<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonovel.com&#187; tips menulis fiksi</title>
	<atom:link href="http://indonovel.com/category/tips-menulis-fiksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonovel.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 02:48:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>3 Cara Menulis Cerpen Yang Bisa Anda Pelajari Dari Lirik  Someone Like You &#8211; Adele</title>
		<link>http://indonovel.com/belajar-menulis-cerpen-dari-adele/</link>
		<comments>http://indonovel.com/belajar-menulis-cerpen-dari-adele/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 07:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[cara menulis cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=1371</guid>
		<description><![CDATA[Nenek moyang kita dimasa lalu gemar menghabiskan malam dengan melingkar dihadapan api unggun. Pada kesempatan itu biasanya seorang tetua kemudian tampil untuk membacakan cerita. Kita mewarisinya. Manusia boleh berevolusi namun gen sebagai mahluk yang senang mendengarkan cerita tetap mengalir di darah kita. Jadi, seorang cerpenis atau novelis seperti anda tak perlu khawatir kehilangan pembaca. Kecuali, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nenek moyang kita dimasa lalu gemar menghabiskan malam dengan melingkar dihadapan api unggun. Pada kesempatan itu biasanya seorang tetua kemudian tampil untuk membacakan cerita.</p>
<div id="attachment_1372" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-1372" title="Adele" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2012/04/Adele-in-Seatle.jpg" alt="cara menulis cerpen yang bisa dipelajari dari adele" width="240" height="320" /><p class="wp-caption-text">..Someone like you, Rusdianto.</p></div>
<p>Kita mewarisinya.</p>
<p>Manusia boleh berevolusi namun gen sebagai mahluk yang senang mendengarkan cerita tetap mengalir di darah kita. Jadi, seorang <strong>cerpenis</strong> atau novelis seperti anda tak perlu khawatir kehilangan pembaca.</p>
<p>Kecuali, anda gagal bercerita.</p>
<h3><strong>Adele tahu bercerita dan penulis cerpen bisa menirunya</strong></h3>
<p>Kita semua menggemari cerita dalam bentuk apapun; Film, sinetron, iklan, gossip, buku, <strong><a href="http://antojournal.com" target="_blank">cerpen</a></strong>, <strong>novel</strong>, syair, bahkan lagu.</p>
<p>Banyak lagu yang bercerita. Anda bisa mencermati antara lain; <em>Message on the Bottle</em> &#8211; Sting, <em>Last Kiss</em> &#8211; Pearl Jam atau <em>I Will Survive</em> – Cake, dan yang paling anyar tentu saja <em>Someone Like You</em> –Adele</p>
<p><em>Someone Like You</em> punya komposisi nada yang bagus. Selain itu juga ditunjang oleh suara menakjubkan penyanyinya. Namun kesuksesan lagu itu di seantero dunia mungkin tidak akan sefenomenal saat ini jika saja liriknya berbeda.</p>
<p>Lirik lagu <em>Someone Like You</em> adalah sebuah cerita. Jutaan orang diseluruh dunia (termasuk saya) terhubung dengan lagu tersebut karena ceritanya..</p>
<blockquote><p><em>I heard</em></p>
<p><em>That you&#8217;re settled down</em></p>
<p><em>That you Found a girl</em></p>
<p><em>And you&#8217;re Married now</em></p>
<p><em>I heard</em></p>
<p><em>That your dreams came true.</em></p>
<p><em>Guess she gave you things</em></p>
<p><em>I didn&#8217;t give to you</em></p></blockquote>
<p>Bagaimana cara Adele menulis sebuah cerita yang bisa menghipnotis jutaan manusia di muka bumi ?</p>
<p>Apa saja yang bisa anda pelajari dari Adele untuk <strong><a href="http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway/" target="_blank">menulis cerpen yang bagus</a></strong> ?</p>
<p>Saya mencatat sedikitnya ada 3 :</p>
<h4><strong>1. </strong><strong>Sebuah Cerpen Harus Memiliki <em>Cerita</em></strong></h4>
<p>Sebuah cerita menampilkan tindakan karakter dalam meraih tujuan yang jelas, serta perubahan yang dialami karakternya di akhir cerita (resolusi).</p>
<p><em>Lord of The Ring</em> karya Tolkien punya cerita :</p>
<p>Frodo harus membawa cincin ke kawah gunung api mordor agar bisa mengalahkan mata jahat Sauron.</p>
<p><strong>Cerpen</strong> <em>The Necklace</em> karya Guy de Maupasant menceritakan :</p>
<p>Seorang wanita menghilangkan kalung yang dipinjamnya. Dia baru tahu bertahun kemudian bahwa kalung itu imitasi, padahal dia telah menggantinya dengan kalung asli.</p>
<p><em>Someone Like You</em> &#8211; Adele bercerita tentang :</p>
<p>Seorang wanita yang dituntut mengambil sikap saat menemukan kenyataan pria yang masih dicintainya kini telah menikahi wanita lain.</p>
<p>Sekarang..</p>
<p>Apa<em> cerita</em> dalam cerpen anda ?</p>
<p>Apakah cerpen anda melebar kesana-kemari tanpa tujuan yang jelas ?</p>
<p><strong>Bisakah anda menceritakannya dalam 2 baris ?</strong></p>
<h4><strong></strong><strong>2. </strong><strong>Cerita Harus Punya Konflik Menonjol</strong></h4>
<p>Ada 4 elemen wajib dalam sebuah <strong>cerpen</strong> yaitu;  <a href="http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap/" target="_blank">karakter, setting, konflik dan resolusi</a>.</p>
<p>Tapi pembaca kerap mengabaikan 3 elemen lainnya dan fokus pada konflik.</p>
<p>Konfliklah yang menghidupkan sebuah cerpen. Konflik menjadi motivasi utama mengapa orang mengingat sebuah karya fiksi. Itu sebabnya sinopsis pada sampul belakang buku fiksi biasanya berupa ringkasan konflik.</p>
<p>Tanpa konflik yang kuat, siapa yang akan mengingat LOTR :</p>
<p>Frodo berkonflik dengan dirinya sendiri. Dia dilanda ketakutan dan keragu-raguan saat menyadari dirinya terpilih sebagai si pembawa cincin.</p>
<p>Frodo berkonflik dengan Gollum, dengan sahabatnya si Sam, dan dengan si mata jahat Sauron.</p>
<p>Konflik membuat lagu Adele meningggalkan kesan mendalam :</p>
<p>Adele konflik dengan dirinya sendiri (internal). Dia tahu dirinya harus menatap ke masa depan. Namun dia juga tidak bisa membohongi dirinya yang masih mencintai mantan kekasihnya.</p>
<blockquote><p><em>Regret’s and mistakes they’re memories made</em></p>
<p><em>Who would have known how bittersweet this would taste? </em></p></blockquote>
<p>Adele konflik dengan lingkungan (eksternal). Situasi tak memungkinkannya lagi untuk terus mengharapkan pria yang dicintainya, karena si pria telah memilih wanita lain.</p>
<p>Adele menunjukkan bagaimana dia konflik dengan mantan kekasihnya :</p>
<blockquote><p><em>I hate to turn up out of the blue uninvited</em></p>
<p><em>But I couldn&#8217;t stay away, I couldn&#8217;t fight it.</em></p>
<p><em>I had hoped you&#8217;d see my face and that you&#8217;d be reminded</em></p>
<p><em>That for me it isn&#8217;t over.</em></p></blockquote>
<h4><em></em><strong>3. </strong><strong>Cerita Harus Melibatkan Emosi Pembaca</strong></h4>
<blockquote><p><em>Hanya dengan mengganti nama, maka tentang kamulah cerita ini dimaksudkan </em><em>– Karl marx</em></p></blockquote>
<p>Tema cerita dalam lirik <em>Someone Like You</em> termasuk klise. Banyak dari kita cukup akrab dengan kisah-kisah semacam itu, benar ? <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Disitulah kekuatan lirik lagu ini.</p>
<p>Kita semua terlibat secara emosional dengan perasaan kasih tak sampai. Termasuk bagi mereka yang beruntung tidak pernah mengalaminya. Frustasi, kemarahan, kekecewaan, adalah jenis-jenis emosi dominan yang otomatis menarik keterlibatan manusia.</p>
<p>Keterlibatan emosional membuat lirik lagu ini kemudian menjadi soal pribadi, setiap dari kita:</p>
<blockquote><p><em>Never mind</em></p>
<p><em>I&#8217;ll find someone like you</em></p>
<p><em>I wish nothing but the best for you too</em></p>
<p><em>&#8220;Don&#8217;t forget me,&#8221; I begged</em></p>
<p><em>&#8220;I&#8217;ll remember,&#8221; you said</em></p>
<p><em>Sometimes it lasts in love </em></p>
<p><em>But sometimes it hurts instead</em></p></blockquote>
<p> <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Efek yang sama berlaku pada cerpen.</p>
<p><strong>Cerpen yang bagus</strong> mampu melibatkan emosi pembacanya. Itulah yang kita lihat pada cerpen-cerpen kelas dunia, seperti :</p>
<p><em>Charles</em> karya Shirley Jackson yang membuat ibu-ibu yang memiliki anak berumur 5-6 tahun terhubung secara emosional.</p>
<p><a href="http://indonovel.com/tips-menulis-cerpen-hemingway/" target="_blank"><em>Kucing Kehujanan</em> karya Ernest Hemingway </a>yang melibatkan emosi para istri yang tidak lagi  mendapatkan perhatian dari suaminya.</p>
<p>Bagaimana dengan cerpen anda ?</p>
<p>Apa emosi dominan yang anda tampilkan dalam cerpen ?</p>
<p>Apa yang membuat pembaca mengidentifikasi dirinya sebagai karakter dalam cerpen anda ?</p>
<h3><strong>3 poin kunci untuk menulis cerpen yang baik</strong></h3>
<p>Teknik bercerita Adele dalam lagu <em>Someone Like you</em> sebenarnya bukan hal baru. Teknik ini telah bekerja dengan baik dalam semua bentuk cerita selama berabad-abad.</p>
<p>Hari ini Adele kembali membuktikan efektifitas teknik tersebut.  Bila anda tertarik mengadaptasinya kedalam <strong>cerpen</strong>, cukup mengingat 3 hal berikut :</p>
<ul>
<li>Pastikan cerpen anda punya satu <em>cerita</em></li>
<li>Buat konflik yang menonjol</li>
<li>Libatkan emosi dominan pembaca</li>
</ul>
<p>Apakah anda melihat hal lain yang bisa dipelajari seorang cerpenis dari lirik lagu Adele ?</p>
<p>Beritahu saya pada kolom komentar.</p>
<p>PS : Lirik lagu Adele telah menginspirasi saya menulis fiksi mini dengan judul yang sama ; <a href="http://antojournal.com/fiksi-mini-berjudul-someone-like-you/" target="_blank">Someone Like You</a>. Silahkan dibaca <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color: #999999;">photo credits : Adele in Seattle by </span><span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.flickr.com/photos/nikotransmission/" target="_blank"><span style="color: #0000ff;">Nicotransmission</span></a></span><span style="color: #999999;"> (creative commons)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/belajar-menulis-cerpen-dari-adele/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cepat &amp; Praktis (5 Sumber Ide Menulis Flash Fiction)</title>
		<link>http://indonovel.com/5-sumber-cepat-dan-praktis-untuk-menemukan-ide-menulis-flash-fiction/</link>
		<comments>http://indonovel.com/5-sumber-cepat-dan-praktis-untuk-menemukan-ide-menulis-flash-fiction/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 16:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips menulis flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[100 kata]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi mini]]></category>
		<category><![CDATA[flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=827</guid>
		<description><![CDATA[Dari mana-mana. Demikian jawaban yang kerap kita terima dari penulis senior untuk pertanyaan “ darimana ide tulisan datang ?” Tapi koq rasanya sama seperti menanyakan dimana bisa memperoleh Pallu Basa terbaik (makanan khas Makassar), lalu seseorang menjawab ‘di Kota Makassar ’. Anda butuh alamat/lokasi jelas penjual Pallu Basa terbaik ketimbang harus mengelilingi wilayah seluas 175, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1219" class="wp-caption alignright" style="width: 370px"><img class="size-full wp-image-1219" title="kafe penulis" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2011/07/kafe-penulis.jpg" alt="cari mencari ide tulisan" width="360" height="270" /><p class="wp-caption-text">kafe tempat mencari ide tulisan</p></div>
<p style="text-align: left;">Dari mana-mana.</p>
<p style="text-align: left;">Demikian jawaban yang kerap kita terima dari <em>penulis</em> senior untuk pertanyaan “ darimana <em>ide tulisan</em> datang ?”</p>
<p style="text-align: left;">Tapi koq rasanya sama seperti menanyakan dimana bisa memperoleh <em>Pallu Basa</em> terbaik (makanan khas Makassar), lalu seseorang menjawab ‘di Kota Makassar ’.</p>
<p style="text-align: left;">Anda butuh alamat/lokasi jelas penjual <em>Pallu Basa</em> terbaik ketimbang harus mengelilingi wilayah seluas 175, 77 km<sup>2</sup>, bukan ? (sabar, saya akan memberikan alamat penjualnya diakhir postingan ini <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;"><em>Belum ketemu</em> <em>ide</em> lazim menjadi motif pertanyaan diatas.</p>
<p style="text-align: left;">Saya kerap menjumpai pernyataan seperti itu. Termasuk dari diri saya sendiri.</p>
<p style="text-align: left;">Pernyataan itu bermakna ganda. Kita tidak tahu tempat untuk menemukan ide atau, tahu tapi belum kesana ?</p>
<p style="text-align: left;">Masalah menjadi lebih rumit lagi bagi yang meyakini ide itu diciptakan, alih-alih ditemukan.</p>
<p style="text-align: left;">Ada waktu kita memerlukan sumber pasti untuk menemukan ide dengan cepat. Mereka yang getol ikut lomba menulis tentu paham urgensinya.</p>
<p style="text-align: left;">Atau dilain waktu, dorongan menulis demikian kuat namun kita bingung hendak menulis apa?</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimanapun, ide adalah modal dasar dari menulis (dan segala sesuatu).</p>
<p style="text-align: left;">Kita butuh ‘tempat-tempat’ pasti untuk didatangi saat membutuhkan ide. Tempat yang hampir selalu menyediakan ide buat kita. Tempat yang tidak pernah berkata ‘tidak ada’ untuk ide yang kita cari.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi dimana ?</p>
<p style="text-align: left;">Saya punya tempat-tempat khusus semacam itu.</p>
<p style="text-align: left;">Saya telah menulis <em>flash fiction 100</em> kata sejak Maret 2010. Kadang-kadang ide tulisan hinggap begitu saja, seperti Newton kejatuhan buah apel. Kadang-kadang saya ‘menciptakannya’ lewat brainstorming.</p>
<p style="text-align: left;">Apel jatuh termasuk langka.</p>
<p style="text-align: left;">Brainstorming juga membutuhkan energi dan waktu lebih lama.</p>
<p style="text-align: left;">Maka, disaat saya paceklik ide, saya punya tujuan pasti untuk didatangi.</p>
<p style="text-align: left;">Anda berminat ? Ini alamatnya:</p>
<h2><strong>1. </strong><strong>Kitab-Kitab Agama</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Kitab-kitab agama (samawi atau bukan) menyediakan ide tak terbatas.</p>
<p style="text-align: left;">Keuntungannya, anda tak perlu bersusah payah mencari moral cerita -unsur yang mutlak hadir dalam sebuah cerita-,</p>
<p style="text-align: left;">Saya pikir kitab-kitab agama memang ditulis dalam rangka itu.</p>
<p style="text-align: left;">Mengapa cepat ?</p>
<p style="text-align: left;">Kitab-kitab agama banyak mengisahkan cerita yang lengkap.</p>
<p style="text-align: left;">Unsur-unsur pembangun cerita seperti <em>plot</em>, <em>karakter</em>, <em>konflik</em>, <em>setting</em> &amp; <em>resolusi</em> telah tersedia dalam kisah-kisah tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Saya tidak menganjurkan anda menyalin penuh. Tapi anda hanya perlu sedikit waktu dan kreatifitas untuk memodifikasinya.</p>
<ul style="text-align: left;">
<li>Ganti latar masa lalu dengan masa kini.</li>
<li>Ubah alur maju menjadi <em>flashback (dan sebaliknya)</em>.</li>
<li>Ubah sumber konflik. Misal sumber konflik adalah patung berhala, menggantinya dengan mobil, rumah atau harta benda yang berpotensi sama -untuk menjadi berhala-.</li>
</ul>
<p style="text-align: left;">Penting diingat bahwa ada pakem yang mesti diindahkan bila kitab-kitab agama menjadi rujukan.</p>
<p style="text-align: left;">Agama sangat sensitif bagi -hampir- kita semua.</p>
<p style="text-align: left;">Sebaiknya berhati-hati menyebut nama karakter dan istilah-istilah resmi dalam institusi agama bersangkutan.</p>
<p style="text-align: left;">Sekali lagi, naskah akhir anda tidak dalam rangka menafsirkan ulang moral cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam agama tertentu, moral kisah bersifat permanen. Yang kita lakukan hanya menyampaikan kembali moral kedalam bahasa yang lebih kini.</p>
<p style="text-align: left;">Perilaku ini mirip dengan praktik Sunan Kalijaga dalam mendakwahkan Islam di tanah Jawa melalui media kesenian lokal.</p>
<p style="text-align: left;">Contoh <em>flash fiction</em> saya yang idenya bersumber dari kitab agama adalah <strong><em><a href="http://antojournal.com/fiksi-mini-100-kata-iring-iringan-presiden/" target="_blank">Iring-iringan Presiden</a></em></strong>. Silahkan baca.</p>
<h2><strong>2. </strong><strong>Folkfore dan Dongeng</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Metodenya sama persis dengan poin satu diatas. Anda hanya butuh usaha sedikit keras untuk menemukan sumber-sumber cerita yang orisinil.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak folkfore atau dongeng yang belum dipublikasikan secara tertulis.</p>
<p style="text-align: left;">Kakek nenek kita adalah rujukan terbaik. Anda cukup menangkap <strong>plot</strong> dan <strong>moral ceritanya</strong>, selebihnya akan diurus oleh kreatifitas alami anda sebagai penulis.</p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://antojournal.com/flash-fiction-gali-lubang-tutup-lubang/" target="_blank">Gali Lubang Tutup Lubang</a></strong> contoh <em>flash fiction</em> yang saya adaptasi dari folkfore.</p>
<h2><strong>3. </strong><strong>Lirik Lagu</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Banyak lirik lagu dilatarbelakangi kisah utuh. Liriknya mengandung unsur-unsur pembangun cerita seperti karakter, setting, konflik dan resolusi.</p>
<p style="text-align: left;">Penekanannya, sekali lagi adalah kehadiran moral cerita. Lirik lagu yang tidak mengandung pesan yang kuat tidak termasuk dalam kategori ini.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai contoh; <em>Living on the jet plane</em> punya Jhon Denver; <em>Last Kiss</em> dari Pearl Jam; dan tentu saja <em><strong><a href="http://antojournal.com/message-in-a-bottle-fiksi-mini-100-kata/" target="_blank">Message In The Bottle </a></strong></em>karya musisi favorit saya, Sting. Saya menulis satu <em>flash fiction</em> dengan judul yang sama dengan lagu itu. Silahkan cermati.</p>
<h2><strong>4. </strong><strong>Fiksi Lama</strong></h2>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Setiap tulisan hanya menceritakan tulisan sebelumnya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Kutipan diatas ada benarnya. Tapi mereka yang gegabah mengartikannya secara harfiah punya istilah yang lebih tepat, yaitu plagiat (<em>DodolPreeetDodolPreeet !</em>).</p>
<p style="text-align: left;">Mereproduksi karya lama punya kelebihan tersendiri. Apalagi karya legendaris.</p>
<p style="text-align: left;">Selain numpang ngetop, penulis tidak perlu lagi berpanjang lebar menjelaskan latar belakang cerita. Pembaca telah punya bayangan atas cerita dimaksud  Hal ini tentu saja menguntungkan bagi penulis flash fiction yang dibatasi oleh kuota maksimal <em>100 kata</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Disini anda hanya perlu memodifikasi. Bahkan penafsiran ulang atas cerita itu sah-sah saja.</p>
<p style="text-align: left;">‘Manipulasi’ pengetahuan pembaca atas cerita bersangkutan dengan cara; Memutarbalikkan plot, mereposisi karakter (antagonis menjadi protagonis) dan atau merevisi ending cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Saya punya contoh <em>flash fiction</em> untuk kasus ini. silahkan anda membaca <strong><a href="http://antojournal.com/flash-fiction-gadis-penjual-korek-api/" target="_blank">Gadis Penjual Korek Api</a></strong> dan <strong><a href="http://antojournal.com/flash-fiction-dijual-sepatu-bayi-belum-pernah-dipakai/" target="_blank">For Sale; Baby shoes. Never worn</a></strong>.</p>
<h2><strong>5. </strong><strong>Humor Warung Kopi</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Saya punya kebiasaan berkumpul dengan teman-teman diwarung kopi saat senja.</p>
<p style="text-align: left;">Lelucon &amp; anekdot dari obrolan warung kopi banyak menyuplai gagasan untuk flash fiction saya.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam kasus anda, warung kopi boleh berganti kafe, kampus, klub, pos ronda atau rumah tetangga.</p>
<p style="text-align: left;">Setiap orang mestinya punya pengalaman lucu. Kita perlu <strong><em>prihatin</em></strong> dengan siapa saja yang menjalani hidupnya terlalu serius – <em>bandingkan Gus Dur dengan presiden yang sekarang</em>&#8211;.</p>
<p style="text-align: left;">Saya kira jarang ada teman anda yang tidak punya simpanan cerita lucu dalam hidupnya.</p>
<p style="text-align: left;">Anda hanya perlu menggalinya dengan memancing pembicaraan. Mereka dengan senang hati akan membagikannya kepada anda.</p>
<p style="text-align: left;">Kapan waktu anda boleh heran mengetahui, betapa manusia sangat bahagia saat menertawakan dirinya sendiri ?</p>
<p style="text-align: left;">Pembaca menggemari<a href="http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap" target="_blank"> <em>flash fiction</em> </a>bertema humor. Namun saya membatasi humor berdasarkan pengalaman pribadi si penutur saja. Humor-humor kutipan, populer dan klise, tidak termasuk dalam kasus ini.</p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://antojournal.com/fiksi-mini-100-kata-bayar-dobel/" target="_blank">Bayar Dobel</a></strong> satu dari banyak <em>flash fiction</em> saya yang bersumber dari humor warung kopi. Silahkan disimak.</p>
<p style="text-align: left;">Saya mengatakan 5 sumber diatas <strong><em>cara cepat &amp; praktis menemukan ide menulis flash fiction</em></strong>, oleh sebab segala unsur pembangun cerita umumnya telah disediakan oleh sumber dimaksud, yaitu; <em>plot</em>, <em>karakter</em>,<em> setting</em>, <em>konflik</em> dan <em>resolusi</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Boleh dikata kita hanya perlu menuliskannya kembali.</p>
<p style="text-align: left;">Oh, yah. Apakah anda masih penasaran dengan <em>Pallu Basa</em> paling enak di Kota Makassar ?</p>
<p style="text-align: left;">Saya merekomendasikan warung <em>Pallu Basa</em> yang berlokasi di sudut Jl. Onta – Jl. Veteran Utara.</p>
<p style="text-align: left;">Anda tahu, lidah tak pernah bohong.</p>
<p style="text-align: left;"><em><span style="color: #888888;">photo credits : creative commons by <a href="http://www.flickr.com/photos/sunlitrain" target="_blank">Sunlitrain</a></span></em></p>
<p style="text-align: right;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/5-sumber-cepat-dan-praktis-untuk-menemukan-ide-menulis-flash-fiction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Tips Menulis Fiksi Pendek (Rahasia Dibalik Nobel Hemingway)</title>
		<link>http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway/</link>
		<comments>http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 21:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[cara menulis cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[hemingway]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Hanya satu manusia dimuka bumi yang memperoleh nobel sastra setiap tahunnya. Pada tahun 1954, manusia itu bernama Ernest Miller Hemingway (1899-1961). Hemingway adalah peletak standar fiksi Amerika (khususnya cerpen).  Dia sukses meninggalkan pengaruh luar biasa bagi fiksi dunia. Erza Pound bahkan menjulukinya sebagai ‘Penulis prosa dengan gaya terbaik di dunia’. Apa rahasia dibalik pencapaian sukses Hemingway [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1223" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-1223" title="ernest hemingway" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2011/06/ernest-hemingway.jpg" alt="tips menulis fiksi ernest hemingway" width="250" height="349" /><p class="wp-caption-text">&quot; kalimat aktif &amp; singkat. Paragraf Pendek.&quot;</p></div>
<p style="text-align: left;">Hanya satu manusia dimuka bumi yang memperoleh nobel sastra setiap tahunnya.</p>
<p style="text-align: left;">Pada tahun 1954, manusia itu bernama <em>Ernest Miller Hemingway</em> (1899-1961).</p>
<p style="text-align: left;">Hemingway adalah peletak standar <em>fiksi</em> Amerika (khususnya <em>cerpen</em>).  Dia sukses meninggalkan pengaruh luar biasa bagi fiksi dunia. Erza Pound bahkan menjulukinya sebagai ‘Penulis prosa dengan gaya terbaik di dunia’.</p>
<p style="text-align: left;">Apa rahasia dibalik pencapaian sukses Hemingway ?</p>
<p style="text-align: left;">Jawabnya, kesederhanaan !</p>
<h2><strong><strong>Menulis Sederhana</strong></strong></h2>
<p style="text-align: left;">Sederhana itu jenius. Lihatlah produk-produk teknologi penemuan manusia. Semuanya diciptakan untuk menyederhanakan persoalan dan mengeluarkan manusia dari kerumitan hidup.</p>
<p style="text-align: left;">Lalu apa sebutan bagi para penemu itu ?</p>
<p style="text-align: left;">Jenius, tentu saja. Hal yang sama berlaku bagi produk kerajinan kata-kata.</p>
<p style="text-align: left;">Sekarang ini termasuk langka menemukan kesederhanaan dalam <em>teknik penulisan cerpen</em> di tanah air.</p>
<p style="text-align: left;">Cerpen baru dan penulis baru boleh lahir tiap hari. Namun lagi-lagi menyuguhi pembaca <em>contoh</em> <em>cerpen</em> penuh ornamen dan kalimat berbunga-bunga (salah satunya adalah saya).</p>
<p style="text-align: left;">Kita tahu <em>cerpen</em> bukan puisi, tapi kalimat puitis kerap tampil di sekujur tulisan.  Cerpen sejatinya prosa naratif fiktif. Kata prosa sendiri berakar dari bahasa latin ‘<em>prosa</em>’, yang artinya ‘<em>terus terang’</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Saya menemukan banyak karya berfokus pada keindahan kalimat. Alih-alih pada cerita dan pada pesan yang hendak disampaikan.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat yang seyogyanya hanya media bercerita berbalik memegang kendali. Parade pilihan kata (diksi) merajai tulisan, meski bukan itu tujuan utama <strong><em><a href="http://indonovel.com/belajar-menulis-cerpen-dari-adele/" target="_blank">menulis cerpen</a></em></strong>. Kalimat melupakan tugasnya sebagai penyampai pesan. Pesan yang seharusnya jelas ke tangan pembaca pun berubah rumit dan bias.</p>
<h2><strong><strong>Tiga Rahasia Menulis Fiksi Hemingway</strong></strong></h2>
<p style="text-align: left;">Ernest<em> &#8216;Papa&#8217; </em>Hemingway sedari awal melawan ‘gaya rumit’ teknik menulis cerpen abad ke-19. <em>Papa</em> berfokus pada cerita (pesan yang ingin disampaikan) dan menghindari kebingungan pembaca.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat yang tidak berkontribusi penting dianggap ‘kotoran’. Harus dibuang.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Papa</em> memilih kata lugas yang lansung menuju ke titik sasaran. Anda masih ingat dengan <strong><a href="http://antojournal.com/flash-fiction-dijual-sepatu-bayi-belum-pernah-dipakai/" target="_blank">novel 6 kata</a></strong> : <em>For Sale; babys shoes. Never worn.</em></p>
<p style="text-align: left;">Lalu bagaimana cara Hemingway menyederhanakan tulisan ?</p>
<h3><strong>1. </strong><strong>Kalimat Singkat</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Penulis yang baik berusaha memudahkan pembaca menangkap pesan cerita. Untuk itu <em>Hemingway</em> menyarankan memakai kalimat-kalimat pendek. Kalimat panjang berarti anda memakai tanda koma terlalu banyak.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat pendek rata-rata berjumlah 10 kata atau kurang  Pangkas kata sifat dan kata keterangan yang tidak ekonomis. Biasakan memilih kata ‘dan’ ketimbang tanda ‘koma’.</p>
<p style="text-align: left;">Contoh sederhana kalimat pendek umumnya berpola S-P-O.</p>
<p style="text-align: left;">Mengapa kalimat pendek ?</p>
<p style="text-align: left;">Otak manusia punya keterbatasan dalam mencerna kalimat panjang dan lebih mudah menyerap informasi dalam bentuk kalimat pendek.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat majemuk menunjukkan kesulitan penulis merumuskan gagasannya.</p>
<p style="text-align: left;">Pembaca tidak peduli seberapa kaya kosa kata anda. Pembaca akan berhenti bila merasa tidak bisa terhubung dengan <em>cerpen</em> anda.</p>
<h3><strong>2. </strong><strong>Paragraf Pendek</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Idealnya tiap paragraf hanya berisi satu ide pokok. Cara ini membantu pembaca mencerna informasi.</p>
<p style="text-align: left;">Otak manusia menerima informasi yang lebih baik ketika itu dipecah menjadi potongan kecil.</p>
<p style="text-align: left;">Paragraf pendek tercipta dengan sendirinya bila kita menulis dengan jelas dan mudah dimengerti.</p>
<p style="text-align: left;">Paragraf panjang tercipta bila penulis tergoda untuk menunjukkan kepada pembaca, betapa luas pengetahuan yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Cerita pendek</em> <em>Papa</em> terlihat memotong dengan cepat dari satu adegan ke adegan yang lain (sinematik). Ini membuat deskripsi dan narasi minim jatah dalam <em>contoh cerpen </em>Hemingway.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Papa</em> menghindar memberitahu segala hal yang dia tahu kepada pembaca. <em>Papa</em> memberi tahu kurang dari yang sebenarnya dia tahu. Secara khusus, <em>Papa</em> menggambarkan teknik ini dalam teori ‘gunung es’;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;"><em>1/8 fakta-fakta keras melayang di atas air. Sementara 7/8 bagian cerita berupa struktur pendukung, lengkap dengan simbolisme, berada jauh di kedalaman.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;"><em>Papa</em> pada dasarnya menceritakan apa yang tokoh-tokohnya lakukan (adegan) dan katakan (dialog). Bukan apa yang mereka pikir dan rasakan.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan kata lain, <em>Papa</em> memberitahu pembaca tanpa benar-benar <em>memberi tahu</em> mereka  Show don’t tell!</p>
<h3><strong>3. </strong><strong>Kalimat Positif</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Kalimat positif mudah dicerna. Pada dasarnya itu adalah cara mengatakan tentang sesuatu secara lansung daripada memilih mengatakannya dengan cara berlawanan. Contohnya :</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat positif : Pedagang K5 <strong>menolak</strong> rencana penggusuran.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat negatif : Pedagang K5 <strong>tidak menerima</strong> rencana penggusuran.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat positif terasa lebih ringan dan memudahkan pembaca memahami ide-ide yang direpresentasikan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://indonovel.com/tips-menulis-cerpen-hemingway" target="_blank">Teknik menulis  cerpen Hemingway</a></strong> bukan konvensi dalam dunia <strong>fiksi</strong>. Sebagai varian seni (bahasa), penilaian atas <em>cerpen</em> semata soal selera.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi, pelajari tekniknya dan sesuaikan dengan ‘suara’ anda sendiri.</p>
<p style="text-align: left;">Menurut anda ?</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #888888;"><em>photo credits : creative common by Penn <a href="http://www.flickr.com/photos/pennstatelive" target="_blank">State Live</a></em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilat Flash Fiction (Dari A Sampai Z)</title>
		<link>http://indonovel.com/sekilat-flash-fiction-dari-a-sampai-z/</link>
		<comments>http://indonovel.com/sekilat-flash-fiction-dari-a-sampai-z/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 04:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips menulis flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=717</guid>
		<description><![CDATA[Istilah fiksi mini 100 kata (flash fiction) merupakan kategori fiksi yang tergolong ‘baru’ di tanah air. Meski tidak benar-benar baru ditemukan. Internetlah yang berjasa menampakkannya ke permukaan. Media online yang kemudian memberikannya tempat. Kita tahu, media cetak sejenis koran dan majalah cenderung ‘diskriminatif’ terhadap kategori fiksi dibawah 100 kata. Sekarang ini flash fiction tengah mencuri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1229" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-1229" title="flash fiction" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2011/06/flash-fiction.jpg" alt="panduan lengkap menulis flash fiction" width="250" height="340" /><p class="wp-caption-text">Ringkas, gegas, tuntas.</p></div>
<p style="text-align: left;">Istilah <em>fiksi mini 100 kata</em> (<strong>flash fiction</strong>) merupakan kategori fiksi yang tergolong ‘baru’ di tanah air.</p>
<p style="text-align: left;">Meski tidak benar-benar baru ditemukan.</p>
<p>Internetlah yang berjasa menampakkannya ke permukaan. Media online yang kemudian memberikannya tempat.</p>
<p>Kita tahu, media cetak sejenis koran dan majalah cenderung ‘diskriminatif’ terhadap kategori fiksi dibawah 100 kata.</p>
<p style="text-align: left;">Sekarang ini <em>flash fiction</em> tengah mencuri perhatian netizen. Baik pembaca maupun <em>penulis fiksi.</em></p>
<p style="text-align: left;">Tingginya minat pembaca juga dapat dilihat oleh semakin banyaknya lomba menulis flash fiction bersponsor (silahkan anda googling frase ‘lomba flash fiction’).</p>
<p style="text-align: left;">Pihak sponsor tentu melihat tingginya prospek jumlah pembaca flash fiction.</p>
<p style="text-align: left;">Dari segi isi, <em>fiksi</em> ini tak ada bedanya dengan fiksi pendek atau panjang pada umumnya. Kecuali ukurannya yang telah diminiaturisasi.</p>
<p style="text-align: left;">Ibarat pohon yang dibonsai, flash fiction tetap memiliki akar, batang, dahan dan daun.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Flash fiction</em> berciri gegas, ringkas namun tetap tuntas sebagai sebuah cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Karakteristik tulisan yang dianggap cocok bagi tipikal pembaca media online yang ingin serba cepat-instan.</p>
<p style="text-align: left;">Blog ini sudah menerbitkan belasan artikel mengenai <em>flash fiction</em>. Namun tak ada salahnya jika saya -sekali lagi- menyajikan intisarinya dalam satu artikel rangkuman.</p>
<p style="text-align: left;">Saya akan membawa anda kembali  menemukenali <em>flash fiction</em> secara sistematis, ringkas, namun tuntas dalam satu pembahasan. Ibarat kata, dari A sampai Z (harfiah, tentu saja).</p>
<p style="text-align: left;">Nah, mari kita mulai.</p>
<h3 style="text-align: left;"><strong>A</strong></h3>
<p style="text-align: left;"><strong></strong>asal muasal <em>flash fiction</em> dapat ditemui akarnya pada fabel-fabel Aesop.</p>
<p style="text-align: left;">Sejarah sesudahnya juga merekam penulis dunia seperti Anton Chekov dan Ernest Hemingway pernah menulis fiksi mini.</p>
<p style="text-align: left;">Anda tentu ingat dengan fiksi 6 kata Hemingaway; <em>For Sale; Babys shoes, Never worn</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Kini tradisi fiksi mini telah berkembang ke seluruh dunia, meski istilahnya beragam, seperti; <em>sudden fiction, microfiction, micro-story, postcard fiction</em>, dan <em>short short story</em>.</p>
<h3><strong>B</strong></h3>
<p><strong></strong>babak. dalam flash fiction sama saja dengan cerita pada kategori fiksi panjang. Flash fiction wajib terdiri dari babak awal, tengah dan akhir.</p>
<p>Flash fiction bukan potongan cerita atau kepingan adegan dari sebuah cerita besar.</p>
<h3>C</h3>
<p><strong>C</strong>erita utuh. <em>Flash fiction </em>bukan puisi, potongan prosa atau ringkasan ide. Selain lengkap dalam pembabakan cerita, flash fiction juga wajib menghadirkan 4 unsur pembangun <em>fiksi</em>, yaitu; Karakter, setting, konflik dan resolusi.</p>
<p>Semua unsur wajib hadir dan tuntas dalam 100 kata. Cerita tidak diperkenankan mengambang/bersambung.</p>
<h3>D</h3>
<p><strong>D</strong>eskripsi sedapat mungkin dihindari saat menulis flash fiction.</p>
<p>Deskripsi yang umum dalam fiksi panjang seperti karakter atau latar (waktu dan tempat), tidak punya ruang dalam cerita 100 kata.</p>
<p>Pengalaman saya menunjukkan bahwa adegan/aksi dan dialog menjadi pilihan terbaik untuk menuntaskan cerita dalam 100 kata.</p>
<h3>E</h3>
<p><strong>E</strong>nding yang mengejutkan masih menjadi trend <em>flash fiction</em> saat ini. Meski tidak wajib seperti itu.</p>
<p>Paling tidak ending memiliki fungsi ‘pengingat’ yang akan membekas dalam benak pembaca.</p>
<p>Fungsi utama ending adalah menuntaskan cerita. Kadang berupa moral cerita, kesimpulan, atau resolusi atas tema konflik.</p>
<h3>F</h3>
<p><strong>F</strong>lash fiction adalah <strong>fiksi mini 100 kata</strong>. Substansi dari kategori ini sebenarnya lebih kepada tantangan menulis cerita utuh dengan jumlah kata terbatas.</p>
<p>Semakin sedikit jumlah kata, semakin mengasah kemampuan kita untuk menulis kalimat-kalimat efektif.</p>
<h3><strong>G</strong></h3>
<p><strong>G</strong>aris besar cerita dalam flash fiction terdiri dari 3 babak. Awal-tengah-akhir.</p>
<p>Buatlah pembukaan yang lansung menukik pada krisis/puncak aksi/konflik. Isi pertengahan dengan adegan dan dialog, lalu akhiri dengan <em>twist ending</em>.</p>
<h3><strong>H</strong></h3>
<p><strong>H</strong>ikmah yang ditarik dari cerita menjadi salah satu bukti kalau flash fiction merupakan cerita yang utuh.</p>
<p>Sebuah potongan cerita tentu tidak menghasilkan hikmah.</p>
<p>Sekarang ini banyak flash fiction yang kadang menyaru cerita humor seperti yang lazim ditemui pada koran atau majalah.</p>
<p>Flash fiction boleh bertema humor, namun tidak boleh kehilangan cita rasanya sebagai seni bahasa. Ramu tema humor itu hingga pembaca, tanpa sadar mendapat ‘moral’ ‘pencerahan’ setelah dia puas tertawa.</p>
<h3>I</h3>
<p><strong>I</strong>de flash fiction bisa datang dari mana saja.</p>
<p>Ide terbaik menurut pengalaman saya, umumnya diawali dari keinginan untuk menyampaikan pesan, moral cerita kepada pembaca. Keiniginan itu dipicu setelah menyaksikan fenomena keseharian, termasuk memirsa berita-berita media massa.</p>
<p>Bila ide ceritanya sarat pesan, maka kemungkinan ide itu layak untuk dikembangkan menjadi cerita.</p>
<h3>J</h3>
<p><strong>J</strong>udul termasuk bagian penting dalam flash fiction. Karena keterbatasan kata, maka penulis bisa memanfaatkan judul untuk memberi ‘<em>clue</em>’ kepada pembaca.</p>
<p>Judul tidak sekedar menarik pembaca. Dengan judul kita bisa menghindari narasi pembukaan. Pembaca memperoleh ‘<em>clue</em>’ mengenai latar belakang cerita melalu judul, tentang apa dan bagaimana isi cerita.</p>
<h3>K</h3>
<p><strong>K</strong>arakter  mutlak hadir dalam <em>flash fiction</em>. Tentu saja, mustahil mendeskripsikan fisik dan psikis karakter dalam 100 kata.</p>
<p>Demi mensiasatinya, kita bisa menumpangkan karakterisasi tokoh kedalam dialog, adegan, nama profesi, atau setting.</p>
<p>Sila baca artikel <a href="http://indonovel.com/karakter-dalam-flash-fiction" target="_blank"><strong>4 Tips menampilkan Karakter dalam Flash fiction</strong></a></p>
<h3>L</h3>
<p><strong>L</strong>atihan menulis flash fiction bisa dimulai dengan mengadaptasi cerpen 1.000 kata kedalam 100 kata saja.</p>
<p>Menulis flash fiction memang susah bagi yang terbiasa menulis panjang.</p>
<p>Berlatihlah membuang semua kata-kata yang tidak perlu.</p>
<h3>M</h3>
<p><strong>M</strong>aksimalisasi fungsi kata untuk menyiasati keterbatasan kata.</p>
<p>Utamakan diksi yang bermakna ganda dan konotatif (punya tekanan emosional tertentu).</p>
<h3> N</h3>
<p><strong>N</strong>arasi dalam <em>flash fiction</em> diperlakukan layaknya wesel ditangan anak kost,</p>
<p>Pemakaian narasi yang terbaik –menurut pengalaman saya- sebatas transisi antar adegan (satu kalimat kurang lebih 10 kata, baik sebelum atau sesudahnya).</p>
<h3>O</h3>
<p><strong>O</strong>pening kunci utama <em>flash fiction</em>. Tidak ada pembukaan yang bertele-tele, atau datar.</p>
<p>Pembukaan lansung dimulai oleh krisis (puncak aksi/konflik). Hindari godaan menulis latar belakang cerita.</p>
<h3> <strong>P</strong></h3>
<p><strong>P</strong>lot mengalir lancar, sederhana, dan mustahil sekompleks <em>novel</em>.</p>
<p>Flash fiction hanya berkisah tentang satu tema, tempat dalam satu waktu (menit, jam, hari).</p>
<h3>Q</h3>
<p><strong>Q</strong>uality flash fiction ada pada ide/gagasan cerita yang orisinil, baru dan sarat pesan/moral cerita.</p>
<p>Flash ficton yang hanya membuat pembacanya tertawa (humor), tanpa menarik hikmah dari cerita, sama sekali bukan tujuan kita.</p>
<h3>R</h3>
<p><strong>R</strong>esolusi. Sebagai cerita, flash fiction harus memberikan resolusi cerita yang jelas.</p>
<p>Cerita jangan berakhir mengambang.</p>
<p>Resolusi berarti karakter dalam cerita mendapat ‘perubahan’ setelah mengalami konflik.</p>
<h3>S</h3>
<p><strong>S</strong>etting wajib hadir dalam flash fiction. Namun tidak mungkin mendeskripsikan detil-detil latar (tempat, waktu atau sosial) dalam 100 kata.</p>
<p>Triknya yaitu menumpangkannya pada karakter.</p>
<p>Contohnya, bila kita menamai karakternya dengan ‘si koki’ atau ‘pak guru’, dalam adegan sedang bekerja, maka tidak perlu lagi menjelaskan latar  ‘dapur’ atau ‘ruang kelas’.</p>
<p>Pembahasan lengkapnya ada pada artikel <strong><a href="http://indonovel.com/setting-dalam-flash-fiction" target="_blank">Setting Dalam Flash Fiction</a></strong></p>
<h3>T</h3>
<p><strong>T</strong>empo cepat dianjurkan dalam menulis flash fiction. Tempo sedang, apalagi lambat sulit diterapkan sebab boros kata-kata.</p>
<p>Tempo cepat memudahkan kita memangkas kalimat-kalimat yang tidak penting.</p>
<h3>U</h3>
<p><strong>U</strong>nsur-unsur yang wajib hadir dalam <em>fiksi mini 100 kata</em> ada 4, yaitu; karakter, konflik, setting dan resolusi.</p>
<h3> V</h3>
<p><strong>V</strong>isualisasikan cerita memakai teknik <em>show don’t tell</em>.</p>
<p>Cara termudah menerapkan teknik ini dengan meniadakan deskripsi. Biasakan memakai kalimat aktif berpola S-P-O (kata kerja aktif ditandai oleh awalan <em>me)</em>.</p>
<p>Buatlah cerita yang padat adegan dan dialog.</p>
<h3> W</h3>
<p><strong>W</strong>iracerita sepanjang <em>Lord Of The Ring</em> karya Tolkien memiliki elemen pembangun yang sama dengan <em>flash fiction</em>, bahkan dengan <em>tweetfiction</em> (fiksi mini 140 karakter).</p>
<p>Elemen dimaksud adalah pembabakan; awal-tengah-akhir, serta hadirnya unsur; karakter, konflik, setting dan resolusi dalam cerita.</p>
<p>Itulah substansi cerita fiksi, baik kategori fiksi panjang maupun pendek.</p>
<h3> X</h3>
<p><strong>X</strong> adalah huruf yang menggambarkan struktur alur cerita flash fiction.</p>
<p>Padanan lain bentuk ini adalah jam pasir. A</p>
<p>Awal cerita berupa krisis merupakan hal terpenting, sama pentingnya dengan ending yang memuat resolusi serta menuntaskan cerita. Sedangkan bagian tengah dibuat seramping mungkin, hanya berisi adegan dan dialog.</p>
<p>Kikis habis lemak berbentuk deskripsi dan narasi pada bagian tengah.</p>
<h3> Y</h3>
<p><strong>Y</strong>akin pada<strong> </strong>torehan kalimat pertama anda. Jangan mengedit saat menulis draft pertama.</p>
<p>Torehan pertama adalah suara alami anda. Pada saat mengedit, anda bisa menghilangkan sebagian atau seluruh kata dalam kalimat-kalimat tertentu. Atau anda mungkin merubah susunan kata atau pola kalimat. Namun ruh cerita tetap hadir disana, yang berasal dari torehan pertama anda.</p>
<p>Jadi yakinlah pada kata-kata pertama anda sendiri.</p>
<h3>Z</h3>
<p><strong>Z</strong>enit, kulminasi, titik puncak aksi <strong><em>flash fiction</em></strong> sebaiknya ditempatkan pada bagian pembukaan. Mengenai ini, ada sebanyak 40 <strong>contoh flash fiction</strong> bisa anda baca di <strong><a href="http://antojournal.com" target="_blank">blog flash fiction</a></strong> saya. Silahkan.</p>
<p><span style="text-align: left;">Apa anda punya tanggapan atas artikel ini ? Saya berharap tidak sepanjang A &#8211; Z <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p>Apapun itu, dengan senang hati saya akan mendiskusikannnya bersama anda pada kolom komentar dibawah ini.</p>
<p style="text-align: left;"><em><span style="color: #888888;">photo credits : creative commons by <a href="http://www.flickr.com/photos/traumteufel666" target="_blank">Traum Teufel 666</a></span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/sekilat-flash-fiction-dari-a-sampai-z/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Menulis Flash Fiction Dalam Sekejap</title>
		<link>http://indonovel.com/rahasia-menulis-flash-fiction-dalam-sekejap/</link>
		<comments>http://indonovel.com/rahasia-menulis-flash-fiction-dalam-sekejap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 09:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips menulis flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[cara menulis fiksi mini 100 kata]]></category>
		<category><![CDATA[cara menulis flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi mini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Flash fiction. Percaya atau tidak, anda bisa membuatnya dalam sekejap tanpa mengorbankan mutu. Ada teknik menulis rahasia yang memungkinkan hal itu terjadi. Saya menulis artikel ini sesaat setelah menyelesaikan satu –lagi- flash fiction berjudul &#8216;Munafik&#8217;. Saya menghitung waktu penulisannya kurang dari 15 menit (relatif). Prosesnya terasa mudah karena teknik menulis fiksi yang hendak saya bagikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong style="text-align: -webkit-auto;"><em>Flash fiction</em></strong>. Percaya atau tidak, anda bisa membuatnya dalam sekejap tanpa mengorbankan mutu.</p>
<div id="attachment_1231" class="wp-caption alignright" style="width: 385px"><img class="size-full wp-image-1231" title="penulis flash fiction" src="http://indonovel.com/wp-content/uploads/2011/06/penulis-flash-fiction.jpg" alt="cara menulis fiksi 100 kata, tips menulis flash fiction" width="375" height="250" /><p class="wp-caption-text">Sulitkah menulis cerita fiksi dalam 100 kata ?</p></div>
<p style="text-align: left;">Ada teknik menulis rahasia yang memungkinkan hal itu terjadi.</p>
<p style="text-align: left;">Saya menulis artikel ini sesaat setelah menyelesaikan satu –lagi- <em>flash fiction</em> berjudul &#8216;Munafik&#8217;.</p>
<p style="text-align: left;">Saya menghitung waktu penulisannya kurang dari 15 menit (relatif).</p>
<p style="text-align: left;">Prosesnya terasa mudah karena teknik menulis fiksi yang hendak saya bagikan ini bekerja membantu saya.</p>
<p style="text-align: left;">Tekniknya sederhana saja, praktis, dan siapa saja bisa menerapkannya.</p>
<p style="text-align: left;">Teknik ini pada dasarnya berfungsi memetakan pikiran, sehingga mengirit waktu.</p>
<p style="text-align: left;">Pemetaan membantu kita terfokus. Tanpa fokus yang jelas (tujuan akhir yang ingin dicapai), seorang penulis rawan tersesat dalam labirin cerita tak berkesudahan.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, ini dia rahasianya.</p>
<h2><strong>Tentukan Ide</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Pertama-tama, saya mengasumsikan anda telah memiliki satu ide cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Untuk lebih memudahkan, saya akan mengambil satu contoh ide, yaitu  pro kontra video porno artis yang menghebohkan tahun lalu (anda yakin belum pernah menontonnya ?).</p>
<h2><strong>Buat Kalimat Inti</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Buatlah satu kalimat kurang lebih 10 kata dari ide tersebut yang menggambarkan alur cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya; <em>Fulan ingin membuktikan kemunafikan temannya yang mengaku kontra video porno.</em></p>
<h2><strong>Buat Kalimat Inti Setiap Babak</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Retas kalimat diatas menjadi 3 kalimat. Masing-masing kalimat menjadi ide pokok bagi setiap babak; awal, tengah, dan akhir cerita</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Awal</strong> : <em>Fulan bersama temannya (seorang pengacara kondang) menonton video porno artis, sehari sebelum temannya mengiikut acara debat di TV mengenai kasus video tersebut.</em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Tengah</strong> : <em>Temannya mengaku tidak teransang menonton video porno, namun tersinggung saat si fulan menuduhnya tidak normal</em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Akhir</strong> :  <em>Temannya menunjukkan ereksi alat kelaminnya setelah memutar ulang video, sekaligus (tanpa sadar) membuktikan kemunafikannya sendiri.</em></p>
<h2><strong>Tulis Naskah Awal</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Kembangkan ketiga kalimat diatas dalam bentuk adegan dan dialog.</p>
<p style="text-align: left;">Contoh hasilnya seperti ini :</p>
<p style="text-align: left;"><em>Temannya yang pengacara kondang mengajak si fulan menonton bokep. Video porno yang diperankan artis terkenal itu memang sedang hangat dibicarakan publik. Setelah video itu ditonton, temannya buru-buru menutup laptop. Padahal si fulan baru saja berniat memindahkannya ke flashdisk.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Videonya akan saya hapus setelah ini.” kata temannya. Sikapnya yang kontra terhadap video porno seolah ditegaskan oleh mimik wajahnya.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Koq, kamu tidak suka ?” fulan melirik ke arah temannya, Wajahnya seolah tidak percaya. “ Omong-omong, kemaluanmu berdiri tidak, saat tadi menonton bokep ?”</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Tidak,” jawab temannya dengan tegas. “ Saya hanya ingin mempelajari bukti kasus ini. Biar argumen saya kuat dalam acara debat di TV besok malam”</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Aku curiga kamu bukan lelaki normal,” tuduh fulan sambil tersenyum sinis.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Congormu.” Balas temannya dengan sengit, Dia terlihat sangat marah. Laptop dihadapan mereka dibuka kembali oleh temannya. Kemudian rekaman video itu diputar ulang sekali lagi.. Tampak jelas temannya ingin membuktikan kalau tuduhan si Fulan tidak benar adanya.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Lihat ini,” seru temannya sembari menunjuk ke arah tonjolan dari dalam resluiting celananya. “ alat vitalku berdiri, bukan?”</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>si fulan tersenyum puas.“ Aku sengaja menuduhmu. Aku hanya ingin tahu niat kamu yang sebenarnya menonton bokep. Sekedar bahan ikut debat, atau memang karena doyan.”</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>Temannya sadar telah ditipu si fulan. Mukanya terlihat malu, seperti maling yang tertangkap basah.</em></p>
<h2><strong>Edit Dengan Kejam</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Adegan dan dialog pada draft diatas masih bertele-tele. Alur ceritanya kurang hidup. Ceritanya tersusun oleh 215 kata, pertanda kita masih harus membuang 115 kata.</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana caranya ? :</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Buang deskripsi dan narasi</strong> yang tidak berkontribusi memajukan jalan cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Membuangnya tidak akan mengurangi kejelasan cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya adalah kalimat; <em>Video porno yang diperankan artis terkenal itu memang sedang hangat dibicarakan publik.</em> Dan; <em>Temannya sadar telah ditipu fulan, tampak jelas dia malu seperti maling yang tertangkap basah.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em></em><strong>Ganti kalimat dan kata umum</strong> dengan sinonimnya atau kata yang bermakna sama tapi mengandung tekanan emosional tertentu.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya; <em>kemaluanmu berdiri</em> berubah menjadi <em>ereksi -</em> ..<em>bukan lelaki normal</em> berubah menjadi ..<em>bermasalah</em>.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Pakai kalimat aktif, bukan pasif.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Contoh kata kerja pasif; <em>Dibuka, Diputar</em>, kita ubah menjadi; <em>Membuka, Memutar</em>. Otomatis pola kalimatnya ikut berubah menjadi S-P-O; <em>Temannya membuka laptop, …memutar ulang video porno itu</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Selain menghemat kata,  adegannya juga ‘lebih hidup’</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Buang kalimat yang berfungsi menerangkan</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya;  <em>Dia</em> <em>terlihat sangat marah. .. sambil tersenyum sinis</em>. Umumnya kalimat semacam itu mengandung kata sifat.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Buang kalimat mubazir</strong> yang mengikuti dialog.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya; <em>“ jawab temannya dengan tegas..”</em>, <em>“ seru temannya sembari..’’</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Meski terdengar sederhana, lebih efektif bila kita memakai  “ <em>..kata fulan”</em> atau “<em>..kata temannya’</em>.</p>
<h2><strong>Edit Sekali Lagi</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Hitung jumlah kata sekali lagi.</p>
<p style="text-align: left;">Masih lebih <em>100 kata</em> ?</p>
<p style="text-align: left;">Ulangi pengeditan seperti pada nomor 5 (kemungkinan besar anda belum maksimal melakukannya).</p>
<p style="text-align: left;">Jadilah algojo bagi tulisan anda sendiri.</p>
<h2><strong>Tentukan Judul</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Terakhir, berikan judul sebagai petunjuk. Judul yang memancing penasaran, namun tetap  menyamarkan akhir dari cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Hindari menipu pembaca dengan judul-judul bombastis.</p>
<p style="text-align: left;">Saya harap  teknik diatas bisa mempermudah anda <em>menulis flash fiction</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Segala tanggapan sila anda tambahkan pada kolom komentar dibawah.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai pelengkap, anda bisa membaca kembali sejumlah <strong><em>tips menulis flash fiction</em></strong> yang terangkum dalam : <strong><a href="http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap" target="_blank">11 seri tips menulis flash fiction 100 kata</a> (Lengkap)</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Oh, yah. Hasil akhir dari contoh <em>fiksi mini </em>100 kata diatas baru saja saya posting di <strong><a href="http://antojournal.com/flash-fiction-100-kata-munafik/" target="_blank">antojournal.com</a>.</strong></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #888888;"><em>photo credit : creative commons by <a href="http://www.flickr.com/photos/yourdon" target="_blank">Your Don</a></em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/rahasia-menulis-flash-fiction-dalam-sekejap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

