3 Cara Membuat Cerpen Anda Tetap Pendek

panduan lengkap menulis flash fiction

Bagaimana cara menulis cerita yang pendek?

Karena pendek, menulis cerpen sepertinya cukup mudah

Tapi tahukah Anda, bagian tersulit dari menulis cerpen justru menjaga agar cerpen Anda tetap pendek.

Kesulitan ini bukan soal pembatasan jumlah kata saja – Sekira 900 sampai 1.500 kata untuk koran edisi hari minggu.

TAPI… karena Anda juga diwajibkan memenuhi persyaratan yang sama seperti pada penulisan novelet 20.000 kata… atau novel 50.000 kata  :

  1. Cerita fiksi WAJIB Memiliki awal, tengah & akhir
  2. Menghadirkan 4 elemen WAJIB yaitu karakter, konflik, setting, & resolusi

Percayalah, memenuhi kedua persyaratan diatas bisa membuat draft pertama Anda membengkak.

Tapi Proses Revisi Bisa Membantu Saya. Benarkah ?

Kebanyakan penulis berharap bisa mengurangi jumlah kata pada saat merevisi draft pertama..

Faktanya, kesulitan kerap bermula dari harapan –palsu- ini.

Bayangkan draft pertama Anda yang berjumlah sekitar 3.000-an kata. Sementara target Anda sebuah cerpen maksimal 1.500-an kata. Proses revisi tiba-tiba menjelma momok menakutkan. Bagaimana tidak, setengah dari naskah harus Anda buang. Apa itu bukan menulis ulang namanya ?

Itu sebabnya berharap pada proses revisi ibaratnya seperti menyimpan bom waktu.

…Tapi ada kabar baik buat Anda.

Menjaga agar cerpen Anda tetap pendek, sebenarnya bisa dimulai sejak awal Anda merancang cerita

Saya tidak mengatakan Anda tidak perlu melakukan revisi. Namun saya berjanji, Anda tidak perlu menulis ulang lagi. Dengan 3 tips berikut, Anda bisa menghasilkan draft pertama yang benar-benar pendek.

Berikut caranya :

3 Cara Menjaga Agar Cerpen Anda Tetap Pendek

1. Hanya Tentang Satu Episode Dalam Kehidupan…

Sebelum menulis, sebaiknya Anda memeriksa ruang lingkup ide cerita Anda.

Jika Anda ingin menceritakan sesosok karakter dari lahir sampai mati, sebaiknya Anda merencanakan sebuah novel.

Jika Anda ingin menulis cerita pendek, Anda hanya perlu menyorot satu episode penting dalam kehidupan karakter utama.

Anda bisa melihat contohnya pada cerpen Christmas Is A Sad Season For The Poor (1949) karya John Cheever. Penulis Amerika Serikat peraih penghargaan Pulitzer.

Karakter utama cerpen ini adalah Charlie. Seorang yang telah berprofesi sebagai operator lift selama 10 tahun. Namun cerpen ini hanya bercerita tentang sebuah hari -yaitu hari Natal- dalam kehidupan karakternya sebagai operator lift.

2. Mengikuti Struktur Cerita Sederhana

Cerpen tidak menyisakan ruang bagi sub plot seperti yang biasa Anda temui dalam novel.

Jika Anda mengikuti aturan klasik Aristoteles : awal – tengah – akhir, maka struktur yang akan menjaga cerita Anda tetap pendek akan terlihat seperti ini :

  • Awali dengan kemunculan sebuah masalah yang akan diselesaikan oleh karakter

Mari kita lihat kembali contoh cerpen Christmas Is A Sad Season For The Poor. John Cheever lansung menyuguhkan pembaca masalah/benih konflik, yaitu kewajiban vs. keengganan Charlie untuk tetap bekerja di hari Natal.

Pembukaan cerpen Anda sebisa mungkin memicu pertanyaan dari pembaca; Apa akhir (perubahan) yang akan terjadi pada diri karakter akibat masalah tersebut?

Baca juga : Cara Membuat Paragraf Pertama Seperti Cerpenis Kelas Dunia

  • Pertengahan cerita berisi cara karakter bersangkutan menghadapi masalah

Pertengahan cerita juga berisi titik balik. Tempat dimana Anda menunjukkan sebuah tindakan… atau keputusan yang diambil oleh karakter utama dalam usahanya menyelesaikan masalah.

Perhatikan bagaimana John Cheever mengisi bagian ini.

Dia menunjukkan bagaimana Charlie mengeluh, berbohong, dan memanipulasi kebaikan hati para penghuni gedung, sebagai pelampiasan ‘ketidakadilan’ yang dirasakannya sebagai orang miskin di hari Natal.

Lalu…secara halus John Cheever pelan-pelan membalikkan anggapan Charlie – dan pembaca- ketika….penghuni gedung secara bergantian menghadiahi Charlie dengan makanan dan pakaian… Ternyata orang miskin yang justru banyak mendapatkan berkah di hari Natal.

  • Akhiri cerita dengan sebuah resolusi

Sebuah resolusi menandakan perubahan yang terjadi pada diri karakter… dengan kata lain, karakter mendapatkan pelajaran/hikmah dari masalah yang dihadapinya.

Pada bagian ini, pembaca sudah bisa menangkap pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis.

Setelah membaca cerpen John Cheever, pembaca akan mengalami perubahan seperti yang dialami Charlie. Bahwa makna Natal bukan tentang menerima. Tapi memberi. Tidak peduli Anda orang kaya atau miskin.

3. Mulai Cerita Sedekat Mungkin Dengan Akhir

Memulai cerita dengan generalisasi kerap menjadi penyebab gemuknya cerpen Anda. Cara ini berpotensi menambah jarak dari titik awal cerita menuju titik akhir.

Jadi coba pikirkan lagi dimana cerita Anda benar-benar dimulai. Jika kejadian yang akan Anda ceritakan terjadi pada malam hari, apakah masih penting menceritakan aktifitas karakter mulai dari pagi hari ?

Cara memulai cerita sedekat mungkin dengan akhir cukup mudah.

Cermati dimana Anda melihat konflik mulai muncul dan… karakter mulai beraksi mengambil alih cerita. Mulailah kalimat pertama Anda dari situ.

Cerpen The Man Who Shouted Teresa karya Italo Calvino, salah satu contoh terbaik dalam kasus ini

Aku menjauh dari trotoar, berjalan mundur beberapa langkah dengan wajah tengadah, lalu dari tengah jalan, seraya mengatupkan kedua tangan agar membentuk corong di sekitar mulut, aku berteriak sekeras-kerasnya: “Teresa!”

Italo Calvino tidak memberikan pengantar. Tidak ada latar belakang darimana pria itu berjalan dan… mengapa tiba-tiba dia sampai ditempat itu.

Ide cerpen Italo Calvino adalah tentang kejadian tersebut. Jadi dia memulainya tepat pada saat kejadian itu sendiri berlansung.

Penulis lain yang terkenal piawai menggunakan teknik ini adalah sang legenda, Anton Chekhov. Anda bisa melihat cara dia menggunakannya pada cerpen Fat and Thin (1883).

Catatan : Ingin berbagi ke-3 tips diatas kepada pengikut Anda ? Cukup –> Click to tweet

Pendek Itu Sexy

Pendek. Itulah daya tarik cerpen.

..dan meski pendek, Anda tetap bisa menutupi cerita secara keseluruhan…karena cerita Anda memiliki awal, tengah dan akhir…serta menghadirkan semua elemen fiksi yaitu karakter, setting, konflik, dan resolusi.

Yah….cerpen tidak jauh berbeda dengan rok mini. (Apakah Anda pernah mendengar prinsip pembuatan rok mini ? Begini bunyinya :  Cukup panjang untuk menutupi, namun cukup pendek untuk tetap menarik).

Jadi, semakin Anda menjaga cerpen Anda tetap pendek, justru akan membuatnya semakin menarik dan….. sexy :)

Cerpen seperti rok mini. Cukup panjang untuk menutupi, namun cukup pendek untuk tetap menarik —> Click to tweet

Silahkan berbagi tweet diatas kepada teman Anda. … Jangan lupa, saya juga ingin mendengar tanggapan Anda pada kolom komentar dibawah.

Langganan Indonovel (Gratis)

Pastikan Anda membaca setiap posting Indonovel berikutnya. Segera berlangganan (gratis) via email sekarang :

.
About Anto Dachlan

Founder indonovel.com™. Penggemar Sting, Levi's, nonton tinju, molen bandung & angka 7. Kini dia betah bermukim di Makassar...oleh sebab -katanya- sunset di Makassar juara satu sedunia

Comments

  1. bagaimana memunculkan daya tarik sebuah cerpen tanpa prolog yang lengkap,

    • Anto (Rusdianto) says:

      Prolog dalam cerpen ? Apa yang Anda maksud dengan prolog ?

      Saya hanya pernah menjumpai prolog dalam novel.

  2. thank’s Bung Anto……………. ‘Apakah berarti cerpen tidak memerlukan prolog bagi pembacanya……..?….. kalau secara tiba-tiba menghadirkan latar yang dalam satu moment dan emosi satu moment apakah tidak diperlukan bagaimana emosi itu muncul pada satu tokoh…?

    • Anto (Rusdianto) says:

      Pernahkah Anda melihat prolog dalam cerpen ? Saya sendiri hanya pernah menjumpai prolog dalam novel. Itupun sedikit novel yang mempunyai prolog. Banyak Novelis senior menganjurkan untuk menghindari prolog.

      Emosi muncul dalam benak pembaca. Seorang penulis bisa memunculkan emosi melalui tindakan dan dialog karakternya.

  3. saya amat “terharu” dengan rumus Rokmini. ternyata simple juga ya? trims bang, boleh saya menyebut bang daeng Rusdiyanto, semoga sukses selalu..

  4. dimasjoko says:

    salam. sudikah kawan2 mengobrak-abrik cerpen saya, Janji Para Lelaki, yang dimuat di Republika 2 Juni 2013? Sebagai materi dan media pembelajaran agar karya kita bisa sekelas para penulis dunia. Semoga berkenan mengulas. Terima kasih banyak.

    NB. Jika butuh filenya, jangan segan untuk meminta agar saya melayangkan filenya.

  5. R.Mailindra says:

    Tulisan bagus, Bung Anto.
    Ya, cerpen itu seperti pacaran sedangkan novel seperti pernikahan.
    Salam,

    R.Mailindra

  6. triana says:

    saya baru mulai belajar bikin novel. endingnya sudah jelas, dan perubahan tokohnya sudah terlihat. tapi saya merasa konfliknya kurang greget. mohon saranya. :)

  7. arie hananti says:

    pak contoh membuat outline cerpen yang bagus itu bagaimana ya ? trmksh infonya bagus sekali

    • Rusdianto says:

      seperti yang saya ungkap diatas, cukup bagi alur cerita Anda kedalam 3 babak (awal – tengah – akhir).

      Anda bisa mengisi babak awal dengan memperkenalkan karakter, benih konflik dan konteks.
      Babak pertengahan Anda isi dengan mempertajam konflik, memperkenalkan karakter lain dan meningkatkan tensi cerita.
      AKhiri dengan sebuah resolusi (perubahan apa yang terjadi pada karakter utama setelah melewati konflik).

      ini preferensi pribadi saja. setiap orang berbeda. Setelah semua, fiksi bukan ilmu pasti.

      terima kasih dan selamat menulis.

  8. Ini dia permasalahan yang sedang sya hadapi, cerpen saya membeludak dan mutar sana – sini.

  9. panjang itukan relatif bang? terkadang bukannya kita perlu yaa memperpanjang? agar pembaca juga mengerti, tapi makasih yaaa infonya, ditunggu info selanjutnya
    satu lagi kak, gimana caranya bikin pertengahan cerita yang bakal ngarah untuk di akhirnya itu bakal keren?

    • Rusdianto says:

      kalo mengirim naskah ke koran atau majalah, maka panjang itu gak relatif loh.. udah ditentukan jumlah kata maksimalnya :)
      dan.. ingat, pembaca mengerti atau tidak cerpen Anda, sama sekali gak tergantung pada panjang pendeknya cerita Anda…

      Sebelum menulis, sebaiknya Anda sudah tahu akhir dari cerita Anda…. karena itu sangat dianjurkan membuat outline.

  10. Susah banget nih nulis cerpen tapi pendek.. Udah kebiasaan nulis cerpen panjang-panjang.
    Mau buat novel, terlalu kepanjangan. Takutnya stuck di tengah jalan.
    Masih labil nih… -__-

  11. setuju sekali dengan artikelnya, karena sy memang malas nulis cerpen yang panjang….

  12. ada ulasan membuat cerpen alur mundur gak?

  13. cukup sulit tapi patut di coba. terimakasih.

  14. gusti garsya says:

    btw,,sy juga pusing buat menendekin cerita utk cerpen…cz sy suka bercerita panjang sprti nulis novell

  15. Terima kasih. Kadang, saya malah kesulitan memperpanjang cerita.

  16. cukup menginspirasi. membuat saya tergerak menulis cerpen

Speak Your Mind

*