Sekilat Flash Fiction

Flash fiction sesuai namanya adalah fiksi kilat yang bisa dibaca sekejap hanya dalam hitungan detik.

Beberapa penulis menyebutnya dengan istilah sudden fiction, microfiction, micro story, postcard fiction, atau short short story.

Di China orang menyebutnya cerita seukuran telapak tangan.

Belakangan ini flash fiction meningkat popularitasnya seiring dengan berkembangnya sastra dunia maya.

Karakteristik flash fiction yang pendek, padat, kuat & cepat dianggap sesuai dengan tipikal pengguna internet yang memiliki waktu terbatas

Belum ada kesepakatan resmi tentang jumlah kata sebuah cerita yang dapat digolongkan kedalam flash fiction.

Sebagian beranggapan, jumlah kata 300 – 1000 kata masih bisa disebut flash fiction, berada diantara microfiction (10 -300 kata) dan cerpen tradisional (3000 – 5000 kata).

Sebagian lebih ekstrem lagi membatasinya maksimal hanya 55 kata.

Namun yang populer adalah dibawah 100 kata diluar judul dan nama pengarang..

Flash fiction dicirikan sebagai cerita puncak dari beberapa kejadian/latar belakang yang tidak disebutkan (tidak memiliki pengantar cerita).

Sebuah cerita dengan ide kecil dalam gambaran cerita besar, dimulai di pertengahan aksi dan hanya fokus pada satu gambaran terkuat,

Meski pendek, flash fiction memliki aturan ketat yang tidak boleh dilanggar dalam penulisannya. Flash fiction sama dengan novel atau cerpen:

Harus memiliki awal yang jelas, tengah yang kuat & akhir yang definitif.

Wajib memliki elemen cerita yang utuh; setting, karakter, konflik, resolusi.

Tanpa kehadiran semua elemen tersebut, maka 100 kata yang ditulis mungkin hanya berupa puisi dalam bentuk prosa, atau potongan sketsa/ide cerita, bukan flash fiction.

Mungkinkah merangkum semua elemen itu dalam 100 kata ? Itulah seninya.

  • Umumnya seniman flash fiction berfokus pada esensi cerita, menyorot subjek yang berada didepan, dan menyimpan latar belakang hanya dalam pikiran (tidak menuangkannya dalam cerita).
  • Karena keterbatasan kata, maka diksi (pilihan kata) harus kuat, menggunakan kata kerja aktif dan menghindari kata sifat – teknik yang juga berlaku pada cerpen & novel -.
  • Tak ada tempat buat deskripsi setting maupun karakter yang panjang dalam flash fiction.
  • Memaksimalkan pemakaian tanda baca, seperti tanda seru “!” atau tanda tanya “?” untuk menegaskan emosi dalam dialog ketimbang menggunakan tags “ ….katanya marah”, atau “ ….katanya menyelidiki”.
  • Ruang untuk karakter hanya muat untuk 2 atau maksimal 3 tokoh.
  • Konflik tidak harus pertarungan antara penjahat versus pahlawan, tapi bisa berupa perbedaan pendapat/ketegangan, dan..
  • Mengandalkan dialog untuk menggambarkan karakter dan konflik.
  • Mengedit dengan kejam; membuang semua kata-kata lemah yang tidak penting (utamanya kata keterangan)
  • Resolusi sebaiknya berakhir mengejutkan namun mudah dimengerti oleh pembaca kenapa akhir seperti itu terjadi.
  • Fokus hanya pada 1 tema terbatas, sempit dan tidak melebar. Kekuatan utama flash fiction terletak pada tema (pesan/moral cerita). Tanpa tema, sebuah flash fiction boleh dikatakan gagal.

Diawali ditengah aksi, diakhiri dengan kejutan dan meninggalkan pembaca terengah-engah saat cerita berakhir;

Contoh-contoh flash fiction bisa anda baca di antojournal.com (blog khusus flash fiction)

Copyright @2010 by Rusdianto.

Langganan Indonovel (Gratis)

Pastikan Anda membaca setiap posting Indonovel berikutnya. Segera berlangganan (gratis) via email sekarang :

.
About Daeng Anto

Founder indonovel.com™. Penggemar Sting, Levi's, nonton tinju, molen bandung, warna abu-abu & angka 7. Kini dia betah bermukim di Makassar...oleh sebab -katanya- sunset di Makassar juara satu sedunia