngebantu aku nih

  29. thanks postingannya gan sangat membantu bagaimana membuat cerpen yang bagus

  30. Putri Hadiyati says:

    infonya sangat bermanfaat mas buat saya sebagai penulis cerpen pemula. Mas saya kan baru mulai menulis cerpen, saya ingin mengirim cerpen saya ke penerbit tapi saya binggung cara mengirimnya dan format pengirimannya seperti apa. Tolong infonya mas makasih:)

    • Anto Dachlan says:

      Beli koran atau majalah penerbit tersebut. Pada halaman yang memuat cerpen, biasanya tercantum syarat-syarat pengiriman naskah (format dan alamat pengiriman). Ikuti semua persyaratan mereka.

  31. Ahmad Rizqi Anzala says:

    wonderfull, saya selalu punya kesulitan menulis paragraf pertama, thx so much :D

  32. Alhamdulillah… :) Bermanfaat bgt artikelnya,, Sekarang saya jadi tambah optimis buat nulis cerita… Terimakasih pak :D

  33. Reza Putri says:

    Trims atas infonya yg sangat berguna. Boleh saya minta pendapat ttg cerpen pembuka saya?

  34. fidhari says:

    kak, saya kan lagi buat novel .. emang sih saya pemula. waktu saya tanya ke teman saya dia bilang novelnya jelek. seetelah mendapat kritik itu saya kok jadi takut kalo mau nulis lagi.. itu gimana ya?

    • Anto Dachlan says:

      Mereka benar, Fidhari (pembaca tidak pernah salah).

      Tapi jangan takut. Belum pernah ada orang yang ditangkap polisi karena menulis novel jelek :)

      kamu sudah selangkah lebih maju. kamu sudah menulis novel, dimana banyak orang hanya berangan-angan.

      Soal memperbaikinya, itu langkah (pekerjaan rumah) kamu selanjutnya. Baca lebih banyak novel. Pelajari cara mereka menulis kalimat demi kalimat. Lalu kembali ke naskah kamu. Terapkan apa yang kamu dapat dari novel orang lain. Meniru adalah cara belajar terbaik.

  35. Bagus Dikky Pratama says:

    Terimakasih atas ilmunya, sangat bermanfaat bagi. ijin share lewat facebook. Dan tolong sebarkan lagi ilmu akan Karya Tulis Ilmiah, sy juga ingin belajar :)

    • Anto Dachlan says:

      Trimakasih, Bagus.

      Btw, Indonovel situs fiksi. kamu bisa menemukan topik karya tulis ilmiah di situs lain.

  36. kutipannya emang bener2 keren. baru baca di awal aja udah pengen tau gimana kelanjutan ceritanya.. btw thanks bro postingannya.

  37. Faisal Yudha Nugraha says:

    Terimakasih atas tipsnya kak, sangat membantu :)

  38. Nurul Hajjah says:

    terimakasih banyak mas Rusdianto atas sharingnya,sangat membantu sekali buat saya yang dari dulu benar2 kesulitan untuk memulai menulis cerpen,padahal banyak sekali ide2 yang ada di kepala saya untuk menulis cerpen.Sulitnya, ketika sudah didepan laptop ,ide atau inspirasi jadi blank,..ha ha ha…,menulis dikertas malah membuat saya lancar menuangkan ide cerita.
    Semoga, stelah membaca ilmunya mas Rusdianto, saya jadi semangat lagi,..thanks a lot of you…

  39. parida siregar says:

    thanks kak infonya,nambah wawasan bwat readers, trutama saya.sbelumnya saya gk tw klo paragraf awal itu berpengaruh bagi ktertarikan pembaca.padahal saya hobi banget baca tapi kok gk kpikiran ya?.Ternyata stelah di pikir 2 iya jga.

  40. harianto sutrisno says:

    Terimakasih Mas Anto atas petunjuknya. Bermanfaat sekali buat saya. Insya Allah akan saya kirim satu copy yang sudah di jilid rapi lengkap dengan covernya, tapi mohon saya diberikan alamat Mas Anto. Saya merasakan kebaikan Mas Anto dalam urusan pembuatan novel saya. Sekali lagi terimakasih dan semoga sukses.

  41. harianto sutrisno says:

    Terimakasih atas komentarnya Mas Anto, maaf kalau saya mengganggu lagi.
    Sebenarnya novel John Wood ini novel pertama saya, saat ini sudah selesai sebanyak 550 halaman dalam format 14 x 21 cm font TNR 12 pt spasi 1,5. Mohon petunjuk tentang : 1. Saya ingin mengirim ke Penerbit Andi untuk edisi Bahasa Indonesia. 2. Pada setiap awal bab saya tampilkan foto gunung atau pantai lokasi cerita yang saya ambil dari internet (apakah ini salah?). 3. Saya ingin mengirim edisi Bahasa Inggris ke penerbit di luar negeri (mohon referensi alamat penerbit LN, karena pada bab pertama setting lokasi di kota Frankfurt, baru ke Indonesia). 4. Saya ingin mengirim satu copy ke Mas Anto, syukur-syukur Mas Anto berkenan memberikan masukan (walaupun telah saya edit sendiri tentang dialog tag, huruf kapital, dan telah disesuaikan EYD dengan KBBI). Terimakasih Mas Anto, komentar dan petunjuknya saya nantikan.

    • Anto Dachlan says:

      Jangan berpatokan pada jumlah halaman, tapi pada jumlah kata.

      80.000 – 100.000 kata standar. Lebih dari itu sebaiknya Anda memikirkan untuk membuat serial.

      1. Coba print on demand nulisbuku.com

      Jika ini novel pertama. model PoD baik untuk tes pasar. Dari umpan balik pembaca, Anda bisa melakukan perbaikan/revisi. PoD tidak memerlukan biaya besar.Jadi Anda tidak perlu menanggung kerugian jika ternyata novel Anda tidak direspon pembaca.

      2. Lihat keterangan foto. cermati klausul copyrigth-nya. Menggunakan foto orang tanpa ijin dapat dituntut loh.

      3. Menggunakan penerbit mayor udah gak jaman lagi diluar negeri (Amerika utara dan Eropa). Gunakan platform self publishing Amazon (ebook) atau createspace (hardcover).

  42. Fern Reynada says:

    Ka doakan saya agar menang nanti di lomba cerpen akhir bulan . saya menjadi perwakilan dari sekolah saya:) terimakasih ka artikelnya sangat membantu.

  43. harianto sutrisno says:

    Salam kenal Mas Anto, saya mencoba membuat novel dengan judul John Wood Legenda Keris Terbang, dengan paragraf pembukaan sebagai berikut :
    (Catatan editor : konten diedit karena kepanjangan)
    Mohon komentarnya Mas, apakah tulisan saya ini termasuk nggak bermutu, Terimakasih Mas.

    • Anto Dachlan says:

      Saya sudah baca, Harianto. Lumayan menurut saya. Coba teruskan sampai selesai. Setelah terbit, beritahu saya link-nya untuk mendownload sample page novel tersebut.

  44. Berguna bgt artikelnya mas…
    Saya suka nulis puisi.. dan juga suka baca cerpen..
    udah beberapa kali saya ikut lomba nulis cerpen.. tapi cma lolos nominasi doank..
    Dan belum 1 pun dari cerpen saya yang menang.. ataupun msuk antologi..
    Saya mau tanya.. saya suka menggunakan tokoh pertama tunggal dalam menuliskan cerpen, alasannya.. menggunakan ‘aku’ dalam cerita membuat saya lebih menjiwai sosok aku. Jadi spt mnulis buku harian. Tapi.. banyak yg bilang cerpen saya terkesan menggurui.. atau saya terkendala pada pengungkapan hati yg terlalu panjang dan terlalu dekskriptif.. saya ingin minta pendapat gimana caranya agar membuat cerpen dgn menggunakan tokoh ‘aku’ agar menjadi menarik dan tidak membosankan.. apalagi menggurui..

    Terimakasih sebelumnya mas..

  45. Heni Mulyawati says:

    hatinya merintih kesakitan tp aku hiraukan karna rasa cinta lebih kuat……..

  46. samz tamzis says:

    Bravo! saya menyesal kenapa baru membaca artikel ini sekarang..

  47. Lien Uno says:

    Thanks to your post.

  48. Halo, Om. Sebelumnya, terimakasih sudah share artikel ini. Ngebantu banget, Om :).
    Nah saya masih (baru) menulis novel.. kenapa ya ide-ide, plotnya, paragraf yg berisi kejadian, bisa saya rencanakan dengan baik, tapi waktu mau nulis semua itu, malah nggak tau mau nulis apa alias bingung atau kacau balau.. mohon saran ya, Om…

    • Anto (Rusdianto) says:

      Loh, koq bisa ?

      kan tinggal ikuti apa yang sudah kamu rencanakan itu.

      kalau kamu gak tau mau nulis apa, tulis aja ‘Gak tau mau nulis apa‘. Kalimat seburuk apapun yg tertera di layar, jauh lebih bagus drpd kalimat hebat yang tidak pernah mampu kamu tuliskan.

      Jangan terobsesi jadi sempurna. Menulislah seburuk mungkin. Langkah pertama adalah memenuhi layar dengan huruf, kata, lalu kalimat, lalu jdi paragargf… dst. Setelah selesai, kamu bisa kembali mengeditnya.

      Hsilnya akan buruk sekali, seperti kata Pablo Picasso, tindakan pertama dalam seni adalah tindakan merusak. Tapi jika tak ada kalimat yang bisa kamu tulis, lalu kamu mau mengedit apa ? Biasanya tulisan akan tetap buruk sampai pengeditan ke-3 dan ke-4. Tapi masuk penegditan ke-5, kamu akan mulai melihat sisi bagus dari tulisanmu.

      Konon Hemingway mengedit sampai 30 X hanya untuk menemukan satu kalimat yang tepat.

  49. Saifu Ali says:

    Tips yang sangat menarik. Sebagai penulis pemula, beberapa tips di atas membuat saya lebih bersemangat menciptakan cerita-cerita, apalagi ketika membuat paragraf pertama agar lebih ‘menggigit’ pembaca. Thanks, Broh!

  50. Emmy Putri W says:

    Selamat siang kakak,
    terima kasih untuk artikelnya. sebagai penulis pemula ini sangat membantu buat saya :)
    sekali lagi terimakasih ..

  51. Bintang Timur says:

    Hai, kak.
    Salam kenal, saya Bintang. Belum jauh dalam menulis, masih pemula. Mohon tipsnya dong, mungkin dengan mengomentari cerpen pertama saya. Ini akan sangat membantu untuk ke depannya. Semoga ada waktu luang dan bisa segera mampir. Terimakasih, kak.

    • Anto (Rusdianto) says:

      Saya sarankan Bintang posting link-nya di akun facebook atau twitter. Dengan begitu jauh lebih banyak pembaca yang bisa memberi penilaian.

  52. Alhamdulilah sangat membantu.
    Setelah aku mulai jarang menulis cerpen karena sibuknya tugas di sekolah, jadi lupa untuk menulis. Tapi sesudah baca artikelnya, jadi terbuka lagi pikiranku :)
    Terima Kasih Pak.

  53. terima kasih infonya pak, aku jadi semangat nulis cerpen. tapi sebenernya bukan cerpen, melainkan FF (istilah cerpen dengan cast-nya KPop Idol). aku mau ngasih kutipan FF-ku yg mau dipost di suatu blog, bagaimana menurut bapak?

    Aku menerawang jauh ke depan, mempertimbangkan tawarannya. Hatiku gelisah, kenapa begitu tiba-tiba? Dia sudah lama tak menemuiku lalu sekarang sepulang kuliah dia langsung meng-SMS-ku untuk bertemu. Perlahan aku menuju kafe dengan nilai artistik yang kuat ini. Kubuka pintu besar layaknya gerbang istana Kerajaan Joseon itu, dan didetik yang sama seorang namja menoleh ke arahku. Hanya bereaksi seperti itu, tapi aku masih berharap dia bangkit, menarikku ke genggaman hangatnya, lalu menuntunku ke tempat duduk. Namun tidak, itu mimpimu belaka! Sadarlah!

    masih ada kekurangan atau saran dari bapak? tolong disampaikan selengkapnya ya pak, saya masih pemula dan ingin mencoba ^^ terima kasih

    • Anto (Rusdianto) says:

      Jika memungkinkan, hindari kata sifat. Misalnya kata ‘Gelisah’. Coba gambarkan mimik dan ekspresi wajah orang gelisah. Jadi pembaca seolah bisa melihat sendiri ekspresi kegelisahan karakternya (show, don’t tell).

      Coba perbanyak dan fokus pada adegan. Kurangi mengatakan terlalu banyak isi pikiran karakter ‘Aku’. Saat membaca cerpen, sebenarnya pembaca lebih ingin ‘Melihat’ cerita, ketimbang ‘Mendengarkan’ cerita’ dari penulisnya.

  54. keren..

  55. Sabrina Syakhsia Syahida says:

    Salam kenal,
    besok saya akan mengikuti lomba cerpen, apakah ada saran agar tidak gugup dan saya bisa mendapatkan atau konsentrasi tentang cerita yang menarik, sebab saya sering membuat cerpen tetapi sepertinya tidak menarik. mohon bantuan nya pak.
    terimakasih

    • Anto (Rusdianto) says:

      Sabrina, kamu presentasi cerpen ? Koq gugup ?

      Bukannya lomba cerpen itu tinggal menulis kemudian mengirimnya ke panitia lomba ?

      • Sabrina Syakhsia Syahida says:

        Iya tapi saat menulisnya itu saya bisa gugup juga, jadi bingung mau nulis apa

        • Anto (Rusdianto) says:

          Menulis saja, Sabrina. Toh tidak ada polisi tata bahasa yang akan menangkap karena tulisanmu buruk.
          Kalau kamu tidak mulai menulis, cerpenmu tak akan pernah jadi.

  56. aku masih pemula nih apa yang kurang dari pembukaan saya?

    “Apa kau percaya tentang cinta diam diam?”

    Matanya berkaca kaca, ada kesan menghitungi detik yang berirama seram dan pekat. Dia masih duduk di bangku panjang apa di taman itu. Dia benci realita yang selalu menampar hati. “Kau benar benar ingin pergi?”

    • Anto (Rusdianto) says:

      Kurang info mengenai karakter. Siapa mengobrol dgn siapa ?

      Hindari mengatakan isi perasaan karakter. Tunjukkan sja lewat mimik atau tindakan (misalnya ‘matanya berkaca-kaca’). Mengatakan isi pikiran karakter saat menggunakan PoV orang ketiga biasanya membosankan pembaca.

  57. ini jadi motivasi saya buat bikin cerpen !!! terimakasih mas :D

  58. bacharuddin says:

    Mantap artikelnya jadi nambah ilmu.
    Thanks..

  59. catat suka-suka says:

    manfaat sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali…
    :)
    terima kasih ilmunya Mas…

  60. Saya mencoba belajar untuk menulis cerpen.
    Saya mau tanya Bang Rusdianto, apakah kalimat awal cerpen saya sbb:

    “Tik-tak, tik-tak, tik-tak, irama detik arloji di pergelangan tangan mengusik lamunanku. mataku lurus memandang sepetak tanah yang berhias rumah tua yang berdiri angkuh tetapi rapuh yang tepat dihadapanku…”

    dan kalimat selanjutnya langsung mengarah ke topik cerita bisa / digunakan untuk menjadi paragraf pertama? Terima kasih..

    • Anto (Rusdianto) says:

      Coba baca cerpen sebanyak mungkin dari penulis yg saya contohkan di artikel ini…

      cermati cara mereka membuat paragraf pertama…dan kuncinya latihan terus-menerus.

  61. Terima Kasih blognya sangat bermanfaat sekali untuk saya ^_^

    saya seorang penulis pemula dan ini adalah awal dari cerpen saya.

    Tidak seperti biasanya DEVITA seperti itu, biasanya dia anak yang selalu ceria, dan pandai bergaul. Tapi akhir – akhir ini dia terlihat murung dan menyendiri jika ditanya devita hanya menjawab tidak kenapa – kenapa.

    mohon kritiknya kusanto-san

    • Anto (Rusdianto) says:

      Coba utk tdk ‘mengatakan’ sifat Devita kepada pembaca, tapi ‘Tunjukkan’ melalui tindakan/adegan atau dialog.

  62. Oh iya, Saya mau minta saran anda nih.. Ini cerpen kedua saya, kalau jelek, harap dimaklumi.. saya masih pemula

    >Aku berjalan menyusuri perkampungan ini. Semua rumah terlihat kuno dengan arsitektur di abad pertengahan. Apa aku pergi kemasa lalu? Kapan aku naik mesin waktu? Sekarang dimana aku? Segala pertanyaan membuatku harus memutar otakku. Kulihat seorang anak seumuranku sedang duduk di bangku dekat pohon maple. Dia melayangkan pandangan pnglihatannya kepenjuru langit senja yang indah ini. Sesekali rambutnya terkibas sedikit karena sapuan angin. Dia seseorang yang telah lama ku kenal, dia sahabatku. Tapi itu dulu… <

    • Anto (Rusdianto) says:

      Jangan katakan ” semua rumah terlihat kuno….”

      Tunjukkan saja mengapa rumah itu terlihat kuno. Dari situ pembaca bisa melihat sendiri apakah rumah itu kuno atau tidak…

  63. Bagaimana menurut anda dengan cerpen saya ini? Tolong koreksi jika ada kesalahan. Terima kasih, maaf jika penggunaan kata-katanya kurang berkenan, maklum, saya murid kelas 1 smp. :D

    • Anto (Rusdianto) says:

      Pertama, saya senang mengetahui Anda baru kelas 1 SMP, Tania… Saya mengapresiasi Anda yg sudah bisa menulis sebaik ini.

      Saya sudah membacanya, tp belum bisa menilai sekarang… Jadi mohon sabar :) Sengaja saya memotongnya krn terlalu panjang utk ukuran komentar. Jd saya simpan di hard disk dulu.

      Btw, tetap semangat menulis.

  64. Saya baru belajar membuat cerpen
    Dan ini baru pertama x saya menulis cerpen
    Saya mohon bapak bisa ngasih kritik dan saran untuk cerpen paragraf pertama saya
    “Ayah. . Ibu. . . Bangun”
    Semburat wajah sembab terlihat di pelupuk mata anak yang di tinggal mati ayah dan ibunya. .
    Seakan tak rela si bungsu mengoyang-goyangkan tubuh kedua orang tuanya yang terbujur kaku,
    “Ayah. . Ibu. . Bangun jangan tidur terus”
    Si sulung memeluk adiknya yang masih kecil
    “Sudah jangan nangis terus,
    Kalo adik nangis terus ayah dan ibu juga nangis di sana”

    • Anto (Rusdianto) says:

      Jangan katakan ” Semburat wajah sembab terlihat….”

      Gambarkan bagaimana yg dimaksud dgn wajah sembab itu.. Hilangkan kata ‘Terlihat’… toh kami bisa’melihatnya’ sendiri jika cara Anda menggambarkannya bagus…

      btw, keep writing.

  65. permisi, saya mau tanya,
    bagaimana cara untuk membuat paragraf pembuka yang menarik bagi yang baru pertama kali menulis cerpen?

  66. Devi amalia says:

    Salam kenal pak
    Saat ini saya menghabiskan waktu sengang ini dengan menulis. Karna saya ingin menuliskan semua cerita saya ini. Sebagian dari usaha sendiri, saya telah mencoba untuk menulis yang terkadang sedikit ngaco pak. Sepenggal hasil tulisan saya begini :

    Matahari mulai memancarkan sinarnya. Hingga menyelip sebagian ruang kamar serta menyentuh bagian tubuhku. Akupun mulai terasa terganggu dengan sinar itu. Mungkin maksudnya untuk membangunkanku dari tidurku yang lelap tersebut. Membutuhkan waktu banyak untukku kembali sadar dan merenggangkan tulang- tulang ini. Sempat kulirik jam dinding disamping kasur dan ternyata sudah pukul 11 siang. Aku tak sadar kenapa bisa aku kesenangan tidur sampai jam segini. Ini sesuatu yang tak pernah aku alami. Aku lirik ponselku tak ada pertanda dari seseorang yang diujung sana menggabariku sedikitpun. Entah kenapa tadi diwaktu tidur, aku merasakan sebuah pelukkan hangat yang membuat waktu tidurku menjadi lebih panjang. Aku tak paham dengan perasaan halusinasi ini. Apa ini hanya mimpi diwaktu tidur atau perasaanku saja.

    Berkali-kali aku mengecek handphone ini tak satupun ada pertanda darinya. Ini tidak seperti biasanya. Sudah terlalu lama aku menunggu kabar itu tak juga kian datang. Mencoba menghubunginya, namun nomor yang dituju tak bisa aku jangkau dengan mudah. Perasaan khawatir yang akan terjadi oleh dirinya mulai menyergapku menjadi panik. Akhirnya aku harus bangkit dari ranjang tidur sendiri keluar kamar dan menuju kamar mandi. Terlihat diruang tengah mama tampaknya telah menunggu kehadiranku keluar dari kamar dan menyapaku

    Bagaimana pendapat bapak tentang tulisan saya ini pak. Bantu saya untuk koreksi ulang ya pak. Mohon tanggepannya. Terimakasih

    • Anto (Rusdianto) says:

      Devi Amalia….

      Hindari membuka cerita dgn cuaca atau fenomena alam seperti “Sinar mentari….. harum tanah sehabis hujan, dll’. KECUALI, fenomena alam tsb berperan penting dlm cerita (mis. berkonflik dgn karakter atau menjadi tema cerita).

      Oh yah, sebaiknya tidak mengatakan apa yg ada dalam pikiran Anda. Hal ini kerap terjadi jika menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal (Aku). Jangan katakan, tp tunjukkan dalam adegan. Ceritakanlah apa yg dilakukan oleh karakter. Dari tindakan dan dialog karakter dgn tokoh lain, pembaca bisa menangkap apa yang ada dalam pikiran tokoh Aku.

      Keep writing, Devi.

  67. pak mohon saran cerpen pembukaan saya yang saya buat, saya baru memulainya. jika kalimatnya kurang pas mohon sarannya juga :)

    Iis Fathurrohma! Mohon maju kedepan aula”
    aku berdiri dengan jantung yang berdegup kencang. suara mereka berdengung dimana-mana. tanganku tiba-tiba terasa sangat dingin. aku melangkahkan kakiku menuju pak kepala sekolah yang senantiasa menunggu kedatanganku. suasana yang tadi riuh tiba-tiba hening seketika.
    “iis selamat. anda akan dikirim ke USA.”

    • Anto (Rusdianto) says:

      bagus, Talitha.

      Tapi saya ingin tahu, apa yg akan terjadi selanjutnya ?

      Dengan kehadiran kalimat ” Selamat, Anda dikirim ke USA.” Sepertinya cerita telah berakhir ? :)

      Oh yah, dalam menulis dialog, cocokkan dgn realitas.

      Apakah benar, Kepala Sekolah menggunakan kata ‘Mohon’ jika meminta muridnya melakukan sesuatu. Apa benar Kepala sekolah menggunakan kata ganti ‘Anda’, bukannya ‘Kamu’.

      Jika pembacamu berasal dr generasi SMA 90’an, maka dialog itu terdengar aneh. Kami tdk pernah mendapati guru atau kepala sekolah yg sesopan itu. Atau mungkin zaman telah berubah ? :)

      Semangat menulis yah, Talitha.

  68. luchy tasya says:

    masih binggung cara membuat paragraf pertama
    jika d awali dengan perkenalan itu bisa menjadi menarik atau justru membosankan?

    • Anto (Rusdianto) says:

      Tulis saja dulu apa yang ada dikepalamu sampai selesai. Setelah itu kamu bisa kembali mengeditnya.

      Untuk memudahkan, coba baca kembali cerpen-cerpen orang lain. Tidak apa-apa kamu meniru paragraf pertama mereka. Coba ganti setting dan karakternya. Meniru salah satu cara belajar menulis yang baik.

  69. saya punya cerpen yang saya ajukan ke majalah sekolah, tapi masih belum ada kepastian. paragram pertamanya seperti ini : Ada sebuah gitar dan kanvas didepan matanya, ini adalah saat terakhirnya untuk membuat keputusan, ia tak bisa membuang waktu lagi karena waktunya sudah habis dibuangnya selama ini…

    • Anto (Rusdianto) says:

      Baiknya Sofia menanyakan dulu kepada redaksi majalah bersangkutan.
      Oh yah, ada redundansi (pengulangan) dalam kalimat terakhir pembukaan kamu.

  70. Fendy Thahir says:

    Aku emang paling seneng dengan yang namanya cerita pembuka. dan aku selalu berhasil menyita perhatian teman temanku di awal cerita yang aku buat. tapi rata rata dari mereka selalu mengkritik inti ceritanya dan kebanyakan mengatakan tidak suka dengan endingnya. :D
    Aku sih terus belajar.. Mas Anto mau nggak baca cerpenku.? :)

  71. siska wulandari says:

    saya kurang beritu bisa untuk menulis cerpen, tapi saya lebih suka menulis puisi? bagaimana caranya menumbuhkan minat saya di cerpen, karena biasanya kalau saya menulis itu selalu tidah sampai pada akhir cerita ( blank ) trims :)

    • Rusdianto™ says:

      Mulai dengan menumbuhkan minat membaca cerpen, Siska :)

      sama seperti menuju ke suatu tempat, Siska harus menentukan tujuan akhir sebelum mulai berangkat. Cerpen pun demikian. Mulailah dengan menentukan akhir ceritamu sebelum mulai menulis.

      Setelah mulai, jangan berhenti sebelum sampai ke tujuan.

  72. mau tanya, kalau misalkan mau kirim naskah novel atau cerpen ruler ms word nya boleh digeser sesuka hati kah? atau ada ukuran standarnya. Terimakasih

    • Rusdianto says:

      Lihat persyaratan yang ditetapkan oleh media atau penerbit tujuan, Alina. Aturan standar biasanya mencakup jarak spasi dan jumlah kata. Selama naskah Alina mengikuti kedua aturan tersebut, ukuran margin saya kira tidak ada masalah.

  73. Putra Zaman says:

    Salam kenal, Bang Rusdianto :)
    Terima kasih atas ilmunya yang sangat membantu penulis pemula seperti saya untuk terus belajar menulis yang baik :D
    Saya boleh minta pendapat tentang paragraf pertama di cerpen saya, Mas?
    Ini penggalan paragraf pertamanya, Mas:

    “… hukuman mati!” suara hakim menggema, diikuti dua kali ketukan palu.
    Ruang sidang berubah riuh demi mendengar putusan hakim terhadap Parmin. Seperti ada kerumunan lebah yang sedang berdengung di atap ruangan, cibiran-cibiran merambat cepat di antara pengunjung sidang. Tapi yang paling terdengar adalah suara tangis yang meledak-ledak dari barisan keluarga Parmin, terutama ibunya.

    Terima kasih, Mas :D

    • Rusdianto says:

      Bagus, Mas Putra.
      kami (pembaca) menangkap adanya benih konflik dalam cerita.
      Semoga konflik yang diharapkan pembaca itu terungkap dalam paragraf berikutnya.

      • Putra Zaman says:

        Tapi sepertinya paragraf pertama saya itu tidak termasuk dalam salah satu kriteria yang Mas jelaskan di atas. Semoga saya bisa terus belajar dan semakin baik dalam menulis. Terima kasih, Mas :D

  74. nabilla says:

    wow, ternyata bikin cerita menarik itu ga gampang :)
    minta pendapat dong…

    ini paragraf pertama FF paling laku di blog saya:

    Long-long time ago… “Tuan Putri, segeralah kemari!” Gadis yang disebut Tuan Putri itu masih berdiri di depan cermin lebar dengan bingkai emas mengkilap. Tidak ada satu debupun yang menempel pada benda lebar itu. Cermin itu memantulkan bayangan Kim Soeun yang memakai hanbok berwarna ungu dongker dengan motif emas. Rambut hitamnya disanggul memakai jobawi. Kim Soeun terlihat lelah. Dalam sehari, ia dapat bergonta ganti hanbok. Kepalanya selalu tersiksa karena beban jobawi. Meski lelah, ia tetap memperlihatkan garis cantik yang dimilikinya. “Tuan Putri!”

    trus ini yang paling ga laku, hehe..

    Soo Hyun melangkah sambil menyeret kopernya yang besar. Kaki-kakinya yang kelelahan duduk di pesawat maju bergantian. Begitu mendekati gerbang ia berhenti dan mengambil sebuah kartu dari kantong jaketnya. Ia menarik napas dan berjalan menuju taksi yang sedang parkir menunggu penumpang. Ia menyerahkan kertas tipis itu pada sang supir. “Anda mau ke tempat ini?” tanya sang supir dengan bahasa Korea yang fasih. Soo Hyun mengangguk lalu masuk ke dalam taksi.

    gimana, pak? mohon sarannya :D

    • Rusdianto says:

      Keduanya bagus, Nabila… (meski saya lebih suka dengan paragraf cerita ‘yang paling ga laku’)

      Yang menarik, kedua paragrafmu menyiratkan adanya konflik yang dialami karakter.

      Pada cerita pertama, pembaca menangkap adanya konflik internal pada diri Tuan putri. ” Apakah dia merasa bosan dengan kehidupannya sebagai Tuan Putri ?”

      Pada cerita kedua, memicu pertanyaan pada benak pembaca ” Siapa alamat yang dituju Soo Hyun ? Mengapa dia ingin menuju ke tempat itu ? Mengapa dia seolah merasa terbebani (Ia menarik napas) ”

      keep writing.

  75. novye says:

    bagaimana dengan paragraf ini?

    Desiran angin pantai melambai-lambaikan rambut ni chan yang sengaja dibiarkan terurai, deburan ombak seakan mengalunkan irama nan merdu. Kilauan pasir putih bak mutiara yang menyilaukan mata.
    Ni chan merentangkan kedua tangannya dan menatap penuh kagum pemandangan pantai yang sangat indah. Merasakan air laut yang membasahi kaki mulusnya. rasa nyaman menyelimuti perasaan dan hatinya, membawa kesejukkan dalam rongga-rongga hatinya.

    • Rusdianto says:

      Banyak penulis (untuk tidak mengatakan semua) yang gemar melukis pemandangan pada pembukaan.

      Tapi ingat ini, pemandangan hanya menarik jika itu mengandung konflik atau memberi pertanda mengenai jalan cerita yang akan terjadi. Sebaiknya pemandangan tidak sekedar hadir sebagai ornamen artistik.

      Coba cermati kembali ke-5 contoh pembukaan dibawah.

  76. Tobias says:

    Pak Rusdianto, saya sedang uji coba/setidaknya praktek lah dari artikel yang bapak tulis
    dan saya butuh pendapat bapak tentang paragraf pertama yang saya buat ini
    mohon bimbingannya

    “Kek!…”
    “Kakek, semuanya sudah kumpul nih!…”
    Aku memanggilnya berkali-kali dan tidak ada jawaban dari kamarnya. Padahal acara ulang tahun kakek akan segera dimulai. Walau kakek memang agak sulit untuk bergegas karena kakinya yang pincang, namun kali ini tidak terdengar lagu lawas kesukaan kakek yang seperti biasa beliau lakukan pada tengah hari.

    trims

    • Rusdianto says:

      Bagus, Bung Tobias.

      Ada konflik kuat.

      Ada sesuatu yg terjadi pada kakek ?’ pikir pembaca…

      Lanjutkan.

  77. Benard Hp says:

    Hi, terima kasih atas artikelnya yang sangat berguna.
    Saya sudah beberapa kali menulis cerita menggunakan beberapa metode di atas. Tapi baru sekarang saya paham kenapa metode – metode tersebut membuat orang ingin membaca lanjutannya. Saya jadi paham kapan saya harus menggunakan metode – metode tersebut.

    Saya berencana mulai menulis cerpen untuk dikirimkan ke media massa dan saya merasa banyak artikel – artikel anda yang dapat membantu saya dalam menyampaikan cerita saya.

    Terima kasih.

    • Rusdianto says:

      Hi, Benard.

      Senang mendengar artikel ini berguna bagi Anda.

      Keep writing dan semoga cerpennya sukses menembus media masa.

  78. je sitepoe says:

    saya mulai belajar menulis…..blognya sangat bermanfaat

  79. arif mardiyanto says:

    belajar menulis perlu lari gunung atau kepantai dulu kali ya hehehe.. biar tulisanya biar kayak penulis kondang

  80. zaid abdurrahman says:

    Bang, saya Zaid, anak SMP yang baru belajar nulis cerpen. Kalau dua pembukaan cerpen berikut gimana bang? masih ada yang kurangkah bang? Mohon sarannya :)
    Pembuka 1:
    “Anaknya kecentilan, istrinya kesok-sokan, dia sendiri keranjingan! Haduuh… semua anggota keluarganya berkelakar buruk!” ocehan Bu Esi memecah suasana gerobak sayur Pak Mamat. Tak henti-hentinya Bu Esi menggosipi orang sekitarnya. Tak heran jika mulutnya sangat monyong, cocok dengan sifatnya.
    Pembuka 2:
    Siapa bilang aturan itu selalu mensejahterakan masyarakat? Bukankah aturan itu dibuat justru untuk dilanggar? Aku tak heran mengapa negri ini hancur. Apalagi kalau negri ini dipimpin oleh Desilawenti.
    Desilawenti? Oh kalian baru kenal dia ya? atau tidak kenal sama sekali. Dia itu anak DPR yang tinggal di rumah mewah di samping mesjid kecil. Tingginya sedang, aku rendah seangin darinya. Dirinya banyak disukai banyak wanita–entah dari segi apa.
    —————————-
    Terima kasih atas perhatiannya! :)

    • Rusdianto says:

      Coba pergunakan salah satu dari 5 contoh pembukaan dalam posting ini.
      selamat menulis, Zaid.

  81. maya.olivier says:

    ini salah satu cerpen saya. saya mau tanya apakah paragraf pertamanya bagus atau tidak? mohon kritik dan sarannya
    Hujan deras yang yang sejak tadi pagi hingga sore ini mengguyur tubuhnya tak ia hiraukan.Janda beranak lima ini terus berteriak menjajakan barang dagangannya di pelabuhan feri ini. suaranya yang kecil tidak mampu menembusi derasnya hujan di tambah tubuhnya yang telah kedinginan. tapi ia terus berteriak dan berteriak karena sejak tadi pagi jualannya belum laku seberapa sedangkan di rumahnya ada lima orang anak yang menunggu kepulangannya dengan sekilo gram beras untuk di masak.

    • Rusdianto says:

      Bagus, Maya.
      Diluar cara menyusun kalimatnya, paragraf ini punya potensi menarik perhatian pembaca. Benih konflik tampak pada ‘jualan belum laku vs tanggung jawab memberi makan 5 orang anak’

  82. okapitaloka says:

    Terima Kasih blognya sangat bermanfaat sekali untuk saya
    Saya mau bertanya Bagaimanakah membuat suatu konflik batin yang dimna pembaca tersebut dapat merasakan apa yang di rasakan penulis dalam sebuah paragraf?
    Saya Tunggu balesanya :D
    Terima Kasih sebelumnya

    • Rusdianto says:

      Sama-sama Okapitaloka.

      pendekatan tiap penlis berbeda.

      Saya sendiri tidak suka bermain dengan konflik internal. Kesannya penulis ‘mengatakan’ perasaannya ketimbang ‘menunjukkan’ melalui dialog atau adegan.

      Kebanyakan pembaca tidak suka digurui. Jika karakter Anda sedih, jangan katakan dia sedih (dengan segala pikiran cengengnya).. tunjukkan melalui raut muka, dialog dengan orang lain, tindakan yang dia lakukan (misalnya terpekur, menatap keluar jendela.etc..) Show don’t tell..

  83. Ishmaryam says:

    Bolehkah memulai sebuaah cerpen dengan percakapan?

    • Rusdianto says:

      saya pernah membaca cerpen bagus yang dimulai dengan dialog. Tapi jarang sekali.
      pembaca sulit terlibat dengan sebuah dialog sebelum mengenal karakternya.

  84. Info yg sangat bermanfaat, sayangnya saya baru bisa ketemu dengan blog buatan tuan ini. Akan sering berkunjung dan semoga pintu kunjungan selalu terbuka lebar untuk pengunjung seperti saya.

  85. menurut anda,bagaimana dengan paragraf pertama ini…

    Malam ketiga,aku memandang jauh keluar jendela.Tetes rintik hujan sisa beberapa jam lalu masih menggantung di pucuk daun,di pinggir-pinggir genting merah milik tetangga.Segalanya terlihat jelas dari jendela kamarku yang terletak di lantai dua. Jalanan kecil di depan rumah pun masih terpenuhi beberapa kubangan air seperti bedak perempuan di perempatan lampu merah kemarin.Hujan,selalu meninggalkan bekasperih yang tiada terperi,romantisnya membuat jiwaku berlari menyentuh kilau cahaya lampu yang berkaca pada kilauan kubangan air di jalan.Haruskah untuk kesekian kali aku menyusurinya dengan payung ini agar terlupa tentangmu, bergegas tanpa ragu, seperti hari kemarin seusai hujan,aku mengambil payung itu yang senantiasa kuletakkan di samping pintu depan kamarku.Bergegas sedikit berlari aku turuni anak tangga,kupakai cepat-cepat kelomku,kubuka pintu depan selebar mungkindan kukembangkan payung itu.Berjalan pelan menyusuri tepi jalan dengan segala rasa yang tak dapat kulukiskan,dalam hatiku ingin ku menemukanmu.

    • Rusdianto says:

      Bagus, Sekar.

      Anda memulai dengan cuaca.
      cuaca..seperti hujan…merupakan favorit banyak penulis.

      Cuma perlu hati-hati saat menggunakan cuaca.

      Cuaca hadir jika itu memberikan arti. Jangan hanya sebagai ornamen artistik belaka. Pembaca sudah kebanyakan membaca cerpen tentang cuaca :)

      …Dalam paragraf diatas, saya belum melihat peran penting cuaca dalam cerita.

      Pembukaan masih bertele-tele.. dan sampai paragraf pertama selesai, pembaca belum mendapat gambaran tentang apa sebenarnya cerita Anda.

      sebelum masuk kedalam kepala/pikiran karakter ‘Aku’, karakter Anda harus menarik perhatian pembaca terlebih dahulu.

      Mengapa pembaca harus peduli dengan tokoh aku ?

      Apa yang menarik dari tokoh aku ? apa konflik yang dia alami ?

      Saya melihat ada adegan pada kalimat terakhir. Mengapa tidak ditempatkan dimuka ? sebuah adegan/aksi menarik perhatian pembaca…dan menggugah pertanyaan :

      Mengapa tokoh aku berlari cepat menerobos hujan ? siapa yang dia kejar ? –> lihat, ada benih konflik didalamnya…
      Hanya jika karakter Anda menarik, baru pembaca akan tertarik dengan isi kepala karakter Anda.

      Keep writing.

  86. sarannya sangat barmanfaat bagi saya yg baru belajar ini, terimakasih ya mas semoga sukses selalu.

  87. saya mau tanya apa paragraf pertama di bawah ini menarik atau tidak ? kalau ada yang salah tolong masukannya.

    Di tengah rimbunnya pepohonan dalam sebuah hutan belantara diseberang pedesaan itu, seorang wanita tua sedang berusaha ke luar dari tempat tersebut. Sesaat setelah berhasil keluar, Mak su menyusuri jalan setapak hingga ia sampai ke tepian sungai kecil. Di tepi sungai itu sudah ada sebuah perahu yang sedang menunggu untuk mengantarkannya ke gubuk. Sebakul besar pakis yang diperoleh tadi diletaknya di atas perahu dan disampingnya ada tas kecil yang sudah lusuh tempatnya menyimpan bekal makanan. Esok Mak su berencana akan menjualkan pakis-pakis itu ke pasar, berharap hasilnya cukup untuk membeli beras dan ikan asin.

    • Rusdianto says:

      Pertama, Tulisan Anda tidak salah.
      Cara Kumala bertutur cukup lancar dan mengalir…

      Tapi sebagai pembaca, saya ingin melihat kehadiran Konflik pada paragraf pertama. Coba Kumala cermati kembali artikel diatas.

      Kehidupan orang miskin seperti Mak Su dalam cerita Anda biasa-biasa saja – Sering kita baca atau tonton dimana-mana. Nah, buatlah sesuatu yang membuat kasus Mak Su berbeda dengan kasus orang miskin lainnya (selain sbg pengumpul pakis hutan dan tinggal di gubuk).

      ..misalnya… hari ini selain dia butuh uang untuk beli beras dan ikan asin, juragan pemilik tanah tempat gubuknya berdiri akan datang untuk menagih pembayaran. Dan hari itu adalah tenggat terakhir bagi Mak Su… (Mak Su konflik dengan karakter lain)

      atau…

      Saat tiba dipinggir sungai, banjir datang..dan perahunya hilang terseret air … (Mak Su konflik dengan alam/lingkungan)

      keep writing.

  88. Ilmu yang sangat luar biasa.
    terimakasih sudah mau menuliskan dan berbagi dengan para penulis yang sedang menapaki menjadi seorang penulis dunia.

    salam.

  89. Cumi MzToro says:

    Akhir nya dapat refrensi cara menulis, selama ini suka males mengawali untuk menulis dan bercerita lewat kata2.

    thanks

  90. artikel yang bagus untuk mulai menulis paragraf pertama, nih. Terima kasih, Daeng. :)

  91. Terima kasih lagi, Daeng.

  92. kuswoyo gumilang says:

    wow…artikel yang keren, saya jadi tambah semangat nulis cerpen neh…makasih banyak gan.

  93. thanks bro, sangat membantu :D

Speak Your Mind

*