Archive for the tag 'flash fiction'

show don’t tell

Tiga bulan lalu untuk pertama kalinya aku membaca flash fiction 100 kata. Judulnya Pengakuan karya Harvey Stanbrough, disusul Dragon Tales karya S. Joan Popek , (penulis yang menenerbitkan ezine flash fiction; The Popper Gazette). Ceritanya dimulai dipertengahan aksi, berjalan cepat, dan berakhir mengejutkan. Genre ini menawarkan pengalaman membaca cerita hanya sekedipan mata (yah, betul-betul sekejap).

Siapa sangka kesan yang ditimbulkannya mengendap berhari-hari. Kupikir aku telah jatuh cinta pada genre ini. Maka, sebagai orang yang gemar menulis fiksi, kuputuskan mencoba menulis flash fiction. (hasilnya sebagaimana bisa kawan-kawan baca di antojournal.com)

* * *

Awal menulis flash fiction pertamaku yang berjudul Rekruitmen kukira bakal mudah saja. Menulis cerita dalam 100 kata sungguh perkara gampang. Terbukti draft awal bisa selesai tak kurang dari 20 menit. Hasilnya jangan ditanya. Itulah fiksi terburuk yang pernah kutulis seumur hidup :) . Cukup layak dijadikan contoh kasus pengkhianatan terhadap prinsip terpenting dalam penulisan fiksi; show don’t tell (tunjukkan, jangan katakan) : Read more »

flash fiction aspal

Anda pengguna internet ? Penggemar fiksi ? Jika jawabannya iya, maka saya asumsikan anda cukup familiar dengan istilah flash fiction.

Flash fiction atau di Indonesia disebut cerita/fiksi mini mulai populer kembali seiring membanjirnya penawaran ragam fitur publikasi dari para pengembang internet. Di era teknologi informasi kini, seorang penulis tak perlu lagi harap-harap cemas menanti (koran edisi) hari minggu untuk mengetahui apakah karyanya dimuat atau tidak. Penulis tak perlu lagi bersusah payah mengirim via pos ke berbagai majalah, hanya untuk menambah tumpukan naskah yang antri di meja redaktur. Dan yang paling menyenangkan yaitu tak perlu bersaing dengan naskah penulis ternama :) Read more »

Mungkinkah Menulis Fiksi Dalam 100 Kata ? (bagian 1)

Mungkin ! Berikut contohnya :

MABUK

“ Lagi ! “

Waitress melangkah gontai kearahnya. “ Anda sudah mabuk berat tuan “

“ Aku tidak mabuk bodoh ! “ katanya. Ia menuang bir kedalam gelasnya, warnanya kuning dan berbusa. “ Ini air kencing yah ? Hehehe…“

Waitress menghela nafas. “ Baiklah. Jika nanti tuan ingin ketoilet, panggil saja aku “

Ia meminum habis bir-nya, kemudian berdiri sempoyongan. Mulutnya mencibir kepunggung waitress. Dari selangkangannya mengucur air kuning berbusa.

Ia duduk kembali. Minum, lalu kencing lagi. Terus-menerus minum dari, sekaligus kencing pada gelas yang sama.

“ Ini baru bir ajaib, dari tadi tak ada habis-habisnya !? “. Dahinya berkerut.

Sumber : antojournal.com kategori flash fiction

Cerita yang baru saja anda baca diatas dsebut Flash fiction, sudden fiction, short short story, atau microfiction. Sesuai namanya, flash fiction  adalah fiksi kilat yang bisa dibaca sekejap hanya dalam hitungan detik. Flash fiction bukan genre baru. Hanya saja belakangan ini semakin meningkat popularitasnya seiring berkembangnya sastra dunia maya. Karakteristik flash fiction yang pendek, padat, kuat & cepat dianggap sesuai dengan tipikal pengguna internet yang enggan membaca tulisan panjang.

Belum ada kesepakatan resmi tentang jumlah kata sebuah cerita untuk dapat digolongkan kedalam flash fiction. Sebagian beranggapan, jumlah kata 300 – 1000 kata masih bisa disebut flash fiction, berada diantara microfiction (10 -300 kata) dan cerpen tradisional (3000 – 5000 kata). Sebagian lebih ekstrem lagi membatasinya maksimal 55 kata. Namun yang populer adalah dibawah 100 kata diluar judul dan nama pengarang. Aku menganut mashab ini. Sebab secara empirik, cerita dalam 100 kata betul-betul selesai dibaca dalam sekilat. Tak percaya ? Ambil stopwatch, & hitung sendiri waktunya (sebelumnya, pastikan dulu anda bukan buta huruf :)

Lalu bagaimana caranya menulis cerita fiksi hanya dalam 100 kata ? Nah, mari kita belajar bersama dengan flash fiction MABUK diatas sebagai contohnya : Read more »