Archive for the tag 'show don’t tell'

show don’t tell

Tiga bulan lalu untuk pertama kalinya aku membaca flash fiction 100 kata. Judulnya Pengakuan karya Harvey Stanbrough, disusul Dragon Tales karya S. Joan Popek , (penulis yang menenerbitkan ezine flash fiction; The Popper Gazette). Ceritanya dimulai dipertengahan aksi, berjalan cepat, dan berakhir mengejutkan. Genre ini menawarkan pengalaman membaca cerita hanya sekedipan mata (yah, betul-betul sekejap).

Siapa sangka kesan yang ditimbulkannya mengendap berhari-hari. Kupikir aku telah jatuh cinta pada genre ini. Maka, sebagai orang yang gemar menulis fiksi, kuputuskan mencoba menulis flash fiction. (hasilnya sebagaimana bisa kawan-kawan baca di antojournal.com)

* * *

Awal menulis flash fiction pertamaku yang berjudul Rekruitmen kukira bakal mudah saja. Menulis cerita dalam 100 kata sungguh perkara gampang. Terbukti draft awal bisa selesai tak kurang dari 20 menit. Hasilnya jangan ditanya. Itulah fiksi terburuk yang pernah kutulis seumur hidup :) . Cukup layak dijadikan contoh kasus pengkhianatan terhadap prinsip terpenting dalam penulisan fiksi; show don’t tell (tunjukkan, jangan katakan) : Read more »