[Flash Fiction] 100 Kata, Lebih atau Kurang ?

tips menulis fiksi ernest hemingway

‘ Saya bisa menulis fiksi HANYA dalam 6 kata. Kamu ? “

Bagi pemula, flash fiction adalah kategori fiksi paling membingungkan. Benar ?

Setidaknya ada 2 sumber darimana kebingungan Anda itu bermula…

Pertama, soal nama

Flash fiction memiliki banyak padanan.

Anda bisa menemukan diluar sana, khusunya para penyelenggara lomba, yang leluasa mempertukarkan istilah flash fiction dengan sudden fiction, microfiction, micro-story, postcard fiction, dan short short story.

Kedua, soal syarat maksimal jumlah kata yang harus dipergunakan

Pada awalnya, konvensi para penulis fiksi mendefinisikan flash fiction sebagai cerita pendek yang lebih pendek dari cerita pendek tradisional (cerpen).

Masalahnya,syarat maksimal jumlah kata pada cerpen tradisional belum mapan hingga hari ini.

…Beberapa koran –edisi hari minggu– mensyaratkan jumlah maksimal 1.000 kata untuk naskah yang masuk.

….Harian Kompas –dari beberapa sumber–  mensyaratkan maksimal 12.000 karakter termasuk spasi.

…dan Anda sendiri bahkan bisa menemukan cerpen 10.000 kata lebih dalam banyak buku antologi.

Pada akhirnya, ini akan membawa kita ke masalah paling mendasar….

Berapa sebenarnya jumlah kata maksimal yang boleh dipergunakan dalam flash fiction ?

Karena flash fiction mewarisi ketidakmapanan cerpen… maka akhirnya komunitas flash fiction di Indonesia pun berbeda pendapat soal ini.

Saya melihat komunitas flash fiction di Indonesia terbagi kedalam 4 kelompok besar :

1. Kelompok pertama, yang menganggap kisaran 1.000 kata masih layak disebut flash fiction.

Anda bisa menemui kelompok ini pada arsip tulissan yang menggunakan tags #flashfiction di kompasiana.com.

2. Kelompok kedua, yang memberi batasan maksimal 350 kata.

Termasuk dalam kelompok ini adalah Ubud Writer & Readers Festival 2010. Hal ini terlihat saat mereka menggelar lomba The flash Fiction Challenge.

3. Kelompok ketiga, yang  memberi batasan maksimal 100 kata, diluar judul & nama pengarang.

Saya ikut disini…

4. Kelompok keempat, yang dimotori oleh Agus Noor mematok jumlah maksimal 50 kata.

…Karena di dunia penulisan fiksi jarang ada konvensi, tentu saja tidak satupun dari kelompok diatas yang paling benar diatas kelompok lainnya.

Anda bebas memilih ikut kelompok manapun… – dan polisi Indonovel tidak akan menangkap Anda 🙂

Tapi jika Anda bingung menentukan sikap, saya akan mencoba memberikan perspektif pribadi (*Disclaimer), mengapa saya memilih batasan maksimal 100 kata.

2 Alasan Mengapa 100 kata ?

Pertama, angka 1.000 kata lebih sudah terlanjur familiar dengan sebutan cerpen

Begitu pula dengan cerita fiksi antara 350 – 1.000 kata.

Kisaran angka dipertengahan 1.000 kata lazim Anda temukan dengan nama cerita mini (cermin) koran-koran edisi hari minggu. Menamakannya kemudian dengan flash fiction hanya menambah kebingungan pembaca, benar ?

Bagaimana dengan batasan 50 kata ?

Batas maksimal 50 kata cenderung tanggung, dimana tingkat kesulitan, dan seni penulisannya, hampir sama dengan cerita 100 kata..

..Dan tingkat kesulitan, atau seni penulisan inilah yang menjadi alasan kedua

Saya kira kelahiran flash fiction dipicu oleh karena, para penulis hendak menguji kreatifitasnya melahirkan karya dalam jumlah kata seminim mungkin.

Anda bisa menelusuri akarnya pada proses kelahiran novel 6 kata Hemingway.

(Konon, awalnya Hemingway bertaruh pada temannya bahwa dia sanggup menciptakan novel hanya dalam 6 kata… Dan dia berhasil melahirkan karya For sales; Baby shoes. never worn)

Para penulis ingin menjawab kemustahilan melahirkan cerita fiksi dalam jumlah kata terbatas….

Namun isisi lain disyaratkan memuat semua elemen cerita seperti pada cerita fiksi yang lebih panjang (cerpen, novelette, novel, epik), yaitu memiliki babakan awal, tengah, & akhir, serta menghadirkan unsur karakter, setting, konflik, & resolusi.

Rata-rata penulis tidak menemui tantangan berarti, ketika menulis cerpen pada kisaran 1.000 kata, atau menulis cermin 350 kata.

Jumlah kata dalam kisaran demikian cukup longgar. Anda leluasa menghasilkan cerita yang lengkap mulai dari awal, tengah & akhir, dan juga leluasa menghadirkan karakter, setting, konflik dan resolusi kedalamnya.

Tapi bagaimana jika anda ditantang menulis cerita dalam jumlah maksimal 100 kata ?

Sulit bukan ?

Nah, itulah maksud kelahiran kategori flash fiction. Penulis menantang diri sendirinya, dengan kesulitan yang ditimbulkannya sendiri.

Flash fiction menantang Anda menulis dalam jumlah kata terbatas, namun dengan persyaratan yang sama seperti cerpen dan novel.

Sekarang, Apa pilihan Anda ?

Saya ingin mendengar opini Anda pada kolom komentar.

..dan jangan lupa, ajak teman Anda terlibat dengan membagikan artikel ini via twitter atau facebook…

Langganan Indonovel (Gratis)

Pastikan Anda membaca setiap posting Indonovel berikutnya. Segera berlangganan (gratis) via email sekarang :

.
About Daeng Anto

Founder indonovel.com™. Penggemar Sting, Levi's, nonton tinju, molen bandung, warna abu-abu & angka 7. Kini dia betah bermukim di Makassar...oleh sebab -katanya- sunset di Makassar juara satu sedunia