<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonovel.com&#187; tips menulis fiksi</title>
	<atom:link href="http://indonovel.com/category/tips-menulis-fiksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonovel.com</link>
	<description>Indonovel.com</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 12:33:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Cepat &amp; Praktis (5 Sumber Ide Menulis Flash Fiction)</title>
		<link>http://indonovel.com/5-sumber-cepat-dan-praktis-untuk-menemukan-ide-menulis-flash-fiction/</link>
		<comments>http://indonovel.com/5-sumber-cepat-dan-praktis-untuk-menemukan-ide-menulis-flash-fiction/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 16:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips menulis flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[100 kata]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi mini]]></category>
		<category><![CDATA[flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=827</guid>
		<description><![CDATA[Dari mana-mana. Demikian jawaban yang kerap kita terima dari penulis senior untuk pertanyaan “ darimana ide tulisan datang ?” Tapi koq rasanya sama seperti menanyakan dimana bisa memperoleh Pallu Basa terbaik (makanan khas Makassar), lalu seseorang menjawab ‘di Kota Makassar ’. Anda butuh alamat/lokasi jelas penjual Pallu Basa terbaik ketimbang harus mengelilingi wilayah seluas 175, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Dari mana-mana.</p>
<p style="text-align: left;">Demikian jawaban yang kerap kita terima dari <em>penulis</em> senior untuk pertanyaan “ darimana <em>ide tulisan</em> datang ?”</p>
<p style="text-align: left;">Tapi koq rasanya sama seperti menanyakan dimana bisa memperoleh <em>Pallu Basa</em> terbaik (makanan khas Makassar), lalu seseorang menjawab ‘di Kota Makassar ’.</p>
<p style="text-align: left;">Anda butuh alamat/lokasi jelas penjual <em>Pallu Basa</em> terbaik ketimbang harus mengelilingi wilayah seluas 175, 77 km<sup>2</sup>, bukan ? (sabar, saya akan memberikan alamat penjualnya diakhir postingan ini <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;"><em>Belum ketemu</em> <em>ide</em> lazim menjadi motif pertanyaan diatas.</p>
<p style="text-align: left;">Saya kerap menjumpai pernyataan seperti itu. Termasuk dari diri saya sendiri.</p>
<p style="text-align: left;">Pernyataan itu bermakna ganda. Kita tidak tahu tempat untuk menemukan ide atau, tahu tapi belum kesana ?</p>
<p style="text-align: left;">Masalah menjadi lebih rumit lagi bagi yang meyakini ide itu diciptakan, alih-alih ditemukan.</p>
<p style="text-align: left;">Ada waktu kita memerlukan sumber pasti untuk menemukan ide dengan cepat. Mereka yang getol ikut lomba menulis tentu paham urgensinya.</p>
<p style="text-align: left;">Atau dilain waktu, dorongan menulis demikian kuat namun kita bingung hendak menulis apa?</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimanapun, ide adalah modal dasar dari menulis (dan segala sesuatu).</p>
<p style="text-align: left;">Kita butuh ‘tempat-tempat’ pasti untuk didatangi saat membutuhkan ide. Tempat yang hampir selalu menyediakan ide buat kita. Tempat yang tidak pernah berkata ‘tidak ada’ untuk ide yang kita cari.</p>
<p style="text-align: left;">Tapi dimana ?</p>
<p style="text-align: left;">Saya punya tempat-tempat khusus semacam itu.</p>
<p style="text-align: left;">Saya telah menulis <em>flash fiction 100</em> kata sejak Maret 2010. Kadang-kadang ide tulisan hinggap begitu saja, seperti Newton kejatuhan buah apel. Kadang-kadang saya ‘menciptakannya’ lewat brainstorming.</p>
<p style="text-align: left;">Apel jatuh termasuk langka.</p>
<p style="text-align: left;">Brainstorming juga membutuhkan energi dan waktu lebih lama.</p>
<p style="text-align: left;">Maka, disaat saya paceklik ide, saya punya tujuan pasti untuk didatangi.</p>
<p style="text-align: left;">Anda berminat ? Ini alamatnya:</p>
<h2><strong>1. </strong><strong>Kitab-Kitab Agama</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Kitab-kitab agama (samawi atau bukan) menyediakan ide tak terbatas.</p>
<p style="text-align: left;">Keuntungannya, anda tak perlu bersusah payah mencari moral cerita -unsur yang mutlak hadir dalam sebuah cerita-,</p>
<p style="text-align: left;">Saya pikir kitab-kitab agama memang ditulis dalam rangka itu.</p>
<p style="text-align: left;">Mengapa cepat ?</p>
<p style="text-align: left;">Kitab-kitab agama banyak mengisahkan cerita yang lengkap.</p>
<p style="text-align: left;">Unsur-unsur pembangun cerita seperti <em>plot</em>, <em>karakter</em>, <em>konflik</em>, <em>setting</em> &amp; <em>resolusi</em> telah tersedia dalam kisah-kisah tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Saya tidak menganjurkan anda menyalin penuh. Tapi anda hanya perlu sedikit waktu dan kreatifitas untuk memodifikasinya.</p>
<ul style="text-align: left;">
<li>Ganti latar masa lalu dengan masa kini.</li>
<li>Ubah alur maju menjadi <em>flashback (dan sebaliknya)</em>.</li>
<li>Ubah sumber konflik. Misal sumber konflik adalah patung berhala, menggantinya dengan mobil, rumah atau harta benda yang berpotensi sama -untuk menjadi berhala-.</li>
</ul>
<p style="text-align: left;">Penting diingat bahwa ada pakem yang mesti diindahkan bila kitab-kitab agama menjadi rujukan.</p>
<p style="text-align: left;">Agama sangat sensitif bagi -hampir- kita semua.</p>
<p style="text-align: left;">Sebaiknya berhati-hati menyebut nama karakter dan istilah-istilah resmi dalam institusi agama bersangkutan.</p>
<p style="text-align: left;">Sekali lagi, naskah akhir anda tidak dalam rangka menafsirkan ulang moral cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam agama tertentu, moral kisah bersifat permanen. Yang kita lakukan hanya menyampaikan kembali moral kedalam bahasa yang lebih kini.</p>
<p style="text-align: left;">Perilaku ini mirip dengan praktik Sunan Kalijaga dalam mendakwahkan Islam di tanah Jawa melalui media kesenian lokal.</p>
<p style="text-align: left;">Contoh <em>flash fiction</em> saya yang idenya bersumber dari kitab agama adalah <strong><em><a href="http://antojournal.com/2010/12/20/fiksi-mini-100-kata-iring-iringan-presiden/" target="_blank">Iring-iringan Presiden</a></em></strong>. Silahkan baca.</p>
<h2><strong>2. </strong><strong>Folkfore dan Dongeng</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Metodenya sama persis dengan poin satu diatas. Anda hanya butuh usaha sedikit keras untuk menemukan sumber-sumber cerita yang orisinil.</p>
<p style="text-align: left;">Banyak folkfore atau dongeng yang belum dipublikasikan secara tertulis.</p>
<p style="text-align: left;">Kakek nenek kita adalah rujukan terbaik. Anda cukup menangkap <strong>plot</strong> dan <strong>moral ceritanya</strong>, selebihnya akan diurus oleh kreatifitas alami anda sebagai penulis.</p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://antojournal.com/2011/03/25/flash-fiction-gali-lubang-tutup-lubang/" target="_blank">Gali Lubang Tutup Lubang</a></strong> contoh <em>flash fiction</em> yang saya adaptasi dari folkfore.</p>
<h2><strong>3. </strong><strong>Lirik Lagu</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Banyak lirik lagu dilatarbelakangi kisah utuh. Liriknya mengandung unsur-unsur pembangun cerita seperti karakter, setting, konflik dan resolusi.</p>
<p style="text-align: left;">Penekanannya, sekali lagi adalah kehadiran moral cerita. Lirik lagu yang tidak mengandung pesan yang kuat tidak termasuk dalam kategori ini.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai contoh; <em>Living on the jet plane</em> punya Jhon Denver; <em>Last Kiss</em> dari Pearl Jam; dan tentu saja <em><strong><a href="http://antojournal.com/2010/12/20/message-in-a-bottle-fiksi-mini-100-kata/" target="_blank">Message In The Bottle </a></strong></em>karya musisi favorit saya, Sting. Saya menulis satu <em>flash fiction</em> dengan judul yang sama dengan lagu itu. Silahkan cermati.</p>
<h2><strong>4. </strong><strong>Fiksi Lama</strong></h2>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Setiap tulisan hanya menceritakan tulisan sebelumnya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Kutipan diatas ada benarnya. Tapi mereka yang gegabah mengartikannya secara harfiah punya istilah yang lebih tepat, yaitu plagiat (<em>DodolPreeetDodolPreeet !</em>).</p>
<p style="text-align: left;">Mereproduksi karya lama punya kelebihan tersendiri. Apalagi karya legendaris.</p>
<p style="text-align: left;">Selain numpang ngetop, penulis tidak perlu lagi berpanjang lebar menjelaskan latar belakang cerita. Pembaca telah punya bayangan atas cerita dimaksud  Hal ini tentu saja menguntungkan bagi penulis flash fiction yang dibatasi oleh kuota maksimal <em>100 kata</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Disini anda hanya perlu memodifikasi. Bahkan penafsiran ulang atas cerita itu sah-sah saja.</p>
<p style="text-align: left;">‘Manipulasi’ pengetahuan pembaca atas cerita bersangkutan dengan cara; Memutarbalikkan plot, mereposisi karakter (antagonis menjadi protagonis) dan atau merevisi ending cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Saya punya contoh <em>flash fiction</em> untuk kasus ini. silahkan anda membaca <strong><a href="http://antojournal.com/2011/03/30/flash-fiction-gadis-penjual-korek-api/" target="_blank">Gadis Penjual Korek Api</a></strong> dan <strong><a href="http://antojournal.com/2010/12/29/flash-fiction-dijual-sepatu-bayi-belum-pernah-dipakai/" target="_blank">For Sale; Baby shoes. Never worn</a></strong>.</p>
<h2><strong>5. </strong><strong>Humor Warung Kopi</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Saya punya kebiasaan berkumpul dengan teman-teman diwarung kopi saat senja.</p>
<p style="text-align: left;">Lelucon &amp; anekdot dari obrolan warung kopi banyak menyuplai gagasan untuk flash fiction saya.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam kasus anda, warung kopi boleh berganti kafe, kampus, klub, pos ronda atau rumah tetangga.</p>
<p style="text-align: left;">Setiap orang mestinya punya pengalaman lucu. Kita perlu <strong><em>prihatin</em></strong> dengan siapa saja yang menjalani hidupnya terlalu serius – <em>bandingkan Gus Dur dengan presiden yang sekarang</em>&#8211;.</p>
<p style="text-align: left;">Saya kira jarang ada teman anda yang tidak punya simpanan cerita lucu dalam hidupnya.</p>
<p style="text-align: left;">Anda hanya perlu menggalinya dengan memancing pembicaraan. Mereka dengan senang hati akan membagikannya kepada anda.</p>
<p style="text-align: left;">Kapan waktu anda boleh heran mengetahui, betapa manusia sangat bahagia saat menertawakan dirinya sendiri ?</p>
<p style="text-align: left;">Pembaca menggemari<a href="http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap" target="_blank"> <em>flash fiction</em> </a>bertema humor. Namun saya membatasi humor berdasarkan pengalaman pribadi si penutur saja. Humor-humor kutipan, populer dan klise, tidak termasuk dalam kasus ini.</p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://antojournal.com/2010/12/19/fiksi-mini-100-kata-bayar-dobel/" target="_blank">Bayar Dobel</a></strong> satu dari banyak <em>flash fiction</em> saya yang bersumber dari humor warung kopi. Silahkan disimak.</p>
<p style="text-align: left;">Saya mengatakan 5 sumber diatas <strong><em>cara cepat &amp; praktis menemukan ide menulis flash fiction</em></strong>, oleh sebab segala unsur pembangun cerita umumnya telah disediakan oleh sumber dimaksud, yaitu; <em>plot</em>, <em>karakter</em>,<em> setting</em>, <em>konflik</em> dan <em>resolusi</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Boleh dikata kita hanya perlu menuliskannya kembali.</p>
<p style="text-align: left;">Oh, yah. Apakah anda masih penasaran dengan <em>Pallu Basa</em> paling enak di Kota Makassar ?</p>
<p style="text-align: left;">Saya merekomendasikan warung <em>Pallu Basa</em> yang berlokasi di sudut Jl. Onta – Jl. Veteran Utara.</p>
<p style="text-align: left;">Anda tahu, lidah tak pernah bohong.</p>
<p style="text-align: right;">copyright <a href="http://twitter.com/2011">@2011</a> indonovel.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/5-sumber-cepat-dan-praktis-untuk-menemukan-ide-menulis-flash-fiction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Tips Menulis Fiksi Pendek (Rahasia Dibalik Nobel Hemingway)</title>
		<link>http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway/</link>
		<comments>http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 21:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[cara menulis cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[hemingway]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Hanya satu manusia dimuka bumi yang memperoleh nobel sastra setiap tahunnya. Pada tahun 1954, manusia itu bernama Ernest Miller Hemingway (1899-1961). Hemingway adalah peletak standar fiksi Amerika.  Dia sukses meninggalkan pengaruh luar biasa bagi fiksi dunia. Erza Pound bahkan menjulukinya sebagai ‘Penulis prosa dengan gaya terbaik di dunia’. Apa rahasia dibalik pencapaian sukses Hemingway ? Jawabnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Hanya satu manusia dimuka bumi yang memperoleh nobel sastra setiap tahunnya.</p>
<p style="text-align: left;">Pada tahun 1954, manusia itu bernama <em>Ernest Miller Hemingway</em> (1899-1961).</p>
<p style="text-align: left;">Hemingway adalah peletak standar <em>fiksi</em> Amerika.  Dia sukses meninggalkan pengaruh luar biasa bagi fiksi dunia. Erza Pound bahkan menjulukinya sebagai ‘Penulis prosa dengan gaya terbaik di dunia’.</p>
<p style="text-align: left;">Apa rahasia dibalik pencapaian sukses Hemingway ?</p>
<p style="text-align: left;">Jawabnya, kesederhanaan !</p>
<h2><strong><strong>Menulis Sederhana</strong></strong></h2>
<p style="text-align: left;">Sederhana itu jenius. Lihatlah produk-produk teknologi penemuan manusia. Semuanya diciptakan untuk menyederhanakan persoalan dan mengeluarkan manusia dari kerumitan hidup.</p>
<p style="text-align: left;">Lalu apa sebutan bagi para penemu itu ?</p>
<p style="text-align: left;">Jenius, tentu saja. Hal yang sama berlaku bagi produk kerajinan kata-kata.</p>
<p style="text-align: left;">Sekarang ini termasuk langka menemukan kesederhanaan dalam <em>fiksi pendek</em> di tanah air.</p>
<p style="text-align: left;">Karya baru dan penulis baru boleh lahir tiap hari. Namun lagi-lagi menyuguhi pembaca dengan <em>cerpen</em> penuh ornamen dan kalimat berbunga-bunga (salah satunya adalah saya).</p>
<p style="text-align: left;">Kita tahu <em>cerpen</em> bukan puisi, tapi kalimat puitis kerap tampil di sekujur tulisan.  Cerpen sejatinya prosa naratif fiktif. Kata prosa sendiri berakar dari bahasa latin ‘<em>prosa</em>’, yang artinya ‘<em>terus terang’</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Saya menemukan banyak karya berfokus pada keindahan kalimat. Alih-alih pada cerita dan pada pesan yang hendak disampaikan.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat yang seyogyanya hanya media bercerita berbalik memegang kendali. Parade pilihan kata (diksi) merajai tulisan, meski bukan itu tujuan utama <em>menulis cerpen</em>. Kalimat melupakan tugasnya sebagai penyampai pesan. Pesan yang seharusnya jelas ke tangan pembaca pun berubah rumit dan bias.</p>
<h2><strong><strong>Tiga Rahasia Menulis Fiksi Hemingway</strong></strong></h2>
<div class="mceTemp" style="text-align: left;">Ernest<em> &#8216;Papa&#8217; </em>Hemingway sedari awal melawan ‘gaya rumit’ penulis abad ke-19. <em>Papa</em> berfokus pada cerita (pesan yang ingin disampaikan) dan menghindari kebingungan pembaca.</div>
<div class="mceTemp" style="text-align: left;">Kalimat yang tidak berkontribusi penting dianggap ‘kotoran’. Harus dibuang.</div>
<div class="mceTemp" style="text-align: left;"><em>Papa</em> memilih kata lugas yang lansung menuju ke titik sasaran. Anda masih ingat dengan <strong><a href="http://antojournal.com/2010/12/29/flash-fiction-dijual-sepatu-bayi-belum-pernah-dipakai/" target="_blank">novel 6 kata</a></strong> : <em>For Sale; babys shoes. Never worn.</em></div>
<p style="text-align: left;">Lalu bagaimana cara Hemingway menyederhanakan tulisan ?</p>
<h3><strong>1. </strong><strong>Kalimat Singkat</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Penulis yang baik berusaha memudahkan pembaca menangkap pesan cerita. Untuk itu <em>Hemingway</em> menyarankan memakai kalimat-kalimat pendek. Kalimat panjang berarti anda memakai tanda koma terlalu banyak.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat pendek rata-rata berjumlah 10 kata atau kurang  Pangkas kata sifat dan kata keterangan yang tidak ekonomis. Biasakan memilih kata ‘dan’ ketimbang tanda ‘koma’.</p>
<p style="text-align: left;">Contoh sederhana kalimat pendek umumnya berpola S-P-O.</p>
<p style="text-align: left;">Mengapa kalimat pendek ?</p>
<p style="text-align: left;">Otak manusia punya keterbatasan dalam mencerna kalimat panjang dan lebih mudah menyerap informasi dalam bentuk kalimat pendek.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat majemuk menunjukkan kesulitan penulis merumuskan gagasannya.</p>
<p style="text-align: left;">Pembaca tidak peduli seberapa kaya kosa kata anda. Pembaca akan berhenti bila merasa tidak bisa terhubung dengan <em>cerpen</em> anda.</p>
<h3><strong>2. </strong><strong>Paragraf Pendek</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Idealnya tiap paragraf hanya berisi satu ide pokok. Cara ini membantu pembaca mencerna informasi.</p>
<p style="text-align: left;">Otak manusia menerima informasi yang lebih baik ketika itu dipecah menjadi potongan kecil.</p>
<p style="text-align: left;">Paragraf pendek tercipta dengan sendirinya bila kita menulis dengan jelas dan mudah dimengerti.</p>
<p style="text-align: left;">Paragraf panjang tercipta bila penulis tergoda untuk menunjukkan kepada pembaca, betapa luas pengetahuan yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Fiksi</em>-fiksi <em>Papa</em> terlihat memotong dengan cepat dari satu adegan ke adegan yang lain (sinematik). Ini membuat deskripsi dan narasi minim jatah dalam karya <em>fiksi Hemingway</em>.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Papa</em> menghindar memberitahu segala hal yang dia tahu kepada pembaca. <em>Papa</em> memberi tahu kurang dari yang sebenarnya dia tahu. Secara khusus, <em>Papa</em> menggambarkan teknik ini dalam teori ‘gunung es’;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;"><em>1/8 fakta-fakta keras melayang di atas air. Sementara 7/8 bagian cerita berupa struktur pendukung, lengkap dengan simbolisme, berada jauh di kedalaman.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;"><em>Papa</em> pada dasarnya menceritakan apa yang tokoh-tokohnya lakukan (adegan) dan katakan (dialog). Bukan apa yang mereka pikir dan rasakan.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan kata lain, <em>Papa</em> memberitahu pembaca tanpa benar-benar <em>memberi tahu</em> mereka  Show don’t tell!</p>
<h3><strong>3. </strong><strong>Kalimat Positif</strong></h3>
<p style="text-align: left;">Kalimat positif mudah dicerna. Pada dasarnya itu adalah cara mengatakan tentang sesuatu secara lansung daripada memilih mengatakannya dengan cara berlawanan. Contohnya :</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat positif : Pedagang K5 <strong>menolak</strong> rencana penggusuran.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat negatif : Pedagang K5 <strong>tidak menerima</strong> rencana penggusuran.</p>
<p style="text-align: left;">Kalimat positif terasa lebih ringan dan memudahkan pembaca memahami ide-ide yang direpresentasikan.</p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://indonovel.com/tips-menulis-cerpen-hemingway" target="_blank">Teknik menulis Hemingway</a></strong> bukan konvensi dalam dunia <strong>fiksi</strong>. Sebagai varian seni (bahasa), penilaian atas karya <em>fiksi</em> semata soal selera.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi, pelajari tekniknya dan sesuaikan dengan ‘suara’ anda sendiri.</p>
<p style="text-align: left;">Menurut anda ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilat Flash Fiction (Dari A Sampai Z)</title>
		<link>http://indonovel.com/sekilat-flash-fiction-dari-a-sampai-z/</link>
		<comments>http://indonovel.com/sekilat-flash-fiction-dari-a-sampai-z/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 04:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips menulis flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=717</guid>
		<description><![CDATA[Istilah fiksi mini 100 kata (flash fiction) merupakan kategori fiksi yang tergolong ‘baru’ di tanah air. Meski tidak benar-benar baru ditemukan. Internetlah yang berjasa menampakkannya ke permukaan. Media online yang kemudian memberikannya tempat. Kita tahu, media cetak sejenis koran dan majalah cenderung ‘diskriminatif’ terhadap kategori fiksi dibawah 100 kata. Sekarang ini flash fiction tengah mencuri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Istilah <em>fiksi mini 100 kata</em> (<strong>flash fiction</strong>) merupakan kategori fiksi yang tergolong ‘baru’ di tanah air.</p>
<p style="text-align: left;">Meski tidak benar-benar baru ditemukan.</p>
<p>Internetlah yang berjasa menampakkannya ke permukaan. Media online yang kemudian memberikannya tempat.</p>
<p>Kita tahu, media cetak sejenis koran dan majalah cenderung ‘diskriminatif’ terhadap kategori fiksi dibawah 100 kata.</p>
<p style="text-align: left;">Sekarang ini <em>flash fiction</em> tengah mencuri perhatian netizen. Baik pembaca maupun <em>penulis fiksi.</em></p>
<p style="text-align: left;">Tingginya minat pembaca juga dapat dilihat oleh semakin banyaknya lomba menulis flash fiction bersponsor (silahkan anda googling frase ‘lomba flash fiction’).</p>
<p style="text-align: left;">Pihak sponsor tentu melihat tingginya prospek jumlah pembaca flash fiction.</p>
<p style="text-align: left;">Dari segi isi, <em>fiksi</em> ini tak ada bedanya dengan fiksi pendek atau panjang pada umumnya. Kecuali ukurannya yang telah diminiaturisasi.</p>
<p style="text-align: left;">Ibarat pohon yang dibonsai, flash fiction tetap memiliki akar, batang, dahan dan daun.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Flash fiction</em> berciri gegas, ringkas namun tetap tuntas sebagai sebuah cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Karakteristik tulisan yang dianggap cocok bagi tipikal pembaca media online yang ingin serba cepat-instan.</p>
<p style="text-align: left;">Blog ini sudah menerbitkan belasan artikel mengenai <em>flash fiction</em>. Namun tak ada salahnya jika saya -sekali lagi- menyajikan intisarinya dalam satu artikel rangkuman.</p>
<p style="text-align: left;">Saya akan membawa anda kembali  menemukenali <em>flash fiction</em> secara sistematis, ringkas, namun tuntas dalam satu pembahasan. Ibarat kata, dari A sampai Z (harfiah, tentu saja).</p>
<p style="text-align: left;">Nah, mari kita mulai.</p>
<h3 style="text-align: left;"><strong>A</strong></h3>
<p style="text-align: left;"><strong></strong>asal muasal <em>flash fiction</em> dapat ditemui akarnya pada fabel-fabel Aesop.</p>
<p style="text-align: left;">Sejarah sesudahnya juga merekam penulis dunia seperti Anton Chekov dan Ernest Hemingway pernah menulis fiksi mini.</p>
<p style="text-align: left;">Anda tentu ingat dengan fiksi 6 kata Hemingaway; <em>For Sale; Babys shoes, Never worn</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Kini tradisi fiksi mini telah berkembang ke seluruh dunia, meski istilahnya beragam, seperti; <em>sudden fiction, microfiction, micro-story, postcard fiction</em>, dan <em>short short story</em>.</p>
<h3><strong>B</strong></h3>
<p><strong></strong>babak. dalam flash fiction sama saja dengan cerita pada kategori fiksi panjang. Flash fiction wajib terdiri dari babak awal, tengah dan akhir.</p>
<p>Flash fiction bukan potongan cerita atau kepingan adegan dari sebuah cerita besar.</p>
<h3>C</h3>
<p><strong>C</strong>erita utuh. <em>Flash fiction </em>bukan puisi, potongan prosa atau ringkasan ide. Selain lengkap dalam pembabakan cerita, flash fiction juga wajib menghadirkan 4 unsur pembangun <em>fiksi</em>, yaitu; Karakter, setting, konflik dan resolusi.</p>
<p>Semua unsur wajib hadir dan tuntas dalam 100 kata. Cerita tidak diperkenankan mengambang/bersambung.</p>
<h3>D</h3>
<p><strong>D</strong>eskripsi sedapat mungkin dihindari saat menulis flash fiction.</p>
<p>Deskripsi yang umum dalam fiksi panjang seperti karakter atau latar (waktu dan tempat), tidak punya ruang dalam cerita 100 kata.</p>
<p>Pengalaman saya menunjukkan bahwa adegan/aksi dan dialog menjadi pilihan terbaik untuk menuntaskan cerita dalam 100 kata.</p>
<h3>E</h3>
<p><strong>E</strong>nding yang mengejutkan masih menjadi trend <em>flash fiction</em> saat ini. Meski tidak wajib seperti itu.</p>
<p>Paling tidak ending memiliki fungsi ‘pengingat’ yang akan membekas dalam benak pembaca.</p>
<p>Fungsi utama ending adalah menuntaskan cerita. Kadang berupa moral cerita, kesimpulan, atau resolusi atas tema konflik.</p>
<h3>F</h3>
<p><strong>F</strong>lash fiction adalah <strong>fiksi mini 100 kata</strong>. Substansi dari kategori ini sebenarnya lebih kepada tantangan menulis cerita utuh dengan jumlah kata terbatas.</p>
<p>Semakin sedikit jumlah kata, semakin mengasah kemampuan kita untuk menulis kalimat-kalimat efektif.</p>
<h3><strong>G</strong></h3>
<p><strong>G</strong>aris besar cerita dalam flash fiction terdiri dari 3 babak. Awal-tengah-akhir.</p>
<p>Buatlah pembukaan yang lansung menukik pada krisis/puncak aksi/konflik. Isi pertengahan dengan adegan dan dialog, lalu akhiri dengan <em>twist ending</em>.</p>
<h3><strong>H</strong></h3>
<p><strong>H</strong>ikmah yang ditarik dari cerita menjadi salah satu bukti kalau flash fiction merupakan cerita yang utuh.</p>
<p>Sebuah potongan cerita tentu tidak menghasilkan hikmah.</p>
<p>Sekarang ini banyak flash fiction yang kadang menyaru cerita humor seperti yang lazim ditemui pada koran atau majalah.</p>
<p>Flash fiction boleh bertema humor, namun tidak boleh kehilangan cita rasanya sebagai seni bahasa. Ramu tema humor itu hingga pembaca, tanpa sadar mendapat ‘moral’ ‘pencerahan’ setelah dia puas tertawa.</p>
<h3>I</h3>
<p><strong>I</strong>de flash fiction bisa datang dari mana saja.</p>
<p>Ide terbaik menurut pengalaman saya, umumnya diawali dari keinginan untuk menyampaikan pesan, moral cerita kepada pembaca. Keiniginan itu dipicu setelah menyaksikan fenomena keseharian, termasuk memirsa berita-berita media massa.</p>
<p>Bila ide ceritanya sarat pesan, maka kemungkinan ide itu layak untuk dikembangkan menjadi cerita.</p>
<h3>J</h3>
<p><strong>J</strong>udul termasuk bagian penting dalam flash fiction. Karena keterbatasan kata, maka penulis bisa memanfaatkan judul untuk memberi ‘<em>clue</em>’ kepada pembaca.</p>
<p>Judul tidak sekedar menarik pembaca. Dengan judul kita bisa menghindari narasi pembukaan. Pembaca memperoleh ‘<em>clue</em>’ mengenai latar belakang cerita melalu judul, tentang apa dan bagaimana isi cerita.</p>
<h3>K</h3>
<p><strong>K</strong>arakter  mutlak hadir dalam <em>flash fiction</em>. Tentu saja, mustahil mendeskripsikan fisik dan psikis karakter dalam 100 kata.</p>
<p>Demi mensiasatinya, kita bisa menumpangkan karakterisasi tokoh kedalam dialog, adegan, nama profesi, atau setting.</p>
<p>Sila baca artikel <a href="http://indonovel.com/karakter-dalam-flash-fiction" target="_blank"><strong>4 Tips menampilkan Karakter dalam Flash fiction</strong></a></p>
<h3>L</h3>
<p><strong>L</strong>atihan menulis flash fiction bisa dimulai dengan mengadaptasi cerpen 1.000 kata kedalam 100 kata saja.</p>
<p>Menulis flash fiction memang susah bagi yang terbiasa menulis panjang.</p>
<p>Berlatihlah membuang semua kata-kata yang tidak perlu.</p>
<h3>M</h3>
<p><strong>M</strong>aksimalisasi fungsi kata untuk menyiasati keterbatasan kata.</p>
<p>Utamakan diksi yang bermakna ganda dan konotatif (punya tekanan emosional tertentu).</p>
<h3> N</h3>
<p><strong>N</strong>arasi dalam <em>flash fiction</em> diperlakukan layaknya wesel ditangan anak kost,</p>
<p>Pemakaian narasi yang terbaik –menurut pengalaman saya- sebatas transisi antar adegan (satu kalimat kurang lebih 10 kata, baik sebelum atau sesudahnya).</p>
<h3>O</h3>
<p><strong>O</strong>pening kunci utama <em>flash fiction</em>. Tidak ada pembukaan yang bertele-tele, atau datar.</p>
<p>Pembukaan lansung dimulai oleh krisis (puncak aksi/konflik). Hindari godaan menulis latar belakang cerita.</p>
<h3> <strong>P</strong></h3>
<p><strong>P</strong>lot mengalir lancar, sederhana, dan mustahil sekompleks <em>novel</em>.</p>
<p>Flash fiction hanya berkisah tentang satu tema, tempat dalam satu waktu (menit, jam, hari).</p>
<h3>Q</h3>
<p><strong>Q</strong>uality flash fiction ada pada ide/gagasan cerita yang orisinil, baru dan sarat pesan/moral cerita.</p>
<p>Flash ficton yang hanya membuat pembacanya tertawa (humor), tanpa menarik hikmah dari cerita, sama sekali bukan tujuan kita.</p>
<h3>R</h3>
<p><strong>R</strong>esolusi. Sebagai cerita, flash fiction harus memberikan resolusi cerita yang jelas.</p>
<p>Cerita jangan berakhir mengambang.</p>
<p>Resolusi berarti karakter dalam cerita mendapat ‘perubahan’ setelah mengalami konflik.</p>
<h3>S</h3>
<p><strong>S</strong>etting wajib hadir dalam flash fiction. Namun tidak mungkin mendeskripsikan detil-detil latar (tempat, waktu atau sosial) dalam 100 kata.</p>
<p>Triknya yaitu menumpangkannya pada karakter.</p>
<p>Contohnya, bila kita menamai karakternya dengan ‘si koki’ atau ‘pak guru’, dalam adegan sedang bekerja, maka tidak perlu lagi menjelaskan latar  ‘dapur’ atau ‘ruang kelas’.</p>
<p>Pembahasan lengkapnya ada pada artikel <strong><a href="http://indonovel.com/setting-dalam-flash-fiction" target="_blank">Setting Dalam Flash Fiction</a></strong></p>
<h3>T</h3>
<p><strong>T</strong>empo cepat dianjurkan dalam menulis flash fiction. Tempo sedang, apalagi lambat sulit diterapkan sebab boros kata-kata.</p>
<p>Tempo cepat memudahkan kita memangkas kalimat-kalimat yang tidak penting.</p>
<h3>U</h3>
<p><strong>U</strong>nsur-unsur yang wajib hadir dalam <em>fiksi mini 100 kata</em> ada 4, yaitu; karakter, konflik, setting dan resolusi.</p>
<h3> V</h3>
<p><strong>V</strong>isualisasikan cerita memakai teknik <em>show don’t tell</em>.</p>
<p>Cara termudah menerapkan teknik ini dengan meniadakan deskripsi. Biasakan memakai kalimat aktif berpola S-P-O (kata kerja aktif ditandai oleh awalan <em>me)</em>.</p>
<p>Buatlah cerita yang padat adegan dan dialog.</p>
<h3> W</h3>
<p><strong>W</strong>iracerita sepanjang <em>Lord Of The Ring</em> karya Tolkien memiliki elemen pembangun yang sama dengan <em>flash fiction</em>, bahkan dengan <em>tweetfiction</em> (fiksi mini 140 karakter).</p>
<p>Elemen dimaksud adalah pembabakan; awal-tengah-akhir, serta hadirnya unsur; karakter, konflik, setting dan resolusi dalam cerita.</p>
<p>Itulah substansi cerita fiksi, baik kategori fiksi panjang maupun pendek.</p>
<h3> X</h3>
<p><strong>X</strong> adalah huruf yang menggambarkan struktur alur cerita flash fiction.</p>
<p>Padanan lain bentuk ini adalah jam pasir. A</p>
<p>Awal cerita berupa krisis merupakan hal terpenting, sama pentingnya dengan ending yang memuat resolusi serta menuntaskan cerita. Sedangkan bagian tengah dibuat seramping mungkin, hanya berisi adegan dan dialog.</p>
<p>Kikis habis lemak berbentuk deskripsi dan narasi pada bagian tengah.</p>
<h3> Y</h3>
<p><strong>Y</strong>akin pada<strong> </strong>torehan kalimat pertama anda. Jangan mengedit saat menulis draft pertama.</p>
<p>Torehan pertama adalah suara alami anda. Pada saat mengedit, anda bisa menghilangkan sebagian atau seluruh kata dalam kalimat-kalimat tertentu. Atau anda mungkin merubah susunan kata atau pola kalimat. Namun ruh cerita tetap hadir disana, yang berasal dari torehan pertama anda.</p>
<p>Jadi yakinlah pada kata-kata pertama anda sendiri.</p>
<h3>Z</h3>
<p><strong>Z</strong>enit, kulminasi, titik puncak aksi <strong><em>flash fiction</em></strong> sebaiknya ditempatkan pada bagian pembukaan. Mengenai ini, ada sebanyak 40 flash fiction sebagai contoh kasusnya bisa anda baca di <strong><a href="http://antojournal.com" target="_blank">blog flash fiction</a></strong> saya. Silahkan.</p>
<p><span style="text-align: left;">Apa anda punya tanggapan atas artikel ini ? Saya berharap tidak sepanjang A &#8211; Z <img src='http://indonovel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p>Apapun itu, dengan senang hati saya akan mendiskusikannnya bersama anda pada kolom komentar dibawah ini.</p>
<p style="text-align: right;">copyright <a href="http://twitter.com/2011">@2011</a> indonovel.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/sekilat-flash-fiction-dari-a-sampai-z/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Menulis Flash Fiction Dalam Sekejap</title>
		<link>http://indonovel.com/rahasia-menulis-flash-fiction-dalam-sekejap/</link>
		<comments>http://indonovel.com/rahasia-menulis-flash-fiction-dalam-sekejap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 09:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips menulis flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[cara menulis fiksi mini 100 kata]]></category>
		<category><![CDATA[cara menulis flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[flash fiction]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis fiksi mini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Flash fiction. Percaya atau tidak, anda bisa membuatnya dalam sekejap tanpa mengorbankan mutu. Ada teknik rahasia yang memungkinkan hal itu terjadi. Saya menulis artikel ini sesaat setelah menyelesaikan satu –lagi- flash fiction berjudul &#8216;Munafik&#8217;. Saya menghitung waktu penulisannya kurang dari 15 menit (relatif). Prosesnya terasa mudah karena teknik menulis yang hendak saya bagikan ini bekerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong style="text-align: -webkit-auto;"><em>Flash fiction</em></strong>. Percaya atau tidak, anda bisa membuatnya dalam sekejap tanpa mengorbankan mutu.</p>
<p style="text-align: left;">Ada teknik rahasia yang memungkinkan hal itu terjadi.</p>
<p style="text-align: left;">Saya menulis artikel ini sesaat setelah menyelesaikan satu –lagi- <em>flash fiction</em> berjudul &#8216;Munafik&#8217;.</p>
<p style="text-align: left;">Saya menghitung waktu penulisannya kurang dari 15 menit (relatif).</p>
<p style="text-align: left;">Prosesnya terasa mudah karena teknik menulis yang hendak saya bagikan ini bekerja membantu saya.</p>
<p style="text-align: left;">Tekniknya sederhana saja, praktis, dan siapa saja bisa menerapkannya.</p>
<p style="text-align: left;">Teknik ini pada dasarnya berfungsi memetakan pikiran, sehingga mengirit waktu.</p>
<p style="text-align: left;">Pemetaan membantu kita terfokus. Tanpa fokus yang jelas (tujuan akhir yang ingin dicapai), seorang penulis rawan tersesat dalam labirin cerita tak berkesudahan.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, ini dia rahasianya.</p>
<h2><strong>Tentukan Ide</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Pertama-tama, saya mengasumsikan anda telah memiliki satu ide cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Untuk lebih memudahkan, saya akan mengambil satu contoh ide, yaitu  pro kontra video porno artis yang menghebohkan tahun lalu (anda yakin belum pernah menontonnya ?).</p>
<h2><strong>Buat Kalimat Inti Cerita</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Buatlah satu kalimat kurang lebih 10 kata dari ide tersebut yang menggambarkan alur cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya; <em>Fulan ingin membuktikan kemunafikan temannya yang mengaku kontra video porno.</em></p>
<h2><strong>Buat Kalimat Inti Untuk Setiap Babak</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Retas kalimat diatas menjadi 3 kalimat. Masing-masing kalimat menjadi ide pokok bagi setiap babak; awal, tengah, dan akhir cerita</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Awal</strong> : <em>Fulan bersama temannya (seorang pengacara kondang) menonton video porno artis, sehari sebelum temannya mengiikut acara debat di TV mengenai kasus video tersebut.</em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Tengah</strong> : <em>Temannya mengaku tidak teransang menonton video porno, namun tersinggung saat si fulan menuduhnya tidak normal</em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Akhir</strong> :  <em>Temannya menunjukkan ereksi alat kelaminnya setelah memutar ulang video, sekaligus (tanpa sadar) membuktikan kemunafikannya sendiri.</em></p>
<h2><strong>Tulis Naskah Awal</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Kembangkan ketiga kalimat diatas dalam bentuk adegan dan dialog.</p>
<p style="text-align: left;">Contoh hasilnya seperti ini :</p>
<p style="text-align: left;"><em>Temannya yang pengacara kondang mengajak si fulan menonton bokep. Video porno yang diperankan artis terkenal itu memang sedang hangat dibicarakan publik. Setelah video itu ditonton, temannya buru-buru menutup laptop. Padahal si fulan baru saja berniat memindahkannya ke flashdisk.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Videonya akan saya hapus setelah ini.” kata temannya. Sikapnya yang kontra terhadap video porno seolah ditegaskan oleh mimik wajahnya.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Koq, kamu tidak suka ?” fulan melirik ke arah temannya, Wajahnya seolah tidak percaya. “ Omong-omong, kemaluanmu berdiri tidak, saat tadi menonton bokep ?”</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Tidak,” jawab temannya dengan tegas. “ Saya hanya ingin mempelajari bukti kasus ini. Biar argumen saya kuat dalam acara debat di TV besok malam”</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Aku curiga kamu bukan lelaki normal,” tuduh fulan sambil tersenyum sinis.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Congormu.” Balas temannya dengan sengit, Dia terlihat sangat marah. Laptop dihadapan mereka dibuka kembali oleh temannya. Kemudian rekaman video itu diputar ulang sekali lagi.. Tampak jelas temannya ingin membuktikan kalau tuduhan si Fulan tidak benar adanya.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>“ Lihat ini,” seru temannya sembari menunjuk ke arah tonjolan dari dalam resluiting celananya. “ alat vitalku berdiri, bukan?”</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>si fulan tersenyum puas.“ Aku sengaja menuduhmu. Aku hanya ingin tahu niat kamu yang sebenarnya menonton bokep. Sekedar bahan ikut debat, atau memang karena doyan.”</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>Temannya sadar telah ditipu si fulan. Mukanya terlihat malu, seperti maling yang tertangkap basah.</em></p>
<h2><strong>Mengedit Dengan Kejam</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Adegan dan dialog pada draft diatas masih bertele-tele. Alur ceritanya kurang hidup. Ceritanya tersusun oleh 215 kata, pertanda kita masih harus membuang 115 kata.</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana caranya ? :</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Buang deskripsi dan narasi</strong> yang tidak berkontribusi memajukan jalan cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Membuangnya tidak akan mengurangi kejelasan cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya adalah kalimat; <em>Video porno yang diperankan artis terkenal itu memang sedang hangat dibicarakan publik.</em> Dan; <em>Temannya sadar telah ditipu fulan, tampak jelas dia malu seperti maling yang tertangkap basah.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em></em><strong>Ganti kalimat dan kata umum</strong> dengan sinonimnya atau kata yang bermakna sama tapi mengandung tekanan emosional tertentu.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya; <em>kemaluanmu berdiri</em> berubah menjadi <em>ereksi -</em> ..<em>bukan lelaki normal</em> berubah menjadi ..<em>bermasalah</em>.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Pakai kalimat aktif, bukan pasif.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Contoh kata kerja pasif; <em>Dibuka, Diputar</em>, kita ubah menjadi; <em>Membuka, Memutar</em>. Otomatis pola kalimatnya ikut berubah menjadi S-P-O; <em>Temannya membuka laptop, …memutar ulang video porno itu</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Selain menghemat kata,  adegannya juga ‘lebih hidup’</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Buang kalimat yang berfungsi menerangkan</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya;  <em>Dia</em> <em>terlihat sangat marah. .. sambil tersenyum sinis</em>. Umumnya kalimat semacam itu mengandung kata sifat.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Buang kalimat mubazir</strong> yang mengikuti dialog.</p>
<p style="text-align: left;">Contohnya; <em>“ jawab temannya dengan tegas..”</em>, <em>“ seru temannya sembari..’’</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Meski terdengar sederhana, lebih efektif bila kita memakai  “ <em>..kata fulan”</em> atau “<em>..kata temannya’</em>.</p>
<h2><strong>Edit Sekali Lagi</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Hitung jumlah kata sekali lagi.</p>
<p style="text-align: left;">Masih lebih <em>100 kata</em> ?</p>
<p style="text-align: left;">Ulangi pengeditan seperti pada nomor 5 (kemungkinan besar anda belum maksimal melakukannya).</p>
<p style="text-align: left;">Jadilah algojo bagi tulisan anda sendiri.</p>
<h2><strong>Tentukan Judul</strong></h2>
<p style="text-align: left;">Terakhir, berikan judul sebagai petunjuk. Judul yang memancing penasaran, namun tetap  menyamarkan akhir dari cerita.</p>
<p style="text-align: left;">Hindari menipu pembaca dengan judul-judul bombastis.</p>
<p style="text-align: left;">Saya harap  teknik diatas bisa mempermudah anda <em>menulis flash fiction</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Segala tanggapan sila anda tambahkan pada kolom komentar dibawah.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai pelengkap, anda bisa membaca kembali sejumlah <strong><em>tips menulis flash fiction</em></strong> yang terangkum dalam : <strong><a href="http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap" target="_blank">11 seri tips menulis flash fiction 100 kata</a> (Lengkap)</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Oh, yah. Hasil akhir dari contoh <em>flash fiction</em> diatas baru saja saya posting di <strong><a href="http://antojournal.com/2011/06/10/flash-fiction-100-kata-munafik/" target="_blank">antojournal.com</a>.</strong></p>
<p style="text-align: right;"><em>copyright <a href="http://twitter.com/2011">@2011</a> indonovel.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/rahasia-menulis-flash-fiction-dalam-sekejap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>11 Seri Tips Menulis Flash Fiction 100 Kata (Lengkap)</title>
		<link>http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap/</link>
		<comments>http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 20:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusdianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips menulis flash fiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonovel.com/?p=673</guid>
		<description><![CDATA[Justru, batas maksimal 100 kata dalam flash fiction cenderung menyulitkan, alih-alih memudahkan. Demikian kesimpulan saya saat baru mulai menulis flash fiction 100 kata pada awal tahun 2010. Siapa sangka , menulis cerita fiksi yang utuh memuat awal, tengah, dan akhir, hanya dalam 100 kata, lebih sulit dari yang dibayangkan . Ternyata menulis flash fiction tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Justru, batas maksimal 100 kata dalam <em>flash fiction</em> cenderung menyulitkan, alih-alih memudahkan.</p>
<p style="text-align: left;">Demikian kesimpulan saya saat baru mulai menulis <strong>flash fiction 100 kata</strong> pada awal tahun 2010.</p>
<p style="text-align: left;">Siapa sangka , menulis cerita fiksi yang utuh memuat awal, tengah, dan akhir, <em>hanya</em> dalam 100 kata, lebih sulit dari yang dibayangkan .</p>
<p style="text-align: left;">Ternyata menulis <em>flash fiction</em> tidak sesedehana jumlah katanya.</p>
<p style="text-align: left;">Flash fiction hampir sama kompleksnya dengan kategori fiksi yang lebih panjang.</p>
<p style="text-align: left;">Flash fiction 100 kata juga menuntut kehati-hatian dalam menggunakan teknik menulis.</p>
<p style="text-align: left;">Saya menghitung ada sekitar 50 <em>flash fiction</em> yang berhasil saya tulis sampai dengan bulan Mei 2011.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagian besar bisa anda baca pada <span style="color: #ff0000;">antojournal.com</span>. Blog pribadi saya yang khusus menerbitkan <strong><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://antojournal.com" target="_blank">flash fiction</a></span></strong> dan <strong><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://antojournal.com" target="_blank">cerpen</a></span></strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Sepanjang perrjalanan itu pula, saya menyempatkan menulis beberapa artikel <em>tips menulis flash fiction</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Ada banyak artikel yang mengulas mengenai <em>flash fiction</em>. Namun apa yang saya sajikan berikut ini, sebagian besar belum pernah diterbitkan di situs manapun.</p>
<p style="text-align: left;">Seri artikel ini saya sarikan dari pengalaman pribadi, dan telah saya ujicobakan.</p>
<p style="text-align: left;">Semua artikel pada daftar dibawah ini merupakan artikel tips yang pernah diterbitkan indonovel.com. Tapi juga ada beberapa artikel yang juga saya terbitkan pada 2 blog social media dan 5 forum online yang sempat saya ikuti.</p>
<p style="text-align: left;">Saya melihat artikel <em>tips menulis flash fiction</em> diluar sana hanya saling menyalin satu sama lain (dengan atau tanpa izin sumber pertama). Tak heran bila topik tips yang dibahas hanya berupa gambaran umum mengenai flash fiction.</p>
<p style="text-align: left;">Jarang saya temukan artikel spesifik yang khusus membahas –misalnya- setting, karakter, dan dialog. Maka, untuk itulah saya menyajikan kembali 11 <strong><em>tips</em> <em>menulis</em> <em>flash fiction 100 kata</em></strong>. Tuntas dan lengkap dalam bentuk daftar link di bawah ini.</p>
<p style="text-align: left;">Semoga bermanfaat.</p>
<h2>1. <span style="text-decoration: underline; color: #3366ff;"><strong><a href="http://indonovel.com/sekilat-flash-fiction" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Sekilat Flash Fiction</span></a></strong></span></h2>
<p style="text-align: left;">Berisi definisi dan pengertian <em>flash fiction</em>. Artikel ini juga menguraikan sejumlah ciri khas flash fiction 100 kata yang membedakannya dengan kategori <em>fiksi</em> yang lebih panjang.</p>
<h2>2. <strong><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/flash-fiction-100-kata-atau-lebih" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Flash Fiction; 100 Kata Atau Lebih ?</span></a></span></span></strong></h2>
<p style="text-align: left;">Belum ada konvensi mengenai batas maksimal jumlah kata dalam kategori <em>flash fiction</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Ada yang mengatakan dibawah 100 kata, antara 100 – 300 kata, bahkan ada yang mentolerir sampai 1.000 kata.</p>
<p style="text-align: left;">Silang pendapat mengenai batasan maksimal jumlah kata dalam flash fiction dibahas tuntas dalam artikel ini.</p>
<h2>3. <span style="text-decoration: underline; color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/tips-menulis-fiksi-100-kata-flash-fiction" target="_blank"><span style="text-decoration: underline; color: #3366ff;">Mungkinkah Menulis Fiksi Hanya Dalam 100 Kata (bagian 1-2)</span></a></span></h2>
<p style="text-align: left;">Flash fiction memiliki persyaratan yang sama dengan cerita fiksi yang lebih panjang seperti; <em>cerpen</em>, <em>novelette</em>, atau <em>novel</em>. <strong>Flash fiction</strong> juga wajib mengandung; karakter, setting, konflik dan resolusi.</p>
<p style="text-align: left;">Persyaratan ini sepintas, boleh jadi terasa berat, mengingat jumlah kata dibatasi maksimal pada angka 100.</p>
<p style="text-align: left;">Nah, artikel yang terdiri dari 2 bagian ini akan memberikan arah yang sistematis bagi anda.</p>
<h2>4. <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/tiga-tahap-menulis-flash-fiction" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Tiga Tahap Menulis Flash Fiction</span></a></span></span></h2>
<p style="text-align: left;">Tahapan yang terencana memudahkan seorang penulis menggarap cerita. Disini kami memaparkan 3 tahap teknis, sistematis &amp; praktis, untuk memandu anda menulis flash fiction.</p>
<h2>5. <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/4-langkah-menulis-flash-fiction" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Empat Langkah Menulis Flash Fiction</span></a></span></span></h2>
<p style="text-align: left;">Menulis <em>flash fiction</em> boleh jadi menyulitkan bila anda tidak mengetahui langkah-langkahnya. Secara terurut, dalam artikel ini disajikan panduan 4 langkah yang efektif dan efisien.</p>
<h2>6. <span style="text-decoration: underline; color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/show-dont-tell" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Show Don’t Tell Dalam Flash Fiction</span></a></span></h2>
<p style="text-align: left;">Rumus <em>Show Don’t Tell</em> (tunjukkan, jangan katakan) diterapkan pada semua jenis kategori fiksi. Hanya dengan rumus ini, sebuah cerita fiksi akan terlihat hidup.</p>
<p style="text-align: left;">Namun rumus ini menyulitkan para penulis flash <em>fiction</em>, mengingat <em>show don’t tell</em> cenderung menggemukkan tulisan.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi apa solusinya ?</p>
<p style="text-align: left;">Dengan alasan itulah kami menerbitkan artikel ini.</p>
<h2>7. <span style="text-decoration: underline; color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/fungsi-dialog-dalam-flash-fiction" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Fungsi Dialog Dalam Flash Fiction</span></a></span></h2>
<p style="text-align: left;">Ternyata dialog tidak sekedar komunikasi antar dua-lebih karakter dalam cerita. Lebih dari itu, dialog memiliki beberapa fungsi &amp; peran yang unik dalam sebuah <em>flash fiction</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Apa saja fungsi-fungsi itu ?</p>
<h2>8. <span style="text-decoration: underline; color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/karakter-dalam-flash-fiction" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Karakter Dalam Flash Fiction</span></a></span></h2>
<p style="text-align: left;">Bagaimana cara menghidupkan karakter dalam cerita yang dibatasi maksimal 100 kata ?</p>
<p style="text-align: left;">Mungkinkah menampilkan karakter yang hidup tanpa mendeskripsikan karakter secara detail ?</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana cara menampilkan kekhasan masing-masing karakter dalam flash fiction ?</p>
<p style="text-align: left;">Temukan jawabannya pada artikel inii.</p>
<h2>9. <span style="text-decoration: underline; color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/setting-dalam-flash-fiction" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Menghadirkan Setting Ke Dalam Flash Fiction</span></a></span></h2>
<p style="text-align: left;">Unsur setting wajib hadir dalam <em>flash fiction</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Namun berbeda dengan fiksi panjang (semisal <em>Novel</em>), flash fiction  100 kata tidak memungkinkan anda mendeskripsikan latar sosial, tempat, dan waktu, secara detail.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi bagaimana cara menyiasatinya ?</p>
<h2>10. <span style="text-decoration: underline; color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/kelemahan-flash-fiction-indonesia" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Tiga Kelemahan Flash Fiction Indonesia</span></a></span></h2>
<p style="text-align: left;"><strong>Flash fiction</strong> merupakan kategori <em>fiksi pendek</em> yang diadaptasi dari luar. Kategori ini sendiri baru populer ditanah air dalam setahun-dua terakhir.</p>
<p style="text-align: left;">Tak heran bila masih ditemukan banyak penulis yang salah kaprah.</p>
<p style="text-align: left;">Artikel ini mencoba mengidentifikasi sejumlah kelemahan-kelemahan mendasar yang banyak ditemui pada karya-karya <em>flash fiction</em> tanah air.</p>
<p style="text-align: left;">Tentu saja dengan maksud agar kita bisa terhindar dari kelemahan-kelemahan tersebut.</p>
<h2>11. <span style="text-decoration: underline; color: #3366ff;"><a href="http://indonovel.com/tips-menulis-flash-fiction" target="_blank"><span style="color: #3366ff; text-decoration: underline;">Flash Fiction Aspal ?</span></a></span></h2>
<p style="text-align: left;">Iya, artikel ini tidak mengada-ada. Ada banyak diluar sana fiksi pendek <em>bukan</em> flash fiction namun diklaim oleh penulisnya sebagai <em>flash fiction</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Padahal sebuah fiksi pendek harus mememenuhi beberapa persayaratan sebelum layak dikelompokkan sebagai flash fiction.</p>
<p style="text-align: left;">Artikel ini memaparkan sejumlah ciri yang membedakan <em>flash fiction</em> asli dengan yang ‘palsu’.</p>
<p style="text-align: left;">Semoga Daftar link 11 seri artikel diatas mampu menjawab tuntas segala keingintahuan anda selama ini mengenai <strong><em>flash fiction</em></strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Meski tidak menutup kemungkinan masih menyisakan sejumlah ketidakjelasan dalam benak anda..</p>
<p style="text-align: left;">Bila ada, saya harap anda berkenan menyampaikannya lewat kolom komentar dibawah ini.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan senang hati, kami siap mendiskusikannya lebih jauh bersama anda. Silahkan.</p>
<p style="text-align: right;">copyright <a href="http://twitter.com/2011">@2011</a> indonovel.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonovel.com/11-seri-tips-menulis-flash-fiction-100-kata-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

