Menulis Kisah Perang
Judul : The Fifth Column (Angkatan Kelima)
Pengarang : Ernest Hemingway
Penerjemah : Ahmad Najib, Abd. Mukhid
Penerbit : Penerbit Pedati, Pasuruan
Tahun Terbit : Cetakan I, Agustus 2003
Tebal Buku : 293 hal
…Pada jaman dulu mereka menulis betapa manis dan terhormat orang yang mati demi negaranya. Tapi dalam perang modern kematianmu tidak lagi manis dan terhormat. Seperti seekor anjing kau akan mati tanpa alasan yang jelas..(Notes for the Next War, Ernest Hemingway).
Melalui 3 baris kalimat notes-nya diatas, Ernest Hemingway mencoba mengidentifikasi makna perang di era modern sebagai latar 1 karya drama & 4 cerita pendek dalam bukunya ini. Bagi yang pernah menonton film bersetting perang semacam Brave Heart, Lord of The Ring, The Last Samurai, maka bersiaplah untuk kecewa saat membaca buku ini. Anda takkan menemukan seorang pun pahlawan didalamnya. Perang yang ‘seharusnya’ mengisahkan tokoh pejuang, pemberani, ditangan Hemingway malah diisi oleh para penakut, pengecut & pengkhianat sebagai tokohnya. Tapi disinilah kekuatan utamanya. Peraih Nobel Kesusateraan tahun 1954 ini membawa kita hadir ditengah kancah Perang Sipil Spanyol tahun 1937 untuk menyaksikan betapa perang hanya semata aktivitas saling membunuh antar manusia. Tak kurang, tak lebih. Read more »


