Cepat & Praktis (5 Sumber Ide Menulis Flash Fiction)

cari mencari ide tulisan

kafe tempat mencari ide tulisan

Dari mana-mana.

Demikian jawaban yang kerap kita terima dari penulis senior untuk pertanyaan “ darimana ide tulisan datang ?”

Tapi koq rasanya sama seperti menanyakan dimana bisa memperoleh Pallu Basa terbaik (makanan khas Makassar), lalu seseorang menjawab ‘di Kota Makassar ’.

Anda butuh alamat/lokasi jelas penjual Pallu Basa terbaik ketimbang harus mengelilingi wilayah seluas 175, 77 km2, bukan ? (sabar, saya akan memberikan alamat penjualnya diakhir postingan ini :)

Belum ketemu ide lazim menjadi motif pertanyaan diatas.

Saya kerap menjumpai pernyataan seperti itu. Termasuk dari diri saya sendiri.

Pernyataan itu bermakna ganda. Kita tidak tahu tempat untuk menemukan ide atau, tahu tapi belum kesana ?

Masalah menjadi lebih rumit lagi bagi yang meyakini ide itu diciptakan, alih-alih ditemukan.

Ada waktu kita memerlukan sumber pasti untuk menemukan ide dengan cepat. Mereka yang getol ikut lomba menulis tentu paham urgensinya.

Atau dilain waktu, dorongan menulis demikian kuat namun kita bingung hendak menulis apa?

Bagaimanapun, ide adalah modal dasar dari menulis (dan segala sesuatu).

Kita butuh ‘tempat-tempat’ pasti untuk didatangi saat membutuhkan ide. Tempat yang hampir selalu menyediakan ide buat kita. Tempat yang tidak pernah berkata ‘tidak ada’ untuk ide yang kita cari.

Tapi dimana ?

Saya punya tempat-tempat khusus semacam itu.

Saya telah menulis flash fiction 100 kata sejak Maret 2010. Kadang-kadang ide tulisan hinggap begitu saja, seperti Newton kejatuhan buah apel. Kadang-kadang saya ‘menciptakannya’ lewat brainstorming.

Apel jatuh termasuk langka.

Brainstorming juga membutuhkan energi dan waktu lebih lama.

Maka, disaat saya paceklik ide, saya punya tujuan pasti untuk didatangi.

Anda berminat ? Ini alamatnya:

1. Kitab-Kitab Agama

Kitab-kitab agama (samawi atau bukan) menyediakan ide tak terbatas.

Keuntungannya, anda tak perlu bersusah payah mencari moral cerita -unsur yang mutlak hadir dalam sebuah cerita-,

Saya pikir kitab-kitab agama memang ditulis dalam rangka itu.

Mengapa cepat ?

Kitab-kitab agama banyak mengisahkan cerita yang lengkap.

Unsur-unsur pembangun cerita seperti plot, karakter, konflik, setting & resolusi telah tersedia dalam kisah-kisah tersebut.

Saya tidak menganjurkan anda menyalin penuh. Tapi anda hanya perlu sedikit waktu dan kreatifitas untuk memodifikasinya.

  • Ganti latar masa lalu dengan masa kini.
  • Ubah alur maju menjadi flashback (dan sebaliknya).
  • Ubah sumber konflik. Misal sumber konflik adalah patung berhala, menggantinya dengan mobil, rumah atau harta benda yang berpotensi sama -untuk menjadi berhala-.

Penting diingat bahwa ada pakem yang mesti diindahkan bila kitab-kitab agama menjadi rujukan.

Agama sangat sensitif bagi -hampir- kita semua.

Sebaiknya berhati-hati menyebut nama karakter dan istilah-istilah resmi dalam institusi agama bersangkutan.

Sekali lagi, naskah akhir anda tidak dalam rangka menafsirkan ulang moral cerita.

Dalam agama tertentu, moral kisah bersifat permanen. Yang kita lakukan hanya menyampaikan kembali moral kedalam bahasa yang lebih kini.

Perilaku ini mirip dengan praktik Sunan Kalijaga dalam mendakwahkan Islam di tanah Jawa melalui media kesenian lokal.

Contoh flash fiction saya yang idenya bersumber dari kitab agama adalah Iring-iringan Presiden. Silahkan baca.

2. Folkfore dan Dongeng

Metodenya sama persis dengan poin satu diatas. Anda hanya butuh usaha sedikit keras untuk menemukan sumber-sumber cerita yang orisinil.

Banyak folkfore atau dongeng yang belum dipublikasikan secara tertulis.

Kakek nenek kita adalah rujukan terbaik. Anda cukup menangkap plot dan moral ceritanya, selebihnya akan diurus oleh kreatifitas alami anda sebagai penulis.

Gali Lubang Tutup Lubang contoh flash fiction yang saya adaptasi dari folkfore.

3. Lirik Lagu

Banyak lirik lagu dilatarbelakangi kisah utuh. Liriknya mengandung unsur-unsur pembangun cerita seperti karakter, setting, konflik dan resolusi.

Penekanannya, sekali lagi adalah kehadiran moral cerita. Lirik lagu yang tidak mengandung pesan yang kuat tidak termasuk dalam kategori ini.

Sebagai contoh; Living on the jet plane punya Jhon Denver; Last Kiss dari Pearl Jam; dan tentu saja Message In The Bottle karya musisi favorit saya, Sting. Saya menulis satu flash fiction dengan judul yang sama dengan lagu itu. Silahkan cermati.

4. Fiksi Lama

Setiap tulisan hanya menceritakan tulisan sebelumnya.

Kutipan diatas ada benarnya. Tapi mereka yang gegabah mengartikannya secara harfiah punya istilah yang lebih tepat, yaitu plagiat (DodolPreeetDodolPreeet !).

Mereproduksi karya lama punya kelebihan tersendiri. Apalagi karya legendaris.

Selain numpang ngetop, penulis tidak perlu lagi berpanjang lebar menjelaskan latar belakang cerita. Pembaca telah punya bayangan atas cerita dimaksud  Hal ini tentu saja menguntungkan bagi penulis flash fiction yang dibatasi oleh kuota maksimal 100 kata.

Disini anda hanya perlu memodifikasi. Bahkan penafsiran ulang atas cerita itu sah-sah saja.

‘Manipulasi’ pengetahuan pembaca atas cerita bersangkutan dengan cara; Memutarbalikkan plot, mereposisi karakter (antagonis menjadi protagonis) dan atau merevisi ending cerita.

Saya punya contoh flash fiction untuk kasus ini. silahkan anda membaca Gadis Penjual Korek Api dan For Sale; Baby shoes. Never worn.

5. Humor Warung Kopi

Saya punya kebiasaan berkumpul dengan teman-teman diwarung kopi saat senja.

Lelucon & anekdot dari obrolan warung kopi banyak menyuplai gagasan untuk flash fiction saya.

Dalam kasus anda, warung kopi boleh berganti kafe, kampus, klub, pos ronda atau rumah tetangga.

Setiap orang mestinya punya pengalaman lucu. Kita perlu prihatin dengan siapa saja yang menjalani hidupnya terlalu serius – bandingkan Gus Dur dengan presiden yang sekarang–.

Saya kira jarang ada teman anda yang tidak punya simpanan cerita lucu dalam hidupnya.

Anda hanya perlu menggalinya dengan memancing pembicaraan. Mereka dengan senang hati akan membagikannya kepada anda.

Kapan waktu anda boleh heran mengetahui, betapa manusia sangat bahagia saat menertawakan dirinya sendiri ?

Pembaca menggemari flash fiction bertema humor. Namun saya membatasi humor berdasarkan pengalaman pribadi si penutur saja. Humor-humor kutipan, populer dan klise, tidak termasuk dalam kasus ini.

Bayar Dobel satu dari banyak flash fiction saya yang bersumber dari humor warung kopi. Silahkan disimak.

Saya mengatakan 5 sumber diatas cara cepat & praktis menemukan ide menulis flash fiction, oleh sebab segala unsur pembangun cerita umumnya telah disediakan oleh sumber dimaksud, yaitu; plot, karakter, setting, konflik dan resolusi.

Boleh dikata kita hanya perlu menuliskannya kembali.

Oh, yah. Apakah anda masih penasaran dengan Pallu Basa paling enak di Kota Makassar ?

Saya merekomendasikan warung Pallu Basa yang berlokasi di sudut Jl. Onta – Jl. Veteran Utara.

Anda tahu, lidah tak pernah bohong.

photo credits : creative commons by Sunlitrain

Langganan Indonovel (Gratis)

Pastikan Anda membaca setiap posting Indonovel berikutnya. Segera berlangganan (gratis) via email sekarang :

.
About Anto Dachlan

Founder indonovel.com™. Penggemar Sting, Levi's, nonton tinju, molen bandung, warna abu-abu & angka 7. Kini dia betah bermukim di Makassar...oleh sebab -katanya- sunset di Makassar juara satu sedunia

Comments

  1. gardino says:

    Saya kemarin baru ikut pelatihan menulis, salah satu pelajaran yang didapat adalah seperti poin pertama diatas. :D

    • terima kasih sdh mampir..
      barusan mampir juga ke pinjambuku.org. konsepnya bagus..
      salam kenal

  2. Ah,, sumber yang diberikan di postingan ini emang ngena banget deh, kadang gak kepikiran aja hal2 seperti itu sebenarnya adalah sumber ide yang gak terbatas :D

    Salam kenal mas :)

    • betul, mbak Niee.
      contohnya kitab2 agama adalah sumber ide. Saya pikir fiksi juga sekaligus bisa jd alternatif utk ‘mendakwahkan’ kembali nilai2 moral pd semua agama dgn bahasa yg lebih kontekstual.
      salam kenal, mbak.
      terima kasih sudah mampir.

  3. Gagasan dari warung kopi sering saya gunakan, obrolan2 itu sering tak sengaja terlontar bahkan bukan tak mungkin berakhir dengan adu argumen. Pastinya kalau ditulis akan membuat suatu ide lebih bagus.

  4. Gusti Bob says:

    Saya banyak belajar menulis dari teman2 di Fiksi. Ada keinginan untuk belajar menulis fiksi, sayang kemampuan saya belum sampai. Mungkin suatu saat nanti saya bisa. Terutama kalau Mas Anto masih rajin berbagi kiat dan tips :D

    Saya suka sumber yang ke-5 neh Mas anto. Paling gampang seh. Tinggal pergi ke warung depan. hehehehe…

    • mungkin soal kesempatan dan selera aja kale, Om Bob :) Gaya menulis om Bob utk kategori non fiksi khas dan berbobot (alurnya sistematis), pasti mudah utk menulis fiksi.
      tips ke-5 itu jurus pamungkas saya juga :)
      terima kasih atas lawatannya, Om Bob.

Speak Your Mind

*