Archive for the tag 'tips menulis'

dari hemingway ke tweetfiction

Cerita fiksi itu cuma 6 kata. Selebihnya imajinasi (Ernest Hemingway) “

Sungguh provokatif. Tapi tahukah anda, Hemingway telah menciptakan rumus dasar menulis cerita fiksi saat mernyatakan itu. Rumus itu menekankan pada kesederhanaan, kelugasan, kejelasan, ketuntasan, mudah dimengerti & tentu saja menghibur, alih-alih berkutat dengan rentetan kalimat artifisial & literer yang berpotensi mengaburkan tujuan cerita. Hemingway mengajak para penulis kembali ke kittah. (yuuk mariii.. :) )

Fiksi adalah istilah sastra yang berarti tidak benar terjadi atau sebuah karangan belaka (Wikipedia). Rupa-rupanya banyak penulis keliru menafsirkan definisi ini. Ada banyak cerita fiksi diluar sana ditulis kesana kemari, meluas, melebar, tak jelas juntrungannya. Ada kalanya kita merasa dikhianati penulis saat membacanya. Read more »

3 kelemahan flash fiction indonesia

Sepantasnya awal abad 21 dicatat sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan sastra tanah air. Abad 21 berjasa melahirkan Istilah sastra dunia maya. Berkat internet, ribuan orang dari seluruh penjuru tanah air kini bisa merilis karya sastranya ke publik hanya dengan menekan telunjuknya.

Raib sudah kasta penulis pemula, penulis ternama. Semua penulis setara. Media-media tradisional tak lagi digdaya menentukan naskah penulis siapa yang hendak dimuat. Setiap hari masyarakat dibanjiri ratusan karya fiksi yang terentang mulai dari puisi, tweetfiction, flash fiction, cerpen, novelette sampai novel. Dan berita bagusnya adalah, pembaca bisa lansung berinteraksi dengan penulis bersangkutan disaat bersamaan tanpa batas ruang & waktu.

Pembaca juga sudah bisa mengakses jenis fiksi pendek (tweetfiction & flash fiction) yang selama ini tak pernah mendapat ruang dimedia-media tradisonal. Flash fiction tiba-tiba saja menjadi anak emas di jagat sastra dunia maya. Bentuknya yang pendek, padat, dan bisa dibaca sekejap dianggap paling sesuai dengan tipikal pengguna internet yang tidak betah berlama-lama membaca tulisan panjang dilayar komputer. Read more »

Mungkinkah Menulis Cerita Fiksi Dalam 100 Kata (bagian 2)

(Sambungan dari bagian 1)

Bila dilihat sepintas lalu, sepertinya kedua syarat pokok diatas malah menyulitkan, alih-alih memudahkan kita menulis cerita fiksi kedalam 100 kata.

Tapi tidak juga..

Ada satu kebiasaan laten penulis fiksi; cenderung tidak sadar menganggap bodoh para pembacanya. Maka, pembaca pun dijejali informasi sebanyak-banyaknya, sejelas-jelasnya, supaya bisa  mengerti apa maksud sang penulis.

Persepsi ini sungguh tidak adil buat pembaca. Sebuah tulisan fiksi (FF, cerpen, Novel) semata wadah dialogis antara penulis dengan pembacanya dalam semangat kesetaraan. Saat tulisan dipublikasikan, itu tidak lagi menjadi milik penuh siapapun. Pembaca juga ingin terlibat & dilibatkan disetiap adegan. Pembaca ingin mengidentifikasi dirinya sebagai salah satu karakter didalam cerita bermodal imajinasinya sendiri. Maka, imajinasi penulis tidak boleh mendominasi cerita hingga menutup ruang keikutsertaan mereka. Read more »

Mungkinkah Menulis Fiksi Dalam 100 Kata ? (bagian 1)

Mungkin ! Berikut contohnya :

MABUK

“ Lagi ! “

Waitress melangkah gontai kearahnya. “ Anda sudah mabuk berat tuan “

“ Aku tidak mabuk bodoh ! “ katanya. Ia menuang bir kedalam gelasnya, warnanya kuning dan berbusa. “ Ini air kencing yah ? Hehehe…“

Waitress menghela nafas. “ Baiklah. Jika nanti tuan ingin ketoilet, panggil saja aku “

Ia meminum habis bir-nya, kemudian berdiri sempoyongan. Mulutnya mencibir kepunggung waitress. Dari selangkangannya mengucur air kuning berbusa.

Ia duduk kembali. Minum, lalu kencing lagi. Terus-menerus minum dari, sekaligus kencing pada gelas yang sama.

“ Ini baru bir ajaib, dari tadi tak ada habis-habisnya !? “. Dahinya berkerut.

Sumber : antojournal.com kategori flash fiction

Cerita yang baru saja anda baca diatas dsebut Flash fiction, sudden fiction, short short story, atau microfiction. Sesuai namanya, flash fiction  adalah fiksi kilat yang bisa dibaca sekejap hanya dalam hitungan detik. Flash fiction bukan genre baru. Hanya saja belakangan ini semakin meningkat popularitasnya seiring berkembangnya sastra dunia maya. Karakteristik flash fiction yang pendek, padat, kuat & cepat dianggap sesuai dengan tipikal pengguna internet yang enggan membaca tulisan panjang.

Belum ada kesepakatan resmi tentang jumlah kata sebuah cerita untuk dapat digolongkan kedalam flash fiction. Sebagian beranggapan, jumlah kata 300 – 1000 kata masih bisa disebut flash fiction, berada diantara microfiction (10 -300 kata) dan cerpen tradisional (3000 – 5000 kata). Sebagian lebih ekstrem lagi membatasinya maksimal 55 kata. Namun yang populer adalah dibawah 100 kata diluar judul dan nama pengarang. Aku menganut mashab ini. Sebab secara empirik, cerita dalam 100 kata betul-betul selesai dibaca dalam sekilat. Tak percaya ? Ambil stopwatch, & hitung sendiri waktunya (sebelumnya, pastikan dulu anda bukan buta huruf :)

Lalu bagaimana caranya menulis cerita fiksi hanya dalam 100 kata ? Nah, mari kita belajar bersama dengan flash fiction MABUK diatas sebagai contohnya : Read more »