Mungkin ! Berikut contohnya :
MABUK
“ Lagi ! “
Waitress melangkah gontai kearahnya. “ Anda sudah mabuk berat tuan “
“ Aku tidak mabuk bodoh ! “ katanya. Ia menuang bir kedalam gelasnya, warnanya kuning dan berbusa. “ Ini air kencing yah ? Hehehe…“
Waitress menghela nafas. “ Baiklah. Jika nanti tuan ingin ketoilet, panggil saja aku “
Ia meminum habis bir-nya, kemudian berdiri sempoyongan. Mulutnya mencibir kepunggung waitress. Dari selangkangannya mengucur air kuning berbusa.
Ia duduk kembali. Minum, lalu kencing lagi. Terus-menerus minum dari, sekaligus kencing pada gelas yang sama.
“ Ini baru bir ajaib, dari tadi tak ada habis-habisnya !? “. Dahinya berkerut.
Sumber : antojournal.com kategori flash fiction
Cerita yang baru saja anda baca diatas dsebut Flash fiction, sudden fiction, short short story, atau microfiction. Sesuai namanya, flash fiction adalah fiksi kilat yang bisa dibaca sekejap hanya dalam hitungan detik. Flash fiction bukan genre baru. Hanya saja belakangan ini semakin meningkat popularitasnya seiring berkembangnya sastra dunia maya. Karakteristik flash fiction yang pendek, padat, kuat & cepat dianggap sesuai dengan tipikal pengguna internet yang enggan membaca tulisan panjang.
Belum ada kesepakatan resmi tentang jumlah kata sebuah cerita untuk dapat digolongkan kedalam flash fiction. Sebagian beranggapan, jumlah kata 300 – 1000 kata masih bisa disebut flash fiction, berada diantara microfiction (10 -300 kata) dan cerpen tradisional (3000 – 5000 kata). Sebagian lebih ekstrem lagi membatasinya maksimal 55 kata. Namun yang populer adalah dibawah 100 kata diluar judul dan nama pengarang. Aku menganut mashab ini. Sebab secara empirik, cerita dalam 100 kata betul-betul selesai dibaca dalam sekilat. Tak percaya ? Ambil stopwatch, & hitung sendiri waktunya (sebelumnya, pastikan dulu anda bukan buta huruf
Lalu bagaimana caranya menulis cerita fiksi hanya dalam 100 kata ? Nah, mari kita belajar bersama dengan flash fiction MABUK diatas sebagai contohnya : Read more »
Tags: flash fiction, tips menulis