Mengapa Tata Letak Blog Bisa Menghambat (atau Meningkatkan) Penjualan Buku Anda?

pemasaran buku melalui blog

Berikut cara menjual buku seperti cara Steve Jobs menjual produk Apple | Foto iPie (Apple Pie)

Anda penulis fiksi yang bagus. Tapi Anda mungkin penjual buku yang buruk.

Untuk mengujinya, mari kita lihat strategi pemasaran buku Anda melalui blog.

Apakah Anda menempatkan banner iklan buku Anda pada sidebar blog ?

…Lalu Anda berharap pengunjung klik banner.. yang akan mengarahkan mereka ke situs tempat Anda menjual buku secara online.

Langkah yang tepat, sebenarnya.

Tapi disitulah kekeliruan banyak terjadi.

Penjual yang baik akan memusatkan mata pengunjung pada banner iklan tersebut. Tapi yang Anda lakukan justru sebaliknya.

Anda malah memasang puluhan widget pada sidebar, yang mau tidak mau akan mengalihkan perhatian pengunjung.

Pelanggan tidak tahu apa yang mereka butuhkan sampai anda memilihkannya untuk mereka  – Steve Jobs

Dan jika ini terjadi, maka Anda sedang menghambat penjualan buku Anda sendiri.

Saya akan menjelaskan…

Mengurangi Pilihan Meningkatkan Peluang Penjualan

Tahukah anda dampak menambahkan satu fitur baru pada sidebar.. atau sebelum & sesudah posting ?

Itu artinya anda sedang mengurangi peluang fitur lain untuk di-klik pembaca.

Semakin sedikit pilihan klik yang anda tawarkan kepada pembaca, semakin besar peluangnya mereka klik.

Riset membuktikan pengguna web hanya punya waktu maksimal 10 detik untuk memutuskan pergi atau tinggal di blog anda ? Jadi jangan biarkan mereka menghabiskan 10 detik itu dalam kebingungan.

Ingat petuah Steve Jobs diatas. Andalah yang seharusnya memilihkan untuk mereka.

Pertanyaannya, lalu fitur apa yang harus Anda tambahkan ?

Fitur apa yang bisa membantu Anda meningkatkan penjualan buku Anda melalui blog ?

Teruskan membaca…..

3 Langkah Praktis Mengatur Tata Letak Blog Seorang Penulis Buku

Berikut langkah-langkahnya…

Mari kita mulai pada sidebar

Apakah recent comments, recent post, tags cloud, kalender, award,  counter jumlah traffic, aliran tweet dan kotak fan page bisa mempengaruhi pengunjung membeli buku ?

Jangan-jangan anda memasang widget pada sidebar hanya karena anda menyukainya.

Bukankah anda ingin blog menjadi media promosi buku anda? Jadi Anda tentu anda tahu apa yang harus dipajang pada sidebar ?

Benar.

Pertama-tama anda harus memajang banner iklan buku anda.

Banner biasanya menampilkan cover buku disertai sedikit kata-kata promosi. Jangan lupa menyisipkan link yang mengarah ke toko buku online yang menjual buku anda.

Pajang banner tersebut di puncak sidebar. Sesuaikan ukurannya dengan lebar sidebar anda.

Dibawah banner anda bisa menambahkan widget social media.

Widget ini memudahkan pembaca terhubung dengan anda di social media.

(Pengguna wordpress self hosted dapat menggunakan plugin seperti Social sharing toolkit).

Ada kemungkinan pembaca tidak lansung melakukan transaksi pada kunjungan pertama.  Jadi Anda masih berpeluang menindaklanjuti pembaca yang mengikuti anda di facebook atau twitter.

(Jika Anda bukan pengguna social media seperti saya, Anda bisa menggantinya dengan memasang form berlangganan. Bisa via RSS Feed atau email).

..kemudian widget ketiga dan terakhir yaitu….. daftar posting terpopuler.

(pengguna wordpres bisa menggunakan plugin seperti WP Most Popular).

Semua orang menyukai posting terpopuler.

Widget ini memungkinkan pembaca berkeliling membaca tulisan-tulisan anda. Biarkan mereka mencermati mutu tulisan serta gaya menulis anda. Jauh lebih mudah menjual buku kepada orang yang sudah tertarik sebelumnya pada tulisan-tulisan anda.

Lihat, sekarang Anda hanya punya 3 widget pada sidebar. Sederhana. Semuanya bekerja mendukung usaha Anda menjual buku.

Sekarang kita pindah ke bar navigasi

Banyak blogger memenuhi bar navigasinya dengan link kategori.

Bisa dibayangkan jika ada 10 kategori di blog anda. Padahal bar navigasi merupakan area strategis untuk menarik perhatian pengunjung pada pandangan pertama.

Saya sendiri mengganti kategori dengan memanfaatkan fitur breadcrumb.

Fitur ini cukup memudahkan pembaca mengetahui di kategori mana mereka sedang berada. Dengan begini kita bisa memanfaatkan bar navigasi untuk mendukung aktifitas pemasaran buku.

Selain halaman Beranda (Home), anda cukup mengisi bar navigasi dengan link halaman Tentang (About me), Contact, dan Portofolio (kadang ada penulis yang memberinya label ‘My Book’).

Halaman Tentang memudahkan pembaca mengetahui profil anda.

Ingat, tidak ada pembeli yang mau bertransaksi dengan profil yang meragukan.

Halaman tentang juga sangat strategis mempengaruhi pembaca. Tunjukkan pengalaman menulis anda, pendidikan, tempat tinggal, atau mungkin penghargaan menulis yang pernah anda raih.

(Contoh halaman ‘Tentang’ bisa Anda lihat disini).

Halaman kontak memudahkan calon pembeli buku menghubungi anda.

Cantumkan alamat pos, email, serta nomor telepon yang aktif.

(Halaman Kontak saya berbeda karena saya belum menjual buku di blog ini)

Halaman portofolio bagus jika buku anda lebih dari satu.

Halaman ini mengarahkan pengunjung agar membaca sinopsis buku-buku anda. Jangan lupa, buat ajakan untuk membeli disertai harga dan tata cara pembelian di akhir halaman.

Sudah cukup ?

Belum.

Anda masih harus membenahi area after post

Area ini cukup strategis tapi sering disalahgunakan.

Coba cermati blog anda sekarang. Apakah anda menumpuk fitur related post, social media share, atau subscribe form RSS feed di akhir posting anda ?

Tips memaksimalkan area ini sama dengan sidebar.

Hilangkan semua fitur yang ada, lalu ganti dengan banner iklan buku anda.

Buatlah banner (horizontal) yang lebarnya sama dengan kolom konten. Banner di akhir posting berpotensi menangkap kembali perhatian pembaca yang sebelumnya mengabaikan banner iklan pada sidebar.

Segera Bertindak

Tips-tips yang saya sebutkan diatas banyak mengacu pada hasil penelitian Dr. Jakob Nielsen mengenai pola pengguna web membaca konten  (Meski demikian, beliau dibebaskan dari segala tanggung jawab yang berkaitan dengan isi posting ini).

Sebagian tips ini mungkin efektif bagi anda dan sebagian lagi tidak. Alasan mengapa banyak sekali teknik pemasaran online karena, tidak ada satu pun teknik yang bisa bekerja sempurna bagi semua orang (Disclaimer).

Ingin mendisukusikan topik pemasaran buku lebih lanjut ?

Silahkan sampaikan pendapat anda pada kolom komentar dibawah.

Oh yah, terima kasih sebelumnya buat anda yang sempat membagikan posting ini lewat twitter & facebook.

Photo credits Joseph Lee

Langganan Indonovel (Gratis)

Pastikan Anda membaca setiap posting Indonovel berikutnya. Segera berlangganan (gratis) via email sekarang :

.
About Anto Dachlan

Founder indonovel.com™. Penggemar Sting, Levi's, nonton tinju, molen bandung & angka 7. Kini dia betah bermukim di Makassar...oleh sebab -katanya- sunset di Makassar juara satu sedunia

Comments

  1. charming shahnaz says:

    hallo nama saya shahnaz. saya ingin menerbitkan buku saya, tapi saya tidak tahu apakah naskah karangan saya ini bisa dijadikan novel atau tidak. saya baru pemula,mas. tapi saya sangat ingin sekali novel saya ini di bukukan. saya ingin seseorang membaca karya novel saya ini. karena dalam novel inilah saya mengajukan semua pertanyaan saya untuknya dan menumpahkan semua perasaanku padanya. menurut mas saya harus bagaimana sekarang ? thanks atas jawabannya dan salam kenal :)

    • Anto Dachlan says:

      Jika novelmu hanya untuk seseorang, Cukup print out lalu bawa ke tukang jilid. Lalu kirim ke orang tersebut.

      Atau kamu boleh terbitkan via nulisbuku.com (kunjungi situsnya dan ikuti langkah-langkahnya disana). kamu bisa menerbitkan novel-mu dalam bentuk buku cetak, Mereka akan mencetaknya satu exsemplar untuk kamu beli (print on demand). Mudah murah.

  2. Mas, maaf saya masih kurang paham. Saya baru menulis sebuah novel dan tidak tahu bagaimana kelanjutannya. Maksud saya tentang cover dan pengeditannya karena saya tidak bisa mengerjakan nya sendiri. Apakah anda membutuhkan bantuan orang lain mengenai cover dan editan untuk novel anda? dan apakah anda bisa membantu saya membri lisensi untuk itu? Terimakasih

    • Rusdianto says:

      Anda perlu bantuan orang lain, jika Anda tidak bisa mengerjakannya sendiri.
      banyak desainer freelance maupun lembaga desain bisa Anda temukan di web. Tinggal googling, misalnya memakai kata kunci ‘desain cover’ ..atau Anda umumkan via akun twitter atau facebook Anda.
      begitu juga editor… banyak yang freelance..

  3. sangat menarik untuk di coba mas :)

    bagaimna dengan banyak blog baru yang di buat untuk mendukung blog utama?
    trimakasih :)

    • Rusdianto says:

      banyak blog berarti anda membagi fokus anda (waktu, tenaga dan pikiran) pada banayk tempat.
      saran saya, sebaiknya fokus pada satu blog untuk membangun pelanggan/komunitas.

  4. robin says:

    terimakasih mas…..sangat membantu….salam kenal…mas…..

  5. bener, saya bgt yg disebutkan diatas.. akan saya perbaiki.. terutama popular pos.. tengkiyu..

    • Rusdianto says:

      terima kasih, mas bahtiar.
      sebenarnya tidak ada tata letak blog yang berlaku bagi semua orang.
      kasusnya bisa berbeda tergantung tujuan utama dari blog tersebut.

      sebaiknya mas Bahtiar memantau respon pembaca dan hasil setelah melakukan perubahan.

      jika berdampak, berarti perubahan yang anda lakukan sudah benar.
      jika tidak, berarti perubahan mungkin perlu dilakukan ditempat lain.

      keep blogging :)

Speak Your Mind

*