Archive for the 'tips menulis fiksi' Category

show don’t tell

Tiga bulan lalu untuk pertama kalinya aku membaca flash fiction 100 kata. Judulnya Pengakuan karya Harvey Stanbrough, disusul Dragon Tales karya S. Joan Popek , (penulis yang menenerbitkan ezine flash fiction; The Popper Gazette). Ceritanya dimulai dipertengahan aksi, berjalan cepat, dan berakhir mengejutkan. Genre ini menawarkan pengalaman membaca cerita hanya sekedipan mata (yah, betul-betul sekejap).

Siapa sangka kesan yang ditimbulkannya mengendap berhari-hari. Kupikir aku telah jatuh cinta pada genre ini. Maka, sebagai orang yang gemar menulis fiksi, kuputuskan mencoba menulis flash fiction. (hasilnya sebagaimana bisa kawan-kawan baca di antojournal.com)

* * *

Awal menulis flash fiction pertamaku yang berjudul Rekruitmen kukira bakal mudah saja. Menulis cerita dalam 100 kata sungguh perkara gampang. Terbukti draft awal bisa selesai tak kurang dari 20 menit. Hasilnya jangan ditanya. Itulah fiksi terburuk yang pernah kutulis seumur hidup :) . Cukup layak dijadikan contoh kasus pengkhianatan terhadap prinsip terpenting dalam penulisan fiksi; show don’t tell (tunjukkan, jangan katakan) : Read more »

dari hemingway ke tweetfiction

Cerita fiksi itu cuma 6 kata. Selebihnya imajinasi (Ernest Hemingway) “

Sungguh provokatif. Tapi tahukah anda, Hemingway telah menciptakan rumus dasar menulis cerita fiksi saat mernyatakan itu. Rumus itu menekankan pada kesederhanaan, kelugasan, kejelasan, ketuntasan, mudah dimengerti & tentu saja menghibur, alih-alih berkutat dengan rentetan kalimat artifisial & literer yang berpotensi mengaburkan tujuan cerita. Hemingway mengajak para penulis kembali ke kittah. (yuuk mariii.. :) )

Fiksi adalah istilah sastra yang berarti tidak benar terjadi atau sebuah karangan belaka (Wikipedia). Rupa-rupanya banyak penulis keliru menafsirkan definisi ini. Ada banyak cerita fiksi diluar sana ditulis kesana kemari, meluas, melebar, tak jelas juntrungannya. Ada kalanya kita merasa dikhianati penulis saat membacanya. Read more »

tips menulis tweetfiction

Tweetfiction adalah cerita fiksi maksimal 140 karakter yang dipublikasikan penulisnya melalui twitter. Lebih jelasnya bisa dibaca pada artikel ..dari hemingway ke tweetfiction.

Berikut contoh tweetfiction :

@ Human Trafficking

Dijual; Bayi. Belum pernah dijual

@ Kamar Imajiner

Bingkai foto memenuhi kamarnya. Potret dirinya dengan siapa saja. Dikamarnya ada meja, kursi, lemari & dipan, juga dalam foto berbingkai.

@ No Action Talk Only

“ Buruk ! “. Ia menghempaskan novel itu, dan menyesal telah membelinya. Namun tiba-tiba ia mengingat novelnya yang tak pernah selesai.

@ Syukur

Mendadak ia terbangun. “Hujan sialan ! Aduh Tuhan, ributnya.” Saat mukanya mendongak keatap, “Alhamdulillah, aku masih punya rumah,” Read more »

3 kelemahan flash fiction indonesia

Sepantasnya awal abad 21 dicatat sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan sastra tanah air. Abad 21 berjasa melahirkan Istilah sastra dunia maya. Berkat internet, ribuan orang dari seluruh penjuru tanah air kini bisa merilis karya sastranya ke publik hanya dengan menekan telunjuknya.

Raib sudah kasta penulis pemula, penulis ternama. Semua penulis setara. Media-media tradisional tak lagi digdaya menentukan naskah penulis siapa yang hendak dimuat. Setiap hari masyarakat dibanjiri ratusan karya fiksi yang terentang mulai dari puisi, tweetfiction, flash fiction, cerpen, novelette sampai novel. Dan berita bagusnya adalah, pembaca bisa lansung berinteraksi dengan penulis bersangkutan disaat bersamaan tanpa batas ruang & waktu.

Pembaca juga sudah bisa mengakses jenis fiksi pendek (tweetfiction & flash fiction) yang selama ini tak pernah mendapat ruang dimedia-media tradisonal. Flash fiction tiba-tiba saja menjadi anak emas di jagat sastra dunia maya. Bentuknya yang pendek, padat, dan bisa dibaca sekejap dianggap paling sesuai dengan tipikal pengguna internet yang tidak betah berlama-lama membaca tulisan panjang dilayar komputer. Read more »

flash fiction aspal

Anda pengguna internet ? Penggemar fiksi ? Jika jawabannya iya, maka saya asumsikan anda cukup familiar dengan istilah flash fiction.

Flash fiction atau di Indonesia disebut cerita/fiksi mini mulai populer kembali seiring membanjirnya penawaran ragam fitur publikasi dari para pengembang internet. Di era teknologi informasi kini, seorang penulis tak perlu lagi harap-harap cemas menanti (koran edisi) hari minggu untuk mengetahui apakah karyanya dimuat atau tidak. Penulis tak perlu lagi bersusah payah mengirim via pos ke berbagai majalah, hanya untuk menambah tumpukan naskah yang antri di meja redaktur. Dan yang paling menyenangkan yaitu tak perlu bersaing dengan naskah penulis ternama :) Read more »

Mungkinkah Menulis Cerita Fiksi Dalam 100 Kata (bagian 2)

(Sambungan dari bagian 1)

Bila dilihat sepintas lalu, sepertinya kedua syarat pokok diatas malah menyulitkan, alih-alih memudahkan kita menulis cerita fiksi kedalam 100 kata.

Tapi tidak juga..

Ada satu kebiasaan laten penulis fiksi; cenderung tidak sadar menganggap bodoh para pembacanya. Maka, pembaca pun dijejali informasi sebanyak-banyaknya, sejelas-jelasnya, supaya bisa  mengerti apa maksud sang penulis.

Persepsi ini sungguh tidak adil buat pembaca. Sebuah tulisan fiksi (FF, cerpen, Novel) semata wadah dialogis antara penulis dengan pembacanya dalam semangat kesetaraan. Saat tulisan dipublikasikan, itu tidak lagi menjadi milik penuh siapapun. Pembaca juga ingin terlibat & dilibatkan disetiap adegan. Pembaca ingin mengidentifikasi dirinya sebagai salah satu karakter didalam cerita bermodal imajinasinya sendiri. Maka, imajinasi penulis tidak boleh mendominasi cerita hingga menutup ruang keikutsertaan mereka. Read more »

Mungkinkah Menulis Fiksi Dalam 100 Kata ? (bagian 1)

Mungkin ! Berikut contohnya :

MABUK

“ Lagi ! “

Waitress melangkah gontai kearahnya. “ Anda sudah mabuk berat tuan “

“ Aku tidak mabuk bodoh ! “ katanya. Ia menuang bir kedalam gelasnya, warnanya kuning dan berbusa. “ Ini air kencing yah ? Hehehe…“

Waitress menghela nafas. “ Baiklah. Jika nanti tuan ingin ketoilet, panggil saja aku “

Ia meminum habis bir-nya, kemudian berdiri sempoyongan. Mulutnya mencibir kepunggung waitress. Dari selangkangannya mengucur air kuning berbusa.

Ia duduk kembali. Minum, lalu kencing lagi. Terus-menerus minum dari, sekaligus kencing pada gelas yang sama.

“ Ini baru bir ajaib, dari tadi tak ada habis-habisnya !? “. Dahinya berkerut.

Sumber : antojournal.com kategori flash fiction

Cerita yang baru saja anda baca diatas dsebut Flash fiction, sudden fiction, short short story, atau microfiction. Sesuai namanya, flash fiction  adalah fiksi kilat yang bisa dibaca sekejap hanya dalam hitungan detik. Flash fiction bukan genre baru. Hanya saja belakangan ini semakin meningkat popularitasnya seiring berkembangnya sastra dunia maya. Karakteristik flash fiction yang pendek, padat, kuat & cepat dianggap sesuai dengan tipikal pengguna internet yang enggan membaca tulisan panjang.

Belum ada kesepakatan resmi tentang jumlah kata sebuah cerita untuk dapat digolongkan kedalam flash fiction. Sebagian beranggapan, jumlah kata 300 – 1000 kata masih bisa disebut flash fiction, berada diantara microfiction (10 -300 kata) dan cerpen tradisional (3000 – 5000 kata). Sebagian lebih ekstrem lagi membatasinya maksimal 55 kata. Namun yang populer adalah dibawah 100 kata diluar judul dan nama pengarang. Aku menganut mashab ini. Sebab secara empirik, cerita dalam 100 kata betul-betul selesai dibaca dalam sekilat. Tak percaya ? Ambil stopwatch, & hitung sendiri waktunya (sebelumnya, pastikan dulu anda bukan buta huruf :)

Lalu bagaimana caranya menulis cerita fiksi hanya dalam 100 kata ? Nah, mari kita belajar bersama dengan flash fiction MABUK diatas sebagai contohnya : Read more »