Apakah Anda Menulis Flash Fiction Asli Tapi Palsu ?

Waspada.

Hanya karena jumlah kata dalam Flash fiction lebih minim dibanding cerpen, bukan berarti Anda mudah menulis flash fiction.

..Atau lebih parah lagi, Anda serta merta mengklaim karangan Anda sebagai flash fiction hanya karena ditulis dalam 100 kata.

Boleh jadi Apa yang Anda klaim sebagai flash fiction itu terlihat asli, tapi sebenarnya palsu.

Tidak percaya ?

Mari kita selidiki.

Flash fiction bukan penggalan cerita

Hari ini, Anda dengan mudah bisa menemukan diluar sana, potongan kisah atau sketsa ide dalam bentuk prosa (bahkan puisi), yang diklaim penulisnya sebagai flash fiction.

Alasannya, karena mereka menulis cerita maksimal dalam 100 kata.

Padahal, jumlah kata hanya syarat perlu. Belum memenuhi syarat cukup.

  • Flash fiction adalah sebuah cerita yang berdiri sendiri. Sebuah cerita yang utuh karena memiliki awal, tengah dan akhir yang jelas.
  • Sebuah flash fiction harus tuntas, lugas, vulgar, gamblang, eksplisit, sederhana, tersurat, mudah dimengerti, dan –tentu saja– menghibur.
  • Flash fiction bukan potongan cerita. Bukan kepingan kisah yang terpisah, atau sekedar lanjutan dari kisah-kisah sebelum & sesudahnya.
  • Flash fiction bukan sekedar prosa yang sukar dipahami, apalagi puisi yang dijejali kalimat-kalimat artifisial.

Kecuali jumlah kata, flash fiction tak ada bedanya dengan cerpen atau novel.

Sebuah fiksi 100 kata disebut flash fiction bila memuat secara jelas (dapat diidentifikasi) empat elemen yang wajib hadir dalam sebuah fiksi. Keempat elemen itu adalah karakter, setting, konflik & resolusi.

Absennya salah satu dari keempat elemen tersebut otomatis menggugurkan klaimnya sebagai flash fiction.

Pada flash fiction, pembaca dapat dengan mudah melihat siapa karakternya, dimana settingnya, bagaimana konfliknya, dan apa resolusinya. Penulis tidak dianjurkan bermain-main dengan kata-kata yang hanya bisa dipahami olehnya sendiri.

Pula tidak dianjurkan menyamarkan konflik atau resolusi lewat rentetan syair para pujangga.

Flash fictioan adalah sebuah cerita

Kualitas karya flash fiction akhir-akhir ini mulai nampak mengkhawatirkan. Banyak kata-kata bijak, adagium, aforisme, sketsa filosofis, pepatah, curahan hati, majas, cukilan ide, bahkan  puisi (?) yang dipublikasikan penulisnya dengan nama flash fiction.

Bagi penulis yang berminat menguji kemampuan menulisnya, ada baiknya mencoba terlebih dahulu menulis flash fiction untuk pembaca anak-anak.

Jika kemudian pembaca –dalam hal ini anak-anak– mampu mengerti jalan cerita yang dimaksud, maka selamat, anda punya kemampuan menulis flash fiction lebih lanjut.

Perbedaan antara flash fiction anak-anak dengan dewasa hanya terletak pada tema, pesan moral dan diksi yang dipakai. Selebihnya sama saja. Kuncinya ada pada jalan cerita yang mudah dimengerti.

Buat para pembaca, tips untuk membedakan fiksi mini asli dengan palsu, kurang lebih sama. Cermati keberadaan karakter, konflik, setting, serta resolusi yang menandakan tuntasnya cerita fiksi tersebut.

Cerita mini yang plotnya (alur cerita) sukar dipahami patut anda curigai sebagai flash fiction aspal. Asli tapi palsu.

Bagaimana menurut Anda ?

Langganan Indonovel (Gratis)

Pastikan Anda membaca setiap posting Indonovel berikutnya. Segera berlangganan (gratis) via email sekarang :

.
About Daeng Anto

Founder indonovel.com™. Penggemar Sting, Levi's, nonton tinju, molen bandung, warna abu-abu & angka 7. Kini dia betah bermukim di Makassar...oleh sebab -katanya- sunset di Makassar juara satu sedunia